
Ayumi kini sudah rapih dengan dress berwarna biru laut. Kini Abi mengajaknya untuk jalan, meskipun tak tahu kemana laki-laki itu akan mengajaknya pergi namun Ayumi lebih memilih untuk memakai dress saja.
Kini ia sudah begitu cantik dengan make up tipis dan rambut yang diurai. Ayumi kembali melihat penampilannya sekali lagi di kaca memastikan tak ada yang salah dengan penampilannya sekarang. Setelah memastikan jika penampilannya baik-baik saja Ayumi segera turun dan ia melihat kedua orang tuanya yang kini tengah berada di ruang keluarga.
Saat melihat Ayumi yang kini sudah tampak rapi, kedua orang tuanya mengerutkan kening nya.
“Mau kemana udah cantik gini?” tanya sang Ayah pada Ayumi dengan menaikkan sebelah alisnya.
“Di ajak jalan sama Abi Pa,” jelas Ayumi pada ayahnya itu.
“Oh, hati-hati ya. Harus bisa jaga diri,” ucap sang Ayah pada anaknya itu yang kini menganggukkan kepalanya sambil tersenyum ke arah ayah nya itu. Ia tahu pasti ayah nya pun masih memiliki trauma dan pasti masih sulit untuk mempercayakan anak mereka pada laki-laki. Mengingat apa yang terjadi pada kakak Ayumi.
“Iya papa,” jawab Ayumi dengan senyumannya.
tak lama suara daru dari mobil Abi yang memasuki pekarangan rumah nya membuat Ayumi menoleh ke arah pintu.
“Itu kayaknya Abi deh Pa, Ma. Ayumi berangkat dulu ya,” pamit Ayumi kepada kedua orang taunya itu. Ayumi segera menyalami tangan kedua orang tuanya itu.
Setelah nya ia segera pergi dari sana. Berjalan keluar dari rumah nya. Baru saja Ayumi akan membuka pintunya ternyata Abi kini sudah akan mengetuk pintu rumah nya.
"Udah siap?" Tanya Abi pada Ayumi yang kini menganggukkan kepalanya. Abi kini terus menatap Ayumi dengan tatapan kagum nya. Melihat cantik nya gadis itu.
"Udah. Ayo berangkat," ajak Ayumi pada Abi sambil menutup pintu rumah nya.
__ADS_1
"Gak pamit ke orang tua lo dulu?" Tanya Abi dengan menaikkan sebelah alisnya. Padahal maksudnya kini keluar dari mobil adalah untuk meminta izin membawa Ayumi pergi. Namun Ayumi malah sudah keluar lebih dulu.
"Udah tadi gue izin. Ayo lah langsung pergi aja," ucap Ayumi pada Abi yang kini tampak menggaruk rambut nya yang tak gatal. Namun akhirnya ia hanya menurut saja.
Mereka akhirnya kini segera menuju Ke arah mobil Abi. Dengan begitu perhatiannya kini Abi membukakan pintu mobil untuk Ayumi. Membantu gadis itu masuk ke dalam mobil. Setelah nya ia segera mengitari mobil menuju kemudi. Setelan di rasa aman. Barulah Abi melajukan mobil nya menjauh dari rumah Ayumi dengan kecepatan sedang.
Langit sore ini terlihat begitu cerah. Memanjakan mata yang melihat nya.
"Kita mau kemana sih Bi?" Tanya Ayumi pada Abi. Kini ia jadi penasaran. Kemana laki-laki itu akan membawanya. Namun bukannya menjawab, Abi kini malah hanya tersenyum saja.
"Lihat nanti deh," ucap Abi dengan senyumannya.
Ayumi yang mend3ngar itu hanya berdecak. Abi memang sangat menyebalkan. Akhirnya Ayumi memilih diam saja dan menikmati pemandangan di depannya saat ini. Abi pun memilih diam dan fokus menyetir. Pikirannya pun kini tengah bekerja ekstra merancang segala rencana di kepalanya.
“Ini indah banget lah,” ucap Ayumi dengan senyumannya. Abi yang melihat tu ikut tersenyum. Ia senang karena Ayumi menyukainya.
“Lo suka senja?” tanya Abi pada Ayumi yang kini menjawabnya dengan anggukan semangat.
“Kalau gitu gue akan ngajak lo liat senja setiap hari,” ucap Abi yang kini sontak membuat Ayumi menatap Abi dengan tatapan tak percaya nya.
“Lo serius?” tanya Ayumi dengan tatapan seirusnya. Mencari kebenaran dalam ucapan laki-laki itu.
“Tapi gue mau detik selanjutnya kita berubah status kita. Gue saat ini nemenin lo liat senja sebagai temen lo. Apa setelah ini lo mau nemenin gue lihat senja sebagai cowok lo? Sebagai laki-laki yang lo cintai dan sebagai laki-laki yang akan melindungi lo?” tanya Abi dengan wajah serius nya pada Ayumi. Abi kini menatap Ayumi Dengan tatapan seriusnya. Ayumi kini masih saja terdiam. Ia juga bingung harus menjawab apa. meskipun perasaannya kini sudah jatuh pada Abi namun rasa trauma nya masih ada. Ia masih saja mengingat kejadian yang pernah menimpa kakaknya.
__ADS_1
“Percaya saja gue. Gue bisa janji gue gak akan ngelakuin apa yang pernah mantan kakak lo lakuin. Gue akan melindungi lo dan menjagamu lo, tapi yang gak bisa gue janjiin sama lo adalah cara gue pergi akan sama seperti kakak lo. Karena semua itu kehendak tuhan,” ucap Abi dengan tatapan yang begitu dalam pada Ayumi yang kini menatap Abi tak suka. mendengar ucapan laki-laki itu.
“Jangan ngomong sembarangan,” ucap Ayumi dengan tatapan tak suka pada Abi. Abi yang mendengar nya memejamkan matanya ambil menganggukkan kepalanya.
“Jadi lo mau?” tanya Abi dengan tatapan penuh harap nya agar untuk kali ini perasaannya terbalaskan.
“Jangan pernah ngelakuin hal bodoh, jangan bohong, saling terbuka, dan kita harus saling percaya,” ucap Ayumi pada Abi. Abi yang mendengfar ucapan Ayumi kini menaikkan sebelah alisnya ia tak mengerti dengan jawaban yang Ayumi berikan saat ini.
“Lo mau?” tanya Abi dengan tatapan penuh harap nya pada Ayumi yang kali ini tersenyum sambil menganggukkan kepalanya.
“Tapi inget pesan gue tadi,” ucap Ayumi pada Abi yang kini menganggukkan kepalanya dengan semangat. Setelah nya ia segera memeluk Ayumi dengan begitu erat nya yang juga dibalas dengan pelukan tak kalah erat oleh Ayumi.
“Makasih Ayumi. Gue sayang sama lo, makasih udah mau nerima cowok kayak gue. Tapi gue akan berusaha untuk selalu buat lo bahagia dan gak sedih,” ucap Abi dengan begitu tulus nya pada Ayumi yang kini menganggukkan kepalanya dan tetap memeluk Abi.
Ia tak pernah menyangka jika kini ia akan menjatuhkan hati nya pada laki-laki dan orang itu adalah Abi. Ayumi tak pernah menyangka jika [ada akhirnya ia akan kalah dengan Abi dan akhirnya ia akan menjadi kekasih Abi. Semua ini benar-benar di luar dugaan Ayumi.
Kini ia hanya berharap jika Abi bisa menepati ucapannya dan ia tak salah menjatuhkan hati nya pada Abi. Agar ia tidak menyesal karena mencintai laki-laki seperti Abi.
“Makasih karena telah mencintaiku dengan tulus Abi,” ucap Ayumi dengan senyumannya dan mengeratkan pelukannya pada Abi yang kini menganggukkan kepalanya.
“Kita sama-sama beruntung memiliki satu sama lain,” ucap Ayumi yang Abi balas dengan anggukan.
Dan senja kali ini semakin terasa indah dengan kebersamaan dari sebuah hubungan yang baru saja akan dimulai itu. Entah akan membawa kebahagiaan seperti indah nya menyambut senja. Atau kesedihan seperti saat hilang nya senja. Namun kini mereka hanya bisa berharap pada takdir baik untuk mereka.
__ADS_1
***