
Perubahan Abi semakin hari terasa semakin aneh bagi Ayumi, bahkan Ayumi kini seperti tak mengenali sosok Abi. Saat Ayumi datang dan menanyakan ada apa dengan laki-laki itu Abi hana mengatakan jika dia baik-baik saja. Namun dari sikap nya saja Ayumi dapat menebak jika ada yang tidak beres dari laki-laki itu.
Seperti saat ini. Saat Ayumi tengah berada di kelas Abi untuk membawakan makanan yang ia buat untuk Abi. Abi malah begitu cuek pada nya.
“Bi dimakan dulu. Aku buatun itu buat kamu loh,” ucap Ayumi dengan tatapan penuh harap nya pada Abi untuk memakan sarapan yang sudah ia buat untuk Abi. Namun Abi kini malah terus saja sibuk dengan buku yang kini tengah ia baca.
Abi yang mndengar ucapan Ayumi berdecak kesal dan segera mengambil sarapan yang Ayumi bawakan lalu ia segera memakannya dengan malas.
“Lain kali gak perlu bawa beginian,” tegas Abi pada Ayumi yang kini sontak melihat ke arah Abi dengan tatapan sendunya.
“Kamu kenapa sih? Belakangan ini kamu beda banget Bi,” ucap Ayumi dengan tatapan seriusnya pada Abi. Jika terus seperti ini Ayumi juga yang lelah dengan sikap Abi.
“Udah aku bilang kan, aku gak papa,” ucap Abi tak kalah tegas nya Tatapannya kini bahkan menatap Ayumi begitu dalam. Ayumi menghembuskan nafasnya kasar sambil memejamkan matanya berusaha menahan dirinya agar tidak lepas kontrol.
“Tapi kamu berubah banget Bi. Kamu udah gak pernah jemput aku, gak pernah nganter aku balik, kamu selalu sibuk. Dan kamu masih bilang kamu gak papa?” tanya Ayumi dengan tatapan penuh tanya pada Abi yang kini malah hanya menatapnya dengan tatapan datar nya.
“Dunia aku bukan hanya tentang kamu kan? Aku juga punya kesibukan aku sendiri,” ucap Abi pada Ayumi yang kini membuat Ayumi tersenyum dengan begitu sinis mendengar ucapan Abi.
“Kalau bukan aku yang nyamperin kamu, bisa aku tebak kita bahkan gak bakalan ketemu dan akhirnya juga kelar nih hubungan,” ucap Aymu dengan kekesalannya. Kini ia ingin mengungkapkan kekesalannya pada Abi yang sudah beberapa hari ini ia tahan. Abi yang mendengar ucapan Ayumi memejamkan matanya berusaha untuk tetap tenang.
Kini mereka bahkan sudah menjadi pusat perhatian karena pertengkaran Ayumi dan Abi yang cukup menarik untuk dilihat. Setelah beberapa bulan menjalin hubungan ini kali pertama mereka melihat pertengkaran antara Abi dan Ayumi karena sebelumnya Abi selalu mengalah pada Ayumi.
“Kamu bahkan ingkaran janji kamu yang bilang mau ngajak aku buat lihat senja setiap hari Bi, kamu udah gak pernah lagi nepatin ucapan kamu yang itu,” ucap Ayumi dengan taapan lelah nya pada Abi yang kini menatapnya dengan tatapan yang tak bisa Ayumi artikan.
__ADS_1
“Nanti sepulang sekolah,” ucap Abi singkat yang setelah nya kembali memakan makanannya tanpa memikirkan Ayumi dan segala pertanyaan Ayumi sedari tadi.
“Gak perlu,” ucap Ayumi yang sudah kesal pada Abi dan lebih memilih untuk segera pergi dari sana. Abi memejamkan matanya menghembuskan nafasnya kasar.
“Gue gak bisa,” gumam Abi sambil mengusap wajah nya dengan kasar.
***
Sepulang sekolah Ayumi benar-benar menghindari Abi. Bahkan ia pulang lebih dulu. Saat bel baru saja berbunyi. Ayumi kini sudah berada di depan gerbang. Ia sudah meminta Niclas agar menjemput nya. Beruntung laki-laki itu memang tepat waktu. Hingga saat Ayumi sampai di depan gerbang di sana juga sudah ada Niclas yang menunggunya di depan mobil.
“Lama sekali,” gerutu Niclas pada Ayumi yang kini hanya memutar bola matanya dan segera masuk ke dalam mobil laki-laki itu tanpa menghiraukan ucapan Niclas.
Niclas jelas menyadari jika ada yang tak beres dengan sahabat nya itu. mamun Niclas memilih diam dan tidak bertanya tentang apa yang sebenarnya terjadi pada sahabat nya itu.
Hingga tak lama mobil Niclas mulai melaju membelah jalanan di depannya dengan kecepatan sedang.
“Aku ingin es krim,” ucap Ayumi singkat. Niclas hanya mengangguk. Ia tahu saat mood gadis itu sedang buruk maka Ayumi akan memakan banyak es krim.
Tak lama mereka kini sampai di sebuah cafe yang menjadi langganan Ayumi karena es krim nya yang begitu Ayumi sukai. Setelah sampai Ayumi segera turun dari mobil Niclas lebih dulu. Niclas segera mengikutinya dan memesan pesanan mereka. Setelah selesai mereka segera mencari tempat duduk.
“Ada apa denganmu?” tanya Niclas yang kini akhirnya bertanya pada Ayumi tentang apa yang mempengaruhi mood gadis itu.
“Aku begitu kesal pada Abi,” jawab Ayumi yang kini membuat Niclas menaikkan sebelah alisnya mendengar ucapan tersebut.
__ADS_1
“Ada apa dengannya bukankah hubungan kalian baik-baik saja?” tanya Niclas pada Ayumi yang kini menghembuskan nafasnya kasar mendengar ucapan Niclas. Tidak ada yang baik-baik saja dengan hubungannya saat ini.
“Tidak. Hubungan kita sudah seperti di ambang kehancuran. Aku tak menyangka jika cinta pertama ku dan hubungan pertama yang aku jalani akan berakhir seperti ini,” ucap Ayumi dengan helaan nafasnya yang membuat Niclas mengerutkan kening nya mendengar ucapan Ayumi.
“Apa yang terjadi?” tanya Niclas dengan tatapan penuh tanya. Karena sudah beberapa hari ini ia tak bertemu dengan Ayumi. Namun tiba-tiba saja kini sahabat nya itu meminta nya untuk menghubunginya.
“Abi sekarang banyak berubah, dia sudah tak seperti dulu lagi. Bahkan ia sudah mengingkari ucapannya pada ku,” ucap Ayumi dengan tatapan sendu nya pada Niclas yang kini semakin bingung dan mengerutkan kening nya. Apa yang Ayumi ucapkan saat ini seperti bukan Abi.
“Kau bercanda? Bahkan dia berada di bawahmu, dia begitu mencintaimu,” ucap Niclas pada Ayumi dengan tatapan tak percaya nya.
“Nyatanya seperti itu,” ucap Ayumi dengan helaan nafas kasar nya.
“Kau tahu dia bahkan sekarang begitu tak peduli pada ku. Menjauhi ku dan malah seperti membenci ku,” ucap Ayumi dengan senyuman sinisnya saat mengingat bagaimana perlakuan Abi pada nya.
“Apa yang terjadi pada Abi? Apa dia selingkuh lagi?” tanya Niclas pada Ayumi yang kini hanya menggelengkan kepalanya dengan lemah. Ia juga tak tahu apa yang sebenarnya terjadi pada Abi. Namun sikap Abi benar-benar membuat nya bingung.
“Kau sudah berbicara dengannya?” tanya Niclas yang Ayumi balas dengan anggukan lemah.
“Dan dia malah mengabaikan ku,” ucap Ayumi yang kini berhasil membuat Niclas terkejut mendengar nya.
“Lalu apa yang akan kau lakukan?” tanya Niclas yang kini membuat Ayumi menggeleng mendengar nya.
“Entah lah, kini aku hanya ingin menenangkan diri ku saja,” ucap Ayumi yang membuat Niclas menghembuskan nafas nya kasar lalu mengelus tangan Ayumi berusaha menenangkan sahabat nya itu.
__ADS_1
Hingga tak lama pesanan mereka akhirnya datang dan Ayumi memilih untuk mengakhiri pembicaraan mereka dan fokus dengan es krim nya saja untuk menenangkan mood nya yang hancur itu.
***