
Semakin hari bukannya semakin membaik, keadaan Abi kini malah semakin memburuk. Laki-laki itu makin kurus setiap hari nya. Abqa yang akhirnya memutuskan untuk lanjut sekolah di Indonesia dan Abi yang akhirnya hanya bisa kuliah di rumah sakit.
Sampai saat ini masih tak ada yang mengetahui tentang keadaan Abi kecuali keluarga dan sahabat nya. Mereka menyembunyikannya dengan baik. Abqa masih berperan sebagai Abi. Namun bagi wali kelas dan beberapa guru yang diperlukan sudah diberi tahu tentang keadaan Abi.
Sahabat Abi kini sering datang untuk menjenguk Abi. Seperti hari ini sepulang sekolah mereka semua datang untuk menjenguk Abi.
“UN lo gimana Bi? Pasti enak ya UN sendiri,” ucap Tian pada Abi dengan helaan nafas nya.
Hari ini mereka memang sudah mulai Ujian Nasional. Tidak terasa memang akhirnya kini mereka sudah harus ujian nasional.
“Pala lo enak. Lo pada enak bisa nyontel gue mana bisa,” ucap Abi dengan kekesalannya pada sahabat nya itu.
“Mana bisa, soal nya beda,” ucap Dino mengelak tuduhan dari sahabat nya itu.
“Beda apaan? Soal nya sama di acak doang itu,” ucap Abi yang kini tampak membuat Dino terkejut mendengar nya.
“Lah emang iya?” tanya Dino pada sahabat nya yang lain yang kini menjawabnya dengan anggukan.
“Wah parah kagak ada yang ngasih tau gue,” ucap Dino menatap sahabat nya yang lain dengan tatapan kesal nya. Sedangkan sahabat nya kini malah tertawa mendengar nya.
__ADS_1
“Lo juga yang kagak nanya,” ucap Tian pada Dino yang kini hanya berdecih mendengar ucapan sahabat nya itu.
“Besok lah gue nanya,” ucap Dino dengan kekesalannya. Abqa yang mendengar pembicaraan tersebut hanya menggelengkan kepalanya sambil tersebut.
Kini mereka tengah berbincang dengan duduk melingkar, Abi kini duduk di kursi rodanya karena memang kini Abi malah menjadi begitu lemah. Untuk berjalan pun sulit untuk nya.
“Main apa gitu ya enak nya?” tanya Tian saat mereka kini hanya saling terdiam saja.
“Main, belajar bareng ini agenda nya,” ucap Abqa pada sahabat nya itu yang kini malah menyegir mendengar jawaban Abqa. Memang kini mereka datang untuk belajar bersama, dengan Abqa yang akan mengajari mereka.
Hingga kini mereka belajar bersama hingga hari yang semakin sore. Setelah nya mereka memutuskan untuk segera pulang saat hari semakin sore. Namun berbeda dengan Ayumi yang kini lebih memilih membawa Abi jalan-jalan sore. Mereka memutuskan untuk menuju ke arah rooftop untuk melihat matahari tenggelam dari sana.
“Ngapain bosen? Pemandangan di sini bagus kok,” ucap Ayumi dengan senyumannya pada Abi yang kini membuat Abi juga ikut tersenyum mendengar jawaban dari tunangannya itu.
“Makasih ya Ay, udah mau rawat aku . Jagain aku, nemenin aku, dan mau nerima aku,” ucap Abi pada Ayumi. Ayumi yang mendengar ucapan Abi kini menatapnya dengan tatapan tak suka.
“Aku gak suka denger kamu ngomong gitu. Aku udah sering bilang kalau aku ngelakuin ini karena aku tulus dan aku sayang sama kamu,” ucap Ayumi pada Abi yang membuat Abi kini tersenyum mendengar ucapan dari kekasih nya itu.
“Ay apapun yang terjadi kedepannya, aku mau kamu selalu bahagia ya. Jangan pernah sedih,” ucap Abi pada Ayumi lagi yang kini membuat Ayumi menatap datar pada Abi.
__ADS_1
“Abi stop ya. Aku gak suka loh denger nya,” ucap Ayumi pada Abi dengan tatapan tak suka nya. Abi yang meloihayt itu kini segera menarik Ayumi ke dalam pelukannya. Ayumi memejamkan matanya sambil membalas pelukan Abi.
Mendengar ucapan Abi hanya membuat nya takut. Ayumi begitu takut kehilangan Abi.
“Kamu tahu, aku pikir cinta pertama aku itu gadis yang pernah aku ceritain ke kamu. Tapi kayaknya aku salah, dia cuma cinta monyet untuk aku. Karena seperti nya orang yang bener-bener ngajarin aku apa itu cinta, itu kamu,” ucap Abi pada Ayumi yang kini membuat cukup terkejut mendengar ucapan Abi.
“Selama ini apa yang aku lakukan sepertinya hanya sebuah makanan untuk ego saja. Makasih ya Ay udah ngajarin apa itu cinta,” ucap Abi pada Ayumi yang membuat Ayumi kini menganggukkan sambil tersenyum mendengar nya.
“Makasih ya Bi. Aku pengen terus kayak gini sama kamu,” ucap Ayumi sambil memeluk Abi dengan begitu erat nya.
“Janji sama aku, kamu harus tetep bahagia dengan atau tanpa aku,” ucap Abi pada Ayumi yang kini membuat Ayumi tertegun mendengar ucapan Abi.
“Gimana aku bisa bahagia tanpa kamu? Kalau bahagia aku itu kamu?” tanya Ayumi pada Abi.
“Kamu bisa Ay. Kalau kamu kangen aku liat aja bintang, karena aku bagian dari mereka,” ucap Abi pada Ayui dengan pelukannya yang semakin erat.
“Udah ah aku gak suka pembicaraan ini. Aku pengen kamu tetep sama aku. Aku pengen kamu tetep disini,” ucap Ayumi pada Abi dengan tegas nya. Abi akhirnya hanya diam sambil memejamkan matanya dan semakin mengeratkan pelukannya pada Abi. Tanpa ingin memikirkan tentang apa yang terjadi kedepannya.
***
__ADS_1