First Love Casanova

First Love Casanova
S2 Makan Bersama


__ADS_3

Sebuah mobil berwarna putih kini berhenti di depan sebuah perusahaan yang menjulang begitu tinggi. Mobil tersebut di kendarai oleh Ayumi yang kini sudah sampai di perusahaan Abqa. Dengan segera kini ia memarkirkan mobil nya di basement kantor.


Rasanya sudah begitu lama ia tak ke kantor keluarga Abqa yang kini ia datangi itu. Terakhir ia datang saat mengantar Abi untuk mengantar dokumen ke Papa nya. Sudah begitu lama. Senyuman Ayumi kini mengembang dengan tatapan sendu nya, helaan nafas kasar terdengar sebelum akhirnya ia kini segera berjalan menuju ke arah lobi perusahaan.


Sedikit banyak karyawan lama yang berada di sana sudah mengenal nya, karena dulu ia yang sering datang bersama dengan Abi. Entah kini masih ada yang mengingat nya atau tidak. Tapi semoga saja ada, agar ia bisa masuk dengan mudah tanpa harus menghubungi Abqa dulu.


Tak perlu heran mengapa Ayumi mengetahui Abqa berada di sana padahal tidak bertanya pada Abqa, karena Abqa selama ini selalu bercerita pada Ayumi kemana dia pergi dan bagaimana kesehariannya. Tak heran jika Ayumi sudah mengetahui dengan jelas aktivitas laki-laki tersebut.


Kini dengan langkah tegas nya ia berjalan memasuki kantor, dan benar saja. Saat ia berada di sana. Beberapa yang sudah mengenal nya kini sedikit menundukkan kepalanya hormat mengetahui hubungan Ayumi yang begitu dekat dengan keluarga dari pemilik tempat mereka bekerja saat ini.


“Lama gak ketemu Bu Ayumi,” ucap seorang satpam yang kini berjaga di depan sebuah loket masuk. Di mana harus memiliki kartu identitas dulu, untuk tap agar bisa masuk. Ayumi yang mendengar pertanyaan tersebut kini hanya tersenyum.


Satpam yang berjaga biasanya memberikan akses pada tamu dari atasannya. Seperti saat ini, mereka langsung memberikan akses untuk Ayumi.


“Makasih Pak,” ucap Ayumi lalu setelah nya ia segera pergi.


Kini ia berjalan menuju ke arah lift yang akan membawanya menuju ruangan Abqa, yang dulu merupakan ruangan Abi. Abi sempat memberitahu Ayumi dulu di mana ruangan nya berada saat nanti ia memegang perusahaan ini. Berada tepat di samping ruangan Ayah nya berada.


Hingga tak beberapa lama kini akhirnya Ayumi sampai di depan ruangan tersebut. Saat ia akan masuk tiba-tiba seorang perempuan yang berada di depan ruangan Abqa, yang sepertinya sekretaris laki-laki tersebut kini berdiri.


“Mbak maaf mau cari siapa?” tanya wanita tersebut. Ayumi yang mendengar nya kini segera berjalan ke arah sekretaris Abqa berada. Yang sepertinya seorang sekretaris baru karena sebelumnya ia tak pernah melihat nya.


“Saya mau cari Abqa, Abqa nya ada?” tanya Ayumi dengan begitu lembut nya.

__ADS_1


“Pak Abqa sedang ada meeting, Mbak,” ucap nya yang membuat Ayumi kini menganggukkan kepalanya.


“Ah, kalau gitu saya tunggu di dalam,” ucap Ayumi namun kini ucapan sekertaris Abqa kini berhasil menghentikan langkah nya lagi.


“Maaf sudah ada janji Mbak?” tanya nya. Ayumi yang mendengar nya kini mengerutkan kening nya.


“Kalau gitu saya tunggu disini,” ucap Ayumi lalu setelah nya ia segera berjalan ke arah sofa yang berada di depan ruangan Abqa untuk menunggu laki-laki tersebut. Sebuah ruangan yang biasanya digunakan untuk menunggu memang.


“Mbak lebih baik mbak pergi jika tidak memiliki janji. Pak Abqa tidak akan mau bertemu jika tidak memiliki janji.


“Tidak masalah, nanti jika memang tidak mau bertemu saya akan pergi,” ucap Ayumi dengan senyumannya. Tak bisa lagi mencegah Ayumi kini sekertaris Abqa memilih untuk kembali ke tempatnya lagi. Walau sesekali ia melihat ke arah Ayumi dengan tatapan tak suka. Namun Ayumi sama sekali tidak peduli dan tetap memilih menunggu sambil memainkan ponsel nya.


“Ay, kamu di sini? Kenapa nunggu di luar?” akhirnya setelah begitu lama menunggu. Suara tersebut kini menyapa indra pendengaran Ayumi. Ayumi segera menoleh dan tersenyum ke arah laki-laki yang tak lain adalah Abqa.


“Ayo masuk,” ajak Abqa sambil membawa tempat makan yang dibawa oleh Ayumi. Ayumi segera mengambil tas nya dan berjalan bersama dengan Abqa.


“Dinara, jika lain kali Ayumi yang datang. Suruh langsung masuk dan menunggu di ruangan saya,” peringat Abqa. Seolah menyadari jika Ayumi menunggu di luar karena Dinara. Dinara kini hanya menunduk mendengar nya, sambil menganggukkan kepalanya.


Dinara, wanita yang Abqa bantu. Dan kini juga ia beri pekerjaan. Agar wanita tersebut bisa menghidupi anaknya.


“Sudah lah, lagi pula dia ak tau,” ucap Ayumi berusaha untuk menenangkan Abqa.


“Markus, mau ikut makan bersama?” tanya Ayumi pada Markus yang merupakan Asisten Abqa. Laki-laki yang sedari tadi hanya diam.

__ADS_1


“Tidak Bu, saya sudah memiliki janji untuk makan di kantin,” ucap Markus yang Ayumi balas dengan anggukan.


Setelah nya kini Abqa segera membawa Ayumi masuk ke ruangannya.


“Segala ngajakin markus,” ucap Abqa dengan decihannya. Ayumi yang mendengar nya hanya terkekeh sambil menggelengkan kepalanya. Begitu lah Abqa, ia mudah cemburu. Namun pengecualin untuk Abi. Atau malah ia hanya berusaha menutupi cemburu nya saja saat lawannya adalah Abi. Karena ia cukup sadar diri jika Abi lebih berarti untuk Ayumi.


Ayumi kini segera menuju ke arah sofa lalu setelahnya ia segera mengeluarkan makanan yang dibawanya dan membuka nya satu persatu. Abqa setelah meletakkan dokumen yang di bawanya kini ia segera menuju ke arah Ayumi dan duduk di samping gadis tersebut.


“Kamu udah makan?” tanya Abqa yang Ayumi balas dengan gelengan.


“Gak ada kapok nya. Kalau nanti sakit lagi gimana?” tanya Abqa sambil menggelengkan kepalanya sedangkan Ayumi kini hanya menyengir saja mendengar Abqa yang sudah mengomel.


“Sengaja mau makan sama kamu di sini,” Jelas Ayumi. Abqa menghembuskan nafas nya sambil menggelengkan kepalanya.


“Kalau gitu sekarang makan. Makan yang banyak,” ucap Abqa sambil menyodorkan nasi milik Ayumi juga mengambil lauk juga sendok untuk gadis tersebut. Ayumi yang melihat nya hanya tertawa kecil lalu setelahnya ia memulai makannya.


“Makasih Abqa,” ucap Ayumi yang Abqa balas dengan anggukan lalu mengacak rambut Ayumi gemas.


“Udah, makan habisin. Setelah ini tunggu aku selesein beberapa pekerjaan, abis itu kita pulang bareng,” ucap Abqa yang kini Ayum balas dengan anggukan. Setelah nya kini mereka memiliki segera menghabiskan makanan mereka.


Sesekali sebuah cerita keluar dari mereka. Dan sesuai dengan ucapan Abqa. Setelah selesai dengan pekerjaannya mereka pulang bersama dengan mobil Abqa. Sedangkan mobil Ayumi, sudah Abqa perintahkan Markus yang membawa nya pulang.


***

__ADS_1


__ADS_2