First Love Casanova

First Love Casanova
S2 Khawatir


__ADS_3

Pasien terakhir yang  harus ditemui oleh Ayumi kini akhirnya selesai juga. Gadis tersebut kini dengan segera menuju ke arah barang-barangnya berada untuk memeriksa ponselnya dan memberi kabar pada Abqa  jika ia sudah pulang.


Namun baru saja yuniko ponselnya ternyata disana sudah ada notifikasi pesan dari Abqa  yang memberikan kabar jika hari ini ia tidak bisa menjemput Ayumi dan sudah meminta sopir di rumahnya untuk menjemput gadis tersebut.


Abqa


Ay maaf hari ini aku gak bisa jemput kamu karena ada urusan mendadak


Tapi aku udah minta sopir untuk jemput kamu


Kamu hati-hati, kalau udah sampai rumah kabarin aku


Begitulah pesan  yang baru saja dikirim oleh Abqa. Ayumi yang membaca pesan tersebut kini hanya tersenyum lalu segera memasukkan ponselnya ke dalam tasnya dan berjalan keluar dari rumah sakit.


Tak ingin membuat sopirnya menunggu begitu lama akhirnya ia bergegas menuju ke arah depan dan benar saja saat ia sampai di depan kini ternyata sudah ada sopirnya yang menunggu di depan rumah sakit.


Saat sampai di depan rumah sakit kini dalam segera Ayumi menghampirinya yang dibalas dengan senyuman oleh sopir tersebut.


“Udah Lama nunggunya Pak?”  tanya Ayumi pada sang supir yang kini tengah membukakan pintu untuknya.


“Enggak kok non,”  ucap sopir tersebut yang hanya dibalas dengan angkutan oleh Ayumi.


Tak lama mobil kini mulai melaju meninggalkan depan rumah sakit menuju ke arah rumah Ayumi.


Selama di perjalanan kini Ayumi hanya diam saja sambil memainkan ponselnya tampak begitu sibuk dengan media sosialnya.


“Abqa  ke mana ya pak?”  tanya Ayumi pada sang sopir yang kini akhirnya ia membuka pembicaraan terlebih dahulu karena tak tahan dengan kesunyian yang kini menyapa mereka.

__ADS_1


“Aden tadi ke kantor tuan besar yang bergerak di bidang tekstil Non, ada meeting kayaknya di sana. Tuan kan lagi ke Luar Negeri Non,”  jelas sopir tersebut pada Ayumi yang kini menganggukkan kepalanya mengerti. Sudah Ayumi duga Abqa tidak akan melewatkan untuk menjemputnya jika tidak ada hal penting yang dilakukan oleh laki-laki tersebut.


“Pak, ke makan Abi dulu ya,” pinta Ayumi pada sang Sopir yang kini tersenyum sambil menganggukkan kepalanya setuju.


Hingga tak lama kini akhirnya mereka sampai di sebuah pemakaman. Ayumi segera turun dari mobilnya dan berjalan menyusuri pemakan tersebut berjalan menuju ke arah peristirahatan terakhir Abi berada.


Dan kini di sinilah Ayumi berada di sebuah makam dengan batu nisan yang bertuliskan Abigail  Athala Samudra. Berada di makam laki-laki yang begitu ia rindukan juga begitu ia cintai nyatanya luka tersebut masih ada hingga kini ia masih merasa sedih dan belum percaya jika kini ia sudah kehilangan Abi


“Halo Abi,  Hari ini aku datang lagi. Udah lama kan aku nggak main ke sini, aku kangen Bi,” ucap Ayumi dengan tatapan sendunya menatap makan di depannya. Sudah bertahun-tahun berlalu namun tetap saja kini ia masih belum bisa untuk melupakan Abi dan menghapus perasaannya untuk laki-laki tersebut.


“ Kenapa susah banget buat aku ngelupain kamu? Kenapa susah banget buat Aku gantiin posisi kamu dengan laki-laki lain? Kamu udah ikhlasin aku untuk Abqa  tapi nyatanya hati aku yang nggak bisa ikhlas,  aku masih butuh kamu Abi.”  Ayumi tambah terasa kini sudah kembali meneteskan air matanya,  sudah lama rasanya ya tidak menangis karena laki-laki yang sudah tiada tersebut tanpa di Akhirnya kini tangisnya kembali tumpah.


“Abqa orang yang baik, tapi sampai sekarang aku belum bisa buat balas perasaan dia. Dia yang selalu ada buat aku sampai buat aku takut kehilangan dia, tapi aku juga merasa belum bisa menempatkan dia sepenuhnya di hati aku. Aku gak mau kalau aku nerima Abqa karena dia kembaran kamu, karena aku bisa ngeliat wajah kamu di dia. Padahal kalian orang yang berbeda,” ucap Ayumi yang kini kembali melanjutkan cerita nya pada Abi.


“Aku nggak Jahat kan Bi?”  tanya Ayumi lagi walaupun ia tahu Abi tidak akan menjawab pertanyaannya tersebut namun tetap saja gini ia mengatakan hal tersebut kepada Abi.


“Udah sore nih Bi aku pulang dulu ya nanti lain kali aku ke sini lagi,  Janji deh aku bakalan lebih sering untuk ke sini,” ucap Ayumi berpamitan kepada Abi gadis tersebut mengelus Batu Nisan yang berada di depannya setelahnya barulah kini ia segera bangkit dari posisinya dan berjalan menuju keluar dari pemakaman tersebut.


Terlihat kini saat Ayumi keluar dari proses pemakaman tersebut sopir yang disuruh oleh Abqa  masih menunggunya dengan begitu Setia tak ingin membuatnya menunggu lebih lama hal ini dengan seterah menuju ke arah sopir tersebut.


***


Seorang laki-laki dengan setelan jas formalnya kini berjalan menyusuri koridor Rumah Sakit dengan seorang anak yang kini berada di dalam gendongannya di sampingnya seorang wanita ingin berjalan mengikutinya dengan terburu-buru.


Hingga saat mereka kini sampai di depan UGD laki-laki yang tak lain adalah Abqa  segera meletakkan bocah laki-laki berumur 7 bulan tersebut dibenker Rumah Sakit hingga seorang dokter kini segera menghampirinya dan segera memeriksanya.


“Diano gak akan kenapa-napa kan Pak?” tanya wanita di samping Abqa dengan tatapan penuh rasa khawatir nya pada anak nya yang kini tengah ditangani oleh dokter.

__ADS_1


“Berdoa saja semoga anakmu gak papa,” ucap Abqa pada wanita yang tak lain adalah Dinira, wanita yang pernah ia bantu beberapa bulan lalu. Dinira yang mendengar ucapan dari Abqa kini menganggukkan kepalanya berharap anaknya akan baik-baik saja.


Suara dering dari ponsel Abqa kini membuat mereka mengalihkan perhatian mereka ke arah ponsel Abqa. Abqa dengan segera memeriksa ponselnya sehingga ia dapat melihat nama Ayumi yang kini terpampang di sana.


Melihat hal tersebut, Abqa dengan segera menjawab panggilan Ayumi karena tak ingin membuat Ayumi menunggu dan khawatir padanya.


“Halo Ay, kenapa?” tanya Abqa setelah menjawab panggilan Ayumi.


“Kamu udah pulang?” tanya Ayumi di seberang sana. Abqa yang mendengar pertanyaan Ayumi kini tampak menaikkan sebelah alisnya.


“Kenapa Hm?” tanya Abqa dengan bingung karena tak bisanya Ayumi bertanya seperti itu padanya.


“Tumben aja kamu gak ada ngabarin, aku khawatir,” terang Ayumi yang membuat Abqa kini tersenyum senang karena Ayumi mengkhawatirkannya.


“Aku baik-baik aja, ini aku masih ada keperluan. Pulang nya aku mampir ke rumah kamu. Kamu mau aku bawain apa?” tanya Abqa pada gadis di seberang sana.


“Terserah kamu aja deh,” ucap Ayumi. Abqa yang mendengar nya hanya terkekeh sambil menggelengkan kepalanya.


“Ya udah setelah ini aku langsung kesana,” ucap Abqa. Setelah berpamitan ia segera menutup panggilan tersebut.


Setelah selesai menerima telepon dari Ayumi kini Abqa dengan segera kembali pada wanita yang kini terlihat menatap ke arah nya Abqa dengan tatapan penuh tanya nya.


“Pacar nya Pak?” tanya wanita tersebut, namun Abqa lebih memilih untuk menjawab nya dengan senyuman. Ayumi bukanlah kekasih nya, namun ia tak ingin jika Abqa mengatakan Ayumi bukan kekasih nya. Wanita yang berada di samping nya itu malah berharap padanya.


Bukannya terlalu percaya diri. Namun dari sikap dan tatapan wanita tersebut Abqa bisa melihat nya dengan jelas. Ia tak ingin menyakiti Ayumi dan juga ia sudah berjanji akan selalu bersama dengan Ayumi. Menjaga Ayumi dan menggantikan posisi Abi untuk Ayumi.


***

__ADS_1


__ADS_2