First Love Casanova

First Love Casanova
Tetap Sekolah


__ADS_3

Seorang laki-laki dengan kaos hitam juga jeans hitam nya kini berjalan dengan santainya di koridor sekolah. Berbeda dari murid lain yang memakai seragam sekolah laki-laki itu kini malah menggunakan pakaian santainya.


Senyumannya tak pernah luntur saat banyak yang menyapa nya. Laki-laki tersebut tak lain adalah Abi yang kini tetap datang ke sekolah walau dengan pakaian bebas nya.


“Lah ngapain masuk lo?” sapaan itu berasal dari sahabat nya yang kini menghampirinya dengan senyumannya yang mengembang dengan tatapan penuh tanya nya.


“Bosen di rumah,” ucap Abi yang membuat temannya berdecih.


“Alasan lo gak masuk akal. Biasanya juga lo bolos buat hibernasi. Kenapa tiba-tiba gini bosen di rumah?” tanya Tian pada sahabat itu. Abi memang pernah beberapa kali tidak masuk sekolah hanya untuk tidur sepanjang hari. Namun kini laki-laki yang masih dalam masa skors itu malah datang ke sekolah mereka.


“Itu beda, sekarang gue ada kesenangan tersendiri buat sekolah,” ucap Abi dengan seringainya yang membuat sahabat nya kini menghela nafasnya kasar sambil menggelengkan kepalanya. Mereka jelas mengetahui siapa yan Abi maksud.


“Gak ada kapok nya lo. Lagian Ayumi agoh ini sama lo,” ucap Ivan sambil menggelengkan kepalanya. Ia tak mengerti lagi dengan sahabat nya yang satu ini. Abi seolah tak pernah lelah mengejar Ayumi. Namun caranya untuk mengejar Ayumi begitu berbeda dengan laki-laki lain. Bukannya perhatian dan kasih sayang yang Ayumi dapat. Abi malah memberikannya kejahilan dan tingkah Abi yang sering membuat Ayumi kesal.


Menghadapi Abi memang harus memiliki kesabaran yang tinggi. Dan Ayumi cukup memilikinya buktinya gadis itu mampu bertahan sampai saat ini. Sebuah hal yang tak pernah Abi duga sebelumnya.


“Usaha bro,” ucapAbi dengan senyumannya yang membuat temannya hanya bisa mengeleng mendengar ucapan Abi.


“Btw lo bawa apa tuh?” tanya Dion saat melihat sebuah tote bag yang dibawa oleh Abi. Senyuman tercetak jelas di wajah Abi saat melihat apa yang kini dibawa oleh nya. Melihat senyuman misterius Abi membuat temannya bisa menebak jika apa yang Abi bawa saat ini tak akan baik untuk Ayumi.


“Hadiah spesial untuk pacar tersayang gue,” ucap Abi yang setelah nya tersenyum dengan serinainya.


Sahabat nya bahkan kini bergidik ngeri melihat nya.

__ADS_1


“Kalian masuk duluan aja, gue mau nyamperin Ayumi dulu,” ucap Abi dengan senyuman lebar nya.


“Jangan di buat pingsan lagi anak orang Bi,” pesan Ivan pada Abi. Mengingat Abi pernah membuat Ayumi pingsan karena seekor cicak.


“Jangan lupa bro, gue sama Abi pernah dikasih tikus sama dia,” ucap Tian mengingat kan bagaimana Ayumi berani dengan tikus. Ayumi memang berbeda dengan gadis lainnya. Gadis itu seolah tak memiliki rasa takut, atau selain cicak lebih tepat nya.


“Emang agak laen Ayumi tuh,” ucap Dion dengan tawanya.


Mereka memutuskan untuk segera masuk ke kelas mereka karena sebentar lagi jam masuk sudah akan dimulai. Sebenarnya mereka ingin untuk ikut Abi dan melihat kejutan apa yang Abi berikan pada Ayumi. Namun laki-laki itu malah meminta nya untuk masuk.


***


Ayumi kini tengah berada di kelas nya bersama dengan teman-temannya. Menikmati sarapannya yang baru ia beli tadi. Ia tak sempat untuk sarapan di rumah nya jadilah kini ia harus sarapan di sekolah nya. Setelah sekian lama Ayumi sekolah di tempat ini baru kali ini Ayumi rasanya begitu tenang dan menikmati pagi nya karena pengganggu yang selama ini selalu mengganggu nya semenjak ia sekolah kini akhirnya tak ada.


“Damai banget hidup gue tanpa Abi,” ucap Ayumi dengan senyumannya sambil menikmati makanannya dengan begitu lahap. Kedua sahabat nya yang melihat itu hanya terkekeh sambil menggelengkan kepalanya. Melihat Ayumi yang begitu bahagia seperti itu. Kedua sahabat nya seolah ikut merasakan kebahagiaan yang saat ini tengah dirasakan oleh Ayumi.


“Lagian terima aja lah Yum. Gue bisa tebak sih kalau lo terima dia. Dia bakalan berhenti gangguin lo, dan lama-lama juga kalau dia udah bosen ilang sendiri dia nya,” saran Kanaya pada Ayumi yang kini menggelengkan kepalanya mendengar ucapan sahabat nya yang satu itu.


“Engga. Gue takut nya bakalan lama buat dia ninggalin gue dan gue malah duluan jatuh ke tuh orang. Gue juga yang ribet kalau gitu. Dia mah gak punya perasaan gue yang luka,” ucap Ayumi dengan tegas nya. Jelas ia memikirkan untuk keberlangsungan hidupnya kedepannya. Ia tak ingin jika hanya untuk terlepas dari Abi ia mengambil jalan yang malah akan membahayakan dirinya sendiri.


“Tenang aja Ay, kalau kamu mau sama aku. Aku gak bakalan ninggalin kamu,” ucap suara yang tiba-tiba saja muncul mengganggu ketenangan Ayumi. Ayumi masih tak mengalihkan tatapannya karena mengira jika suara itu hanya halusinasi nya.


“Terlalu lama di gangguin Abi kayaknya gue gila deh. Gue kayak tau gitu apa yang bakalan dia jawab kalau gue ngomong begitu, suara nya kek tiba-tiba muncul,” ucap Ayumi mengadu pada kedua sahabat nya yang kini sudah menampilkan senyumannya sambil mengkode pada Ayumi jika kini di belakang nya ada orang yang telah mereka bicarakan.

__ADS_1


“Gue di belakang lo Ay,” ucap laki-laki itu lagi yang tak lain adalah Abi. Ayumi segera menoleh ke arah Abi dengan tatapan terkejut nya.


“Lah kok ada lo sih? Ngapain lo sekolah? Udah di kasih libur malah sekolah lo,” ucap Ayumi yang kini sudah mengomel dan menatap Abi dengan kekesalannya.


“Biar pinter lah gue mangkanya gue sekolah. Gila aja lo pinter terus gue harus bodoh? Malu sama anak kita nanti Ay,” ucap Abi dengan tatapan serius nya pada Ayumi yang kini malah bergidik ngeri mendengar ucapan dari laki-laki di depannya itu yang malah berkata seperti itu.


“Gue gak peduli sama lo dan anak lo Bi. Anak lo bukan anak gue, anak gue ogah punya bapak kayak lo,” ucap Ayumi dengan penuh penekanan dalam ucapannya. Tatapannya kini begitu kesal pada Abi.


“Lah itu lo udah manggil Bi aja. Gimana sih Ayang,” ucap Abi dengan seringainya yang kini membuat Ayumi bergidik ngeri melihat nya.


“Sarap lo,” ucap Ayumi dengan gelengan kepalanya.


“Pergi lo sana. Pulang lo,” ucap Ayumi pada Abi yang kini menghembuskan nafasnya kasar sambil mengubah ekspresi wajah nya menjadi sedih.


“Ya udah lah.Nih buat lo,” ucap Abi sambil menyerahkan paper bag yang di bawanya pada Ayumi.


Ayumi tak langsung mengambil nya takut jika Abi kembali memberikannya hewan menjijikkan namun pada akhirnya ia mengambilnya agar Abi segera pergi dari sana.


Abi baru saja akan pergi namun Ayumi segera menahannya.


“Sini dulu lah,” ucap Ayumi yang ingin membuka nya bersama Abi.


***

__ADS_1


__ADS_2