
Saat kini Ayumi sampai di restoran yang sudah dijanjikan untuk tempat bertemu oleh rekan-rekannya yang lain gadis tersebut segera memasuki restoran tersebut. Saat Ayumi Baru saja sampai kini ia langsung disambut oleh seorang penjaga yang sudah menunggunya.
“Pesanan atas nama Rs. Atla Samudra?” tanya Ayumi pada penjaga yang kini berada di pintu masuk restoran tersebut.
Mendengar pertanyaan dari Ayumi kini dengan segera pelayan perempuan mengantar nya menuju ke arah ruangan yang dijadikan sebagai tempat berkumpul para rekannya. Saat Ayumi kini berada di dalam ruangan tersebut tampak semua mata kini tertuju ke arahnya membuat gadis tersebut kini merasa canggung karena ia terus saja ditatap dengan berbagai tatapan.
“Ayumi ayo sini,” ucap Sheryl yang kini sudah berada di sana Melambaikan tangannya ke arah Ayumi memanggil gadis tersebut untuk mendekat ke arahnya yang kini berada di tengah meja. Mendengar hal tersebut Sheryl kini tersenyum ke arah rekan yang lain sambil menundukkan kepalanya dan berjalan ke arah Syahril yang sudah memanggilnya.
Ayumi kini segera duduk di samping Sheryl sedangkan di sampingnya kini tampak laki-laki Yang Tak asing menurutnya sepertinya ia sudah pernah melihat laki-laki tersebut sebelumnya.
“Lupa sama aku?” tanya laki-laki di samping Ayumi yang kini membuat Ayumi menaikkan sebelah alisnya menurut saha berpikir dengan keras mengingat laki-laki yang berada di sampingnya tersebut.
“Aku Heksa,” ucap laki-laki tersebut yang kini kembali memperkenalkan dirinya kepada Ayumi. Ayumi yang mendengarnya kini k tampak terkejut sebelum akhirnya ia menganggukkan kepalanya kala ia sudah mengingat laki-laki yang sempat ditemuinya saat ia berada di ruangannya sambil menunggu Abqa.
“Kalian udah saling kenal?” tanya Sheryl pada bahwa hanya tersebut yang kini hanya tersenyum sambil menganggukkan kepalanya hingga tak lama kini Sheryl segera menoleh ke arah Mita seolah tengah mengejek gadis tersebut jika ia sudah kalah start.
“Kita sempat nggak sengaja ketemu satu lagi aku di ruangan nunggu Abqa, terus dokter Heksa nggak sebenarnya masuk,” jelas Ayumi dan kini mendapatkan angkutan dari rekannya yang lain.
“Dua dokter yang terkenal di divisi lain nggak salah sih mereka sama-sama cantik dan ganteng,” goda dokter lainnya yang kini menetap Ayumi dengan senyumannya sedangkan Ayuni yang mendengarnya kini hanya tertawa kecil sambil menggelengkan kepalanya.
“Cantik itu relatif kok Dok,” ucap Ayumi masih berusaha untuk ke rendah hati.
“Cantik emang relatif tapi kalau kamu emang cantiknya mutlak,” ucap Heksa yang kali ini mengatakannya sambil menatap ke arah Ayumi dengan senyumannya. Ayumi yang mendengarnya kini hanya terkait sambil mengirimkan kepalanya mendengar ucapan laki-laki di sampingnya tersebut.
Sheryl yang mendengar hal tersebut kini langsung menoleh ke arah Mita seolah tangan mengejek gadis tersebut yakin hanya menampilkan wajah sedihnya.
“Dia itu dokter ganteng dari bedah umum yang pernah Mita ceritain,” jelas Sheryl sambil berbisik kepada Ayumi yang kini tampak membelalakkan matanya lalu menoleh ke arah Mita yang kini menganggukkan kepalanya sedangkan Ayumi sudah terkekeh sambil menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
“Kenapa?” tanya Heksa pada Ayumi yang kini hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.
“Oh iya kita kan belum saling kenal satu sama lain nih gimana kalau buat para dokter-dokter di sini mulai memperkenalkan dirinya kali juga ada yang mau promosi tentang revisinya ke anak magang boleh nih,” ucap salah satu dokter laki-laki yang berada di sana yang sepertinya merupakan kepala dokter bedah.
“Dokter duluan dong,” ucap dokter lainnya yang kini meminta Dokter tadi untuk memperkenalkan dirinya.
“Oke perkenalkan aku Mahen, umur 30 tahun kepala dari bedah umum anak,” ucap Mahen yang kini memperkenankan dirinya laki-laki tampan dengan wajah tegasnya namun terlihat begitu soft.
“Apa dokter-dokter dari bedah umum anak emang ganteng semua?” tanya Mita yang kini berbicara dengan berbisik pada rekamnya dari devisi yang sama dengannya karena kini mereka duduk saling berdekatan.
“Kayaknya sih gitu Mit,” ucap Ayumi dengan senyumannya yang kini mendapatkan angkutan Setuju dari rekannya yang lain sedangkan Sheryl yang mendengar ucapan dari Junior magangnya tersebut kini hanya menggelengkan kepalanya.
“Dari divisi saya ada Heksa yang merupakan dokter residence tahun ke-4 sekaligus Asisten saya,” ucap Maher yang kini memulai memperkenalkan satu persatu Junior dari divisinya sendiri juga 2 dokter magang yang berada di divisinya.
Satu persatu kini para dokter tersebut mulai memperkenalkan dirinya juga memperkenalkan dokter residen dan juga Dokter magang yang berada di bawahnya.
“Kamu pulang sama siapa?” tanya Heksa saat ini mereka sudah akan bersiap-siap untuk pulang.
“Palingan juga dijemput sama Pak Abqa,” ucap Sheryl yang kini membuat banyak mata menatapnya dengan tatapan penuh tanya karena mereka memang belum mengetahui bahkan tidak mengetahui hubungan Sakit.
“Pak Abqa CEO RS?” tanya Putra dengan menaikkan jumlah alisnya menetap Sheryl dengan tatapan penuh tanya nya.
“Iya lah siapa lagi?” tanya Sheryl dengan menatap Putra bingung.
“Ayumi kan calon bininya,” ucap Mita yang kali ini juga ikut membuka suaranya. Semua orang yang berada di sana tampak terkejut mendengar ucapan yang baru saja dikatakan oleh Mita berbeda dengan itu kini Ayumi hanya bisa memutar bola matanya malas mendengar ucapan dari rekan di sampingnya itu.
“Jangan ngaco deh kita tuh cuman sahabatan,” jelas Ayumi pada rekannya yang lainnya gini malah memicingkan matanya tampak curiga dan tak percaya dengan ucapan yang baru saja dikatakan oleh Ayumi.
__ADS_1
“Terserah Kalau nggak percaya,” ucap Ayumi akhirnya yang merasa kesal pada rekan-rekannya itu.
Namun akhirnya mereka hanya tertawa melihat kelucuan dari gadis tersebut. Berbeda dengan rekan yang lain kini seorang laki-laki tampak merasa kecewa juga merasa sedih mendengar apa yang baru saja didengarnya tersebut.
Suara dering dari ponsel Ayumi kini terdengar mengganggu semua yang berada di sana yang kini sontak menoleh ke arah Ayumi. Ayuni sendiri Kini segera mengambil ponselnya untuk melihat Siapa yang tengah menghubunginya.
Nama Abqa kini tertera dengan jelas di sana yang membuat Ayumi kini dengan segera menjawab panggilan tersebut.
“Iya aku keluar,” ucap Ayumi setelah mendapatkan perintah dari Abqa agar ia segera keluar karena Abqa sudah menunggunya.
“Hm Maaf. Aku pergi duluan ya. Abqa udah nunggu soalnya,” pamit Ayumi dengan senyumannya. Sedikit menundukkan kepala hormat pada atasannya yang lain.
“Kita bareng aja, ini kita semua udah selesai,” ajak Tina yang setelah nya mereka mengangguk setuju lalu setelah nya kini mereka segera menuju ke arah depan bersama-sama. Di depan mobil berwarna hitam kini terlihat dengan jelas Abqa yang berdiri sambil menunggu Ayumi dengan memainkan ponsel nya.
“Aku duluan ya, Dokter,” ucap Ayumi setelah nya ia segera pergi dari sana dengan senyumannya.
Rekannya kini masih dapat melihat Ayumi dan Abqa. Melihat bagaimana Abqa yang memperlakukan Ayumi dengan begitu romantis nya. Membukakan pintu untuk Ayumi dan melindungi kepala Ayumi.
“Mereka serasi banget,” ucap salah satu dokter yang berada di sana yang kini mendapatkan anggukan setuju dari rekannya yang lain.
“Katanya sih dulu tuh, Ayumi tunangan nya Pak Abqa. Cuma sudah meninggal, sekarang Abqa yang jaga Ayumi,” ucap Gina yang kini menjelaskan. Dokter lain yang mendengar nya kini tampak menaikkan sebelah alisnya yang kemudian mendapatkan anggukan dari Gina.
“Sudah lah jangan bicarakan lagi. Lagi pula kita harus cepet balik ke rumah sakit, kasien para dokter senior lain karena harus mengurus banyak pasien yang mungkin saja datang, padahal umur mereka sudah tidak muda lagi,” ucap Heksa yang kali ini menghentikan pembicaraan tersebut. Dokter lain yang mendengar nya kini tampak menaikan sebelah alisnya sebelum akhirnya tersenyum dengan misterius.
Setelah nya mereka kini segera menuju ke arah kendaraan mereka masing-masing untuk kembali ke rumah sakit lagi bagi mereka yang memiliki jadwal sip malam.
***
__ADS_1