
Abi kini tengah menemani ibunya untuk membeli bahan kue. Sebenar nya kini ia begitu malas untuk menemani ibunya itu untuk belanja namun jika menolak bisa saja lagi-lagi uang bulanannya akan menjadi ancaman. Jika ayah nya selalu mengancam Abi dengan aset nya maka ibunya akan mengancam nya dengan uang bulanannya. Sangat tidak adil bukan untuk Abi?
“Mama denger kamu putusin sama pacar kamu?” tanya Monika, ibu Abi pada anaknya itu saat mereka kini baru saja keluar dari supermarket yang berada di mall tersebut.
“Iya,” jawab Abi singkat. Ia kini sebenarnya masih begitu mengantuk. Kemarin ia baru pulang balapan saat jam sudah menunjukkan pukul 3.00 dini hari. Belum lagi ia harus mendengar kan konser tunggal dari Ayah nya yang memarahinya karena Abi balapan. Ia baru bisa tidur saat sudah jam 5.19
Dan pagi-pagi sekali ibunya itu sudah membangunkannya agar menemani ibunya itu ke mall dan berbelanja.
“Bagus deh. Emang pacar kamu itu gak ada yang bener. Kamu tuh harus cari pacar yang bisa nerima kamu bukan karena harta kamu tapi karena tulus sama kamu,” ucap Monika yang kini mulai memberikan wejangan untuk anaknya itu.
“Iya Mama,” ucap Abi dengan begitu malas. Memang jika masalah hubungannya dengan kekasih nya sebelumnya ibunya adalah yang paling bawel dan selalu mempermasalahkannya. Namun Abi mengerti jika ibunya melakukan itu semua demi kebaikan Abi.Oleh karena itu Abi tak pernah marah jika ibunya tengah menasihati nya tentang kekasih-kekasih nya itu.
“Kamu katanya Papa kamu, lagi ngejar murid baru ya?” tanya Monika lagi untuk mengkonfirmasi info yang ia dapat dari suaminya itu.
“Yang kali ini beda Ma. Orang nya baik banget terus gak matre juga, imut, dan gak dia gak mau sama Abi,” ucap Abi dengan bangga nya di kalimat akhirnya memamerkan bagaimana baiknya Ayumi. Namun di akhir kalimat nya ia mengatakannya dengan pelan. Mendengar itu kini sontak membuat ibunya tertawa mendengar nya.
“Ok berarti memang baik yang kali ini,” ucap Monika dengan senyumannya yang kini justru membuat Abi membelalakkan matanya mendengar jawaban dari ibunya itu.
“Mama,” rajuk Abi yang kini semakin membuat sang ibu tertawa mendengar nya.
“Bercanda kok,” uap Monika dengan sisa tawanya.
“Tapi emang bener juga. Karena dia gak tertarik sama harta dan ketampanan kamu,” ucap Monika dengan senyumannya yang kini membuat Abi akhirnya mengangguk mendengar nya.
“Saat Abi melewati cafe es krim. Kini Abi tak sengaja melihat gadis yang begitu ia kenali kini tengah bersama laki-laki lain. Melihat itu Abi menghentikan langkah nya dengan tangannya mengepal. Ibu Abi yang tak mengerti ada apa dengan anaknya itu akhirnya menaikkan sebelah alisnya. Minka kini mengikuti arah pandang Abi hingga tatapannya kini tertuju pada gadis yang tengah bercanda bersama dengan laki-laki.
“Dia orang nya? Kalau udah punya pacar mending mundur,” ucap Monika sambil menepuk pundak anaknya itu. Abi yang menyadari ucapan ibunya itu kini menarik nafasnya dalam berusaha menahan amarahnya. Ia sudah berjanji tak akan membuat gadis itu marah lagi padanya.
__ADS_1
“Samperin aja Ma. Itu cuma sahabat nya,” ucap Abi pada Monika yang kini menaikkan sebelah alisnya sebelum akhirnya ia menipiskan bibirnya sambil mengangguk.
“Mama ikut, sekalian kenalan sama calon mantu,” ucap Monika dengan senyumannya yang begitu lebar. Abi yang mendengar nya kini justru memutar bola matanya malas namun akhirnya ia tetap mengajak ibunya itu untuk menghampiri Ayumi.
“Ay,” panggil Abi yang kini langsung membuat Ayumi yang awalnya tengah tertawa langsung menghentikan tawanya dan melihat ke arah Abi yang memanggilnya. Saat melihat Abi, Ayumi tersenyum dan segera berdiri di samping nya.
“Mama aku,” ucap Abi memperkenalkan wanita di samping nya. Ayumi yang mendengar itu segera menggapai tangan wanita cantik di samping Abi itu dan menyalami tangannya.
“Ini sahabat aku yang pernah aku ceritain. Niclas,” ucap Ayumi yang kini memperkenalkan Niclas. Laki-laki itu segera berjabat tangan pada Abi juga menyalami tangan ibu Ayumi.
“Ayo duduk dulu Tan,” ucap Ayumi menawarkan Monika yang kini mengangguk lalu ia segera duduk. Juga Abi yang kini duduk di samping Niclas.
“Belanja bulanan Tan?” tanya Ayumi membuka pembicaraan untuk mencairkan suasana.
“Enggak kok. Ini lagi belanja bahan buat kue aja,” ucap Monika yang membuat Ayumi kini berbinar mendengar nya.
“Sejak kapan kau suka membuat kue?” tanya Niclas dengan tatapan penuh tanya nya.
“Kau mana tahu. Kau bahkan lama di jerman,” ucap Ayumi sambil berdecak kesal.
“Ya, Ya, ya,” ucap Niclas dengan memutar bola matanya malas mendengar ucapan dari sahabat nya yang satu itu.
“Kamu ngapain kesini?” tanya Abi dengan menaikkan sebelah alisnya.
“Lagi bantuin Niclas cari kado buat pacar nya,” ucap Ayumi dengan senyumannya yang membuat Abi kini mengangguk mendengar nya.
“Ayumi. Ayo pulang. Aku setelah ini ada acara,” ucap Niclas mengajak Ayumi yang kini menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
“Ayumi pamit dulu Ya Tante,” ucap Ayumi berpamitan pada ibu Abi.
“Gak mau balik sama kita aja? Nanti kita buat kue bareng, biar Abi yang nanti anter kamu,” tawar Monika yang kini sontok membuat Ayumi menoleh ke arah Niclas seolah meminta pertimbangan pada Niclas yang kini menganggukkan kepalanya seolah mengizinkan. Kini laki-laki itu sudah seperti kakak bagi Ayumi.
“Bole Tan?” tanya Ayumi memastikan. Monika yang mendengar pertanyaan Ayumi kini malah terkekeh.
“Boleh dong. Kan Tante yang ngajak, mau?” tawar Monika yang di jawab dengan anggukan oleh Ayumi.
“Nic, kau bisa pulang lebih dulu. Aku akan pulang dengan Abi nanti,” ucap Ayumi pada Niclas yang kini tersenyum sambil menjawabnya dengan anggukan.
“Berhati-hati lah,” ucap Niclas pada Ayumi yang kini tersenyum sambil menjawabnya dengan anggukan dan senyuman.
“Kau juga,” ucap Ayumi yang di balas dengan anggukan oleh Niclas.
Setelah nya mereka segera pergi bersama menuju ke arah parkiran untuk menuju kendaraan mereka masing-masing. Akhirnya hari itu Ayumi habiskan dengan bersama ibu Abi juga Abi. Untuk membuat kue.
Selama di perjalanan ibu Abi tak hentinya berbincang dengan Ayumi. Bercerita dan bercanda pada gadis tersebut. Bahkan sampai mengabaikan Abi yang kini sudah seperti supir mereka. Karena kini Abi yang sendiri berada di depan. Sedangkan kedua perempuan itu berada di bagian belekang.
"Lain kali kita belanja bareng yuk Ay," ucap Monika pada Ayumi yang tersenyum sambil mengangguk.
"Bolan tante, nanti tante bisa chat aku, aku bakalan temin tante," ucap Ayumi dengan senyumannya.
"Jangan panggil Ay, Ma. Cuma Abi yang boleh panggil begitu," ucap Abi yang kini ikut angkat suara.
"Terserah Mama lah. Kamu fokus nyetir aja," ucap Monika sambil menepuk pundak anak nya itu.
Ayumi yang melihat semua itu ikut tersenyum. Melihat bagaimana tingkah ibu dan anak itu. Sebenar nya kini Abi senang karena ibunya itu mau menerima Ayumi dengan baik. Padahal ibunya termasuk pemilih. Namun saat bersama dengan Ayumi ia malah langsung akrab.
__ADS_1
***