First Love Casanova

First Love Casanova
Cemburu?


__ADS_3

Seperti yang telah direncanakan kini Ayumi memilih untuk menenangkan dirinya dengan ikut menemani Niclas jalan-jalan. Niclas adalah orang yang begitu on time. Sesuai dengan permintaan Ayumi. Setelah satu jam kini laki-laki itu sudah berada di rumah Ayumi.


Laki-laki itu kini tengah berbincang dengan ibunya. Kini bahkan mereka terlihat begitu dekat. Karena nyatanya memang seperti itu. Niclas memang begitu dekat dengan keluarga Ayumi. Karena dulu saat menjadi tetangga Niclas begitu sering bermain di rumah Ayumi.


“Nah itu Ayumi nya udah selesai,” ucap Mutia, ibu Ayumi dengan senyumannya sambil melihat anaknya yang baru saja menuruni tangga dengan pakaian santainya.


“Jika begitu saya pergi dulu tante,” ucap Niclas saat Ayumi kini sudah berada di dekat mereka. Mutia tersenyum sambil menganggukkan kepalanya.


“Baiklah. Kalian hati-hati ya,” pesan Mutia saat Ayumi dan Niclas kini menyalami tangannya.


Setelah berpamitan kini mereka memilih untuk segera pergi dari sana. Mereka kini menuju ke arah mobil Niclas. Niclas dengan begitu perhatiannya kini membukakan pintu untuk Ayumi. Membuat Ayumi tersenyum melihat nya.


“Terima kasih,” ucap Ayumi diiringi dengan senyumannya. Setelah nya Niclas segera menuju ke arah balik kemudi. Merasa semua nya sudah aman. Mobil pun mulai melaju meninggalkan pekarangan rumah Ayumi dengan kecepatan sedang.


“Mau kemana?” tanya Ayumi dengan menaikkan sebelah alisnya sambil melihat ke arah Niclas dengan menaikkan sebelah alisnya.


“Pantai? Kita sekalian berburu sunset,” tawar Niclas dengan menaikkan sebelah alisnya. Mendengar itu membuat Ayumi terlihat begitu bersemangat.


“Ayo, aku juga udah lama gak nikmati sunset,” ucap Ayumi dengan senyumannya yang kini terlihat mengembang begitu sempurna.


“Laki-laki yang suka menggoda mu, apa dia masih saja melakukan itu?” tanya Niclas saat kini mereka sudah dalam perjalanan. Niclas berusaha mencari topik pembicaraan agar mereka kini tidak berada dalam kecanggungan.


“Bisakah kita tidak membicarakannya? Aku begitu muak dengan laki-laki itu,” ucap Ayumi sambil memutar bola matanya malas. Niclas yang mendengar itu hanya terkekeh. Ia tahu, pasti ada yang tak beres dengan mereka.


“Haruskah aku menemuinya dan mengatakan jangan mengganggu kekasihku?” tanya Niclas dengan menaikkan sebelah alisnya menggoda sahabat nya itu yang kini membelalakkan matanya dengan senyuman lebar nya hingga setelah nya tawanya terdengar begitu keras.


“Hey, apa yang kau katakan?” tanya Ayumi dengan tawanya yang kini juga membuat tawa Niclas terdengar.


“Apa? Kau adalah kekasih ku? Mengapa? Aku ingin melihat reaksi nya saja,” ucap Niclas dengan tawanya yang kini membuat Ayumi memutar bola matanya sambil tertawa mendengar nya.

__ADS_1


“Jangan lakukan itu hm,” ucap Ayumi sambil menunjuk ke arah Niclas yang kini hanya terkekeh mendengar reaksi Ayumi.


“Aku harus melakukannya,” ucap Niclas dengan santai sambil tersenyum dengan begitu lebar nya.


“Hey kau ini, kau sangat menyebalkan,” ucap Ayumi dengan decihannya yang kini malah semakin membuat Niclas tertawa. Menggoda sahabat nya yang satu itu seolah menjadi hobi tersendiri untuknya. Niclas yang selalu berbicara formal dengan Ayumi membuat Ayumi kini malah lebih suka menyeimbangkan bahasa mereka. Hingga Ayumi sering kali menggunakan bahasa formal pada Niclas.


“Hanya dengan mu,” ucap Niclas dengan mengedipkan sebelah matanya yang kini malah membuat Ayumi bergidik ngeri mendengar nya.


“Ya ya ya, lakukan sesukamu,” ucap Ayumi dengan decihannya. Melihat Ayumi yang sekarang merajuk malah membuat Niclas semakin tertawa. Menggoda Ayumi hingga merajuk seolah membawa kesenangan tersendiri untuknya.


“”Bagaimana jika yang aku suaka adalah dirimu?” tanya Niclas yang kini semakin gencar menggoda Ayumi. Ayumi yang mendengar nya kini semakin menatap datar pada sahabat nya itu.


“Coba katakan sekali lagi,” ucap Ayumi dengan tatapan menantang nya pada Niclas yang kini sudah kembali tertawa sambil menggelengkan kepalanya.


“Aku tak berani,” ucap Niclas yang membuat Ayumi berdecih mendengar nya.


“Kau tahu alasannya. Dan aku tak ingin membahas nya,” tegas Ayumi yang membuat Niclas kini menghembuskan nafasnya sambil menganggukkan kepalanya mendengar ucapan gadis itu.


Hingga tak lama mereka akhirnya sampai di tempat yang mereka ingin kunjungi. Kini mereka memilih untuk melihat sunset Pantai Mutiara Pluit. Niclas lah yang memilih tempat nya. Ayumi segera keluar dari mobil. Menghirup udara sebanyak mungkin sambil merentangkan tangannya.


“Lain kali aku jadi ingin mendaki,” ucap Ayumi saat Niclas kini sudah berada di samping nya. Niclas yang mendengar nya menaikkan sebelah alisnya.


“Kau berani? Apa kau kuat?” tanya Niclas dengan begitu menantang. Ayumi yang mendengar nya hanya membelalakkan matanya karena diragukan oleh sahabat nya itu.


“Hey jangan meragukan ku,” ucap Ayumi pada Niclas yang kini hanya tersenyum sambil menganggukkan kepalanya.


“Baiklah, lain kali kita bisa mengatur nya,” ucap Niclas yang kini membuat Ayumi tersenyum sambil menganggukkan kepalanya dengan begitu semangat. Ia baru saja membaca Novel yang mengisahkan tiga gadis kuat yang ikut maranon yang balapan maronan dengan kekasih mereka. Membaca cerita itu membuat Ayumi jadi ingin mendaki juga.


Setelah nya mereka memilih untuk menuju ke arah pantai dan menikmati sunset lebih dekat lagi dengan pantai. Hingga hari itu Senyuman dan tawa Ayumi kembali lagi. Beban yang ia rasakan seolah terangkat semua. Ia begitu menyukai ini dan begitu tenang karena nya.

__ADS_1


***


Abi dan ketiga sahabat nya kini tengah menamani Tian yang berkata akan bertemu dengan gadis yang ia kenal secara online.


“Yakin cantik gak lo Yan? Nanti cantik di foto doang,” ucap Dino pada sahabat nya itu yang kini terus melihat ke sekeliling mencari gadis yang di maksud.


“Cantik kok,” ucap Tian dengan begitu percaya dirinya. Tian, Dino, juga Ivan kini memperhatikan tempat yang mereka datangi untuk membantu Tian mencari gadis yang sudah di ciri-cirikan. Sedangkan Abi kini terlihat sibuk dengan ponselnya.


Karena di tolak oleh Ayumi dengan begitu memalukannya kini laki-laki itu malah kembali berulah dengan mencari pacar baru lainnya. Entah sudah berada pacar yang ia dapatkan saat ini.


“Itu cewek,” ucap Ivan sambil menunjuk ke arah perempuan yang baru saja keluar dari sebuah mobil yang berhenti tak jauh dari mereka.


“Anjir itu ada cowok nya bego,” ucap Dino sambil memukul kepala sahabat nya itu.


“Ye kan siapa tau dia bakalan dateng bareng cowok lo,” ucap Ivan dengan kekehannya.


“Di kata Abi kali ya, ketemuan sama cewek di depan cewek nya,” ucap Tian yang kini sudah ikut tertawa. Abi yang namanya di sebut langsung menoleh ke arah sahabat nya itu dengan wajah datar nya. Mood nya kini masih tidak baik namun sahabat nya itu malah mencing amarahnya saja.


“Gak usah bacot lo,” kesal Abi yang kini hanya membuat Tian menyengir.


“Eh bentar deh. Kayak kenal gue ke tuh cewek,” ucap Dino yang kini membuat teman-temannya langsung memfokuskan perhatian mereka pada gadis yang kini tengah bercanda bersama seorang laki-laki.


“Lah, Ayumi,” ucap Ivan yang kini sontak membuat Abi yang sedari tadi fokus dengan ponselnya kini juga menoleh ke arah objek yang dilihat oleh sahabat nya itu.


“Anjir cowok nya ganteng. Pantes gak mau dia sama lo Bi. Mana kek pengusaha gitu,” ucap Tian lagi yang kini semakin memperhatikan bagaimana Ayumi yang kini terlihat begitu bahagia saat bersama dengan laki-laki itu. Sedangkan Abi kini malah mengepalkan tangannya. Entah mengapa saat melihat Ayumi bersama dengan laki-laki lain ia merasa begitu marah.


“Gue balik,” ucap Abi akhirnya yang memilih untuk segera pergi dari sana


“Cemburu?” tanya Tian pada temannya yang lain yang kini hanya mengedikkan bahunya tak tahu apa yang terjadi pada sahabat nya itu.

__ADS_1


__ADS_2