
Ayumi kini menatap dengan penuh rasa bersalah pada guru laki-laki nya yang kini tengah di obati oleh dokter sekolah mereka.
“Pak maaf ya,” ucap Ayumi dengan tatapan bersalah nya pada guru di depannya itu yang kini malah tersenyum ke arah Ayumi dengan tatapan lembut.
“Gak papa Yum. Bukan salah kamu,” ucap Putra dengan senyuman menenangkannya pada Ayumi. Walaupun Putra mengatakan jika ini bukan salah nya tetap saja, Ayumi merasa bersalah karena ia lah kini Putra di pukuli oleh Abi dan malah berada di UKS.
“Tetep aja saya ngerasa bersalah pak,” ucap Ayumi dengan helaan nafas kasar nya.
“Tidak masalah,” ucap Putra yang hendak mengelus puncak tangan Ayumi untuk menenangkan. Namun tangannya kini malah mengambang di udara saat Ayumi sudah lebih dulu ditarik oleh laki-laki yang baru datang.
“Wah, gak ada kapok nya lo nyentuh cewek gue,” ucap laki-laki yang tak lain adalah Abi dengan kekesalannya. Namun tak lama jitakan di kepalanya membuat Abi mengelus dan pelaku nya adalah Sang ayah. Jika begini ia tak berani lagi untuk melawan.
Ayumi yang melihat keberadaan kepala sekolah nya segera menyalami laki-laki itu juga laki-laki di samping kepala sekolah mereka yang tak Ayumi ketahui siapa. Teman-teman Ayumi juga mengikuti apa yang Ayumi lakukan.
“Bokap nya Abi, yang punya yayasan ini,” bisik Calya di samping Ayumi saat melihat tatapan bingung dari Ayumi. Mendengar penjelasan Calya, Ayumi menganggukkan kepalanya.
“Papa nyuruh kamu minta maaf, bukannya makin lancang,” ucap Mario dengan begitu tegas pada anaknya itu yang kini menampilkan wajah kekesalannya.
Jika sudah ada ayah nya kini ia hanya bisa menurut saja karena tak ingin seluruh asetnya disita. Vanya yang melihat itu menaikkan sebelah alisnya. Hingga senyumannya mengembang namun berusaha ia tahan saat melihat Abi yang kini terlihat takut pada ayah nya.
“Lagian dia duluan Pah, pegang-pegang pacar aku,” ucap Abi dengan kekesalannya yang membuat Mario kini menggelengkan kepalanya mendengar ucapan anaknya itu. Mario melihat gadis di samping nya dan ia dapat melihat gadis cantik di samping nya dengan jelas.
“Kamu pacar nya Abi?” tanya Mario dengan tatapan penuh tanya nya pada Ayumi yang kini langsung menggelengkan kepalanya dengan begitu tegas.
“Bukan Pak,” ucap Ayumi tegas. Soni yang berada di samping Mario kini berusaha mengulum senyum nya agar tawa nya tak meledak begitupun dengan yang lainnya. Sedangkan Mario kini merasa terkejut jika ada yang bisa menolak anaknya itu.
Abi kini bahkan sudah membelalakkan matanya mendengar jawaban Ayumi.
“Kok nggak sih Yum?” tanya Abi dengan tatapan kesal nya pada Ayumi.
__ADS_1
“Lah emang bukan,” sungut Ayumi dengan kekesalannya. Mario kini tahu jika gadis itu memang begitu menarik dan berbeda dengan pacar anaknya yang lain yang hanya mendekati Abi hanya untuk harta saja. Ia tahu mengapa anaknya itu jadi menggilai gadis itu.
“Sudah lah, jangan bertengkar. Kamu gak usah maksa anak orang gitu. Sekarang kamu mending minta maaf sama Pak Putra,” perintah Mario dengan ketegasannya. Seolah tak ingin mendengar bantahan lagi dari anaknya itu.
Abi bersungut kesal. Namun mau tak mau akhirnya ia hanya bisa untuk menuruti kemauan dari ayah nya itu.
“Maaf pak,” ucap Abi dengan begitu singkat.
“Yang bener Abigail,” tegas Mario yang kini memanggil Abi dengan nama depannya yang jelas. Jika sudah begini maka ia harus menurut.
“Maaf ya pak udah mukul bapak. Mangkanya pak jangan sembarangan sentuh pacar orang,” kesal Abi yang masih saja memperingati guru nya itu. Mario memejamkan matanya sedangkan Soni kini hanya menggelengkan kepalanya.
“Kamu gak bisa minta maaf yang bener?” tanya Mario tak habis pikir dengan anaknya yang satu itu.
“Udah bener Pa,” ucap Abi yang kesabarannya sudah akan habis karena ayah nya itu.
“Nah tuh pah dengerin kata anak tua,” ucap Abi yang kini berhasil membuat ayahnya itu naik pitam. Sudah tak tahan lagi dengan anaknya yang satu ini.
Sony yang melihat nya hanya menggeleng. Sedari tadi ia berusaha menahan tawa nya. Begitupun dengan kedua sahabat Ayumi juga dokter yang berada di sana. Ayumi hanya melongo melihat nya.
“Udah lah, ayo Yum balik,” ajak Abi yang setelah nya langsung menarik tangan Ayumi yang kini masih terbongong di tempat nya. Ia masih tak sadar jika kini tangannya sudah di tarik oleh Abi untuk keluar dari UKS.
“Pak Putra saya juga meminta maaf atas tindakan anak saya. Saya sudah memberikannya hukuman, saya harap bapak memaklumi nya,” ucap Mario yang kini juga meminta maaf atas nama anaknya pada guru olahraga itu.
“Tidak apa pak,” ucap Putra dengan senyuman menenangkannya yang membuat Mario mengangguk sambil tersenyum.
“Istirahat saja sampai sembuh pak,” ucap Soni pada Putra yan kini menjawabnya dengan anggukan.
“Terima kasih Pak,” ucap Putra.
__ADS_1
“Kalau begitu saya permisi dulu,” ucap Mario yan setelah nya segera pergi meninggalkan UKS bersama Soni. Tak hanya mereka akhirnya kedua murid mereka yang sedari tadi masih setia berada di UKS memutuskan untuk segera pergi juga.
***
Ayumi yang kini sudah tersadar jika tengah ditarik oleh Abi kini langsung menghempaskan tangannya dengan kasar. Membuat Abi menghentikan langkah nya.
“Kenapa Yum?” tanya Abi dengan kerutan di kening nya sedangkan Ayumi kini sudah membelalakkan matanya mendengar pertanyaan Abi.
“Pake nanya lagi. Lo ngapain narik gue?” Tanya Ayumi dengan kekesalannya pada Abi.
“Ngajakin keluar lah. Lagian di dalem itu gak baik buat lo,” ucap Abi memperingati yang membuat Ayumi berdecih mendengar nya.
Jika saja bisa ingin rasanya, Ayumi menenggelamkan laki-laki di depannya itu ke dalam lautan. Ia tak habis pikir mengapa ada orang yang bisa semenyebalkan Abi.
“Tau lah, ngeselin lo,” kesal Ayumi yan setelah nya langsung pergi meninggalkan Abi yang masih berdiri di posisinya.
“Salah gue apa dah?” tanya Abi dengan helaan nafas kasar nya.
“Gagal lagi boy?” tanya Mario yang kini tiba-tiba saja muncul di samping Abi dan ikut memperhatikan AYumi yang sudah pergi. Sedari tadi ia terus memperhatikan anaknya itu.
“Papa juga susah gitu dapetin Mama?” tanya Abi pada ayah nya. Bermaksud meminta konsultasi pada yang lebih berpengalaman.
“Enggak juga sih, kan Papa lebih ganteng dan lebih baik dari kamu,” ucap Mario dengan senyuman bangga nya yang membuat Abi kini memutar bola matanya malas mendengar ayahnya yang begitu percaya diri.
“Padahal sama aja kata Om Soni,” sungut Abi yang setelah nya langsung pergi dari sana meninggalkan Ayahnya yang masih tercengang mendengar tingkah anaknya itu.
***
__ADS_1