
“Besok ada acara makan malam bareng sama divisi lain. Kalian semua ikut ya, nanti aku kirim lokasi nya,” ucap Sheryl yan kali memberitahu bawahannya saat mereka kini tengah berkumpul di ruangan yang biasa digunakan untuk pegawai magang dari divisi bedah saraf untuk istirahat setelah tadi mereka baru selesai dengan operasi yang mereka jalani.
“Wah akhirnya kita bisa kumpul dan kenalan sama divisi lain,” ucap Mita sambil bertepuk tangan karena terlalu senang karena besok ia bisa untuk berkenalan dengan divisi lain.
“Aku dengar katanya dokter residen dari bedah umum ganteng,” ucap Mita dengan senyuman cerah nya yang membuat rekannya yang lain kini tertawa mendengar ucapan Mita.
“Kayak dia bakalan mau aja sama kamu, liat Ayumi yang cantik aja tenang,” ucap Nura yang merupakan rekan magang Ayumi yang lain. Ayumi yang mendengar nya kini malah terkekeh sambil menaikkan sebelah alisnya.
“Loh kenapa jadi aku?” tanya Ayumi dengan tawa ringannya mendengar ucapan dari rekannya itu.
“Ayumi udah punya Pak Abqa, jadi aman,” ucap Mita dengan cengirannya yan sontak membuat mereka semua kini tertawa mendengar ucapan Mita sedangkan Ayumi kini hanya menggelengkan kepalanya mendengar ucapan Mita.
“Tapi aku sama Abqa Cuma temen loh Ta,” ucap Ayumi yang kini menggoda rekan nya tersebut.
“Yah jangan dong Yum, udah paling bener kamu sama Pak Abqa aja. Udah ganteng, kaya, baik, dan lagi dia tuh cool banget hangat nya cuma sama kamu. Kalau aku yang deketin pak Abqa udah gak mungkin jadi biar yang dokter residen aja buat aku,” ucap Mita dengan senyumannya, menjelaskan panjang lebar pada Ayumi yang kini membuat rekan mereka yang lain tertawa mendengar ya begitupun dengan Ayumi.
“Kayak dokter residen itu mau aja sama kamu Mita,” ucap Gina kepada juniornya tersebut yang kini malah mengerucutkan bibirnya merasa kesal dengan ucapan dari seniornya tersebut.
“Ya minimal kan usaha dulu,” Jelas Mita yang kini hanya membuat rekannya yang lain menganggukkan kepalanya seolah mendukung gadis tersebut.
Tak Lama gini suara ponsel dari dokter utama dalam divisi mereka berbunyi membuat atensi semua yang berada di sana kini menoleh ke arah dokter tersebut.
Dokter tersebut kini tampak serius dengan pembicaraannya di dalam telepon hingga tak beberapa lama ia mengajak Gina untuk segera pergi dari sana sepertinya kini ada keadaan darurat yang harus ditanganinya.
__ADS_1
“Darurat kayaknya,” ucap Ayumi yang gini dibalas dengan angkutan oleh Mita dan juga satu rekannya yang lain.
“Setelah dari divisi ini kalian mau pindah ke divisi mana?” tanya Nura yang kini membuka pembicaraan di antara mereka.
“Kalau aku sih mau ke bedah umum,” jawab Ayumi setelah memikirkan beberapa saat ke mana setelah ini ia ingin memanggang.
“Aku juga kayaknya bakalan ke bedah umum,” jawab Mita dengan senyumannya yang kini malah membuat rekannya yang lain memutar bola matanya malas.
“ Kalau kamu mah udah ketebak Mit,” ucap Nura yan kini di jawab dengan tawa dan anggukan setuju dari Ayumi.
“Kalau kamu sendiri kemana?” tanya Ayumi yang kini tampak membuat Nura berpikir sejenak sebelum akhirnya ia tersenyum.
“Aku kayaknya bakalan ke bedah umum anak,” jawab Nura dengan senyumannya yang kini membuat rekan yang lain menganggukkan kepalanya.
Setelahnya gini pembicaraan ringan terus mereka alirkan untuk sekedar mencairkan suasana di antara mereka dan saling mengakrabkan diri satu sama lain.
***
“Nanti malam aku ada acara makan bareng sama dokter-dokter lain,” ucap Ayumi yang Kini seolah meminta izin pada Abqa. Abqa yang mendengar ucapan Ayumi kini menaikkan sebelah alisnya seolah menatap Ayumi dengan tatapan penuh tanyanya.
“Jam berapa?” tanya Abqa dengan menaikkan sebelah alisnya pada Ayumi.
“Jam tujuh,” jawab Ayumi yang membuat Abqa kini menjawabnya dengan angkutan.
__ADS_1
“Biar aku antar, Sekalian nanti malam aku juga ada meeting bareng klien,” ucap Abqa yang gini Ayumi balas dengan angkutannya.
“Tumben banget meeting semalam ini?” tanya Ayumi yang membuat Abqa kini tersenyum sambil menatap Ayumi dengan tata pencuriganya.
“Cemburu?” tanya Abqa yang kini hanya membuat Ayumi memutar bola matanya Jengah mendengar pertanyaan Abqa yang kini hanya terkekeh.
“Kebetulan klien aku itu Tian,” jawab Abqa yang membuat Ayumi gini menipiskan bibirnya mengerti mengapa laki-laki tersebut malah meeting begitu malam.
“Pantas saja malam banget yang diajak meeting aja orang astral,” ucap Ayumi hingga tawa di antara mereka kini saling terdengar.
Hanya sebuah pembicaraan ringan dan candaan ringan di antara mereka Namun mampu untuk membangkitkan suasana dan mampu untuk membuat mereka merasa nyaman satu sama lain selama beberapa tahun belakangan ini mereka bersama. Ayumi memang nyatanya sudah nyaman berada di dekat Abqa malah ia takut jika ia sampai kehilangan laki-laki tersebut Namun Ia juga masih bingung dengan perasaannya sendiri hingga ia memilih untuk mengabaikan perasaan yang perlahan kini mulai timbul tersebut.
“Oh iya kayaknya beberapa hari ke depan aku nggak bakalan ada di rumah sakit karena aku harus nulis perusahaan papa yang lain,” ucap Abqa yang membuat Ayumi kini menganggukkan kepalanya mengerti bagaimanapun kini Abqa adalah anak tunggal dan ia malah harus mengurus banyak perusahaan sekaligus.
“Semangat terus ya,” ucap Ayumi yang kini memberikan semangat pada Abqa. Ucapan Ayumi tentu saja memiliki arti sendiri bagi Abqa. Bahkan hanya sekedar mendapatkan semangat seperti itu rasanya Abqa begitu senang.
“Kamu udah dengar belum Kalau sebentar lagi Dino bakalan tunangan,” jelas Abqa yang gini tampak membuat Ayumi terkejut sambil menaikkan sebuah alisnya tak percaya banget ucapan laki-laki di sampingnya tersebut.
“ Seriously?” tanya Ayumi yang gini mendapatkan anggukan Abqa. Ayumi yang mendengar jawaban tersebut kini tampak terkejut namun tak bisa dipungkiri Jika ia juga merasa senang karena salah satu sahabatnya kini akhirnya akan menuju pada tahap kehidupannya yang lebih serius kedepannya.
“Kapan?” tanya Ayumi dengan tatapan penasarannya Ya jelas harus mempersiapkan hadiah untuk pertunangan sahabatnya itu.
“Satu minggu lagi, nanti kita datang barang,” ajak Abqa yang membuat Ayumi kini mengeluarkan kepalanya dengan semangat mendengar ajakan dari laki-laki di sampingnya tersebut.
__ADS_1
Setelahnya kini masih banyak pembicaraan yang mereka bicarakan hingga tak lama mereka Akhirnya sampai di depan rumah Ayumi. Ayumi lebih dulu keluar dari mobilnya setelahnya ia segera Melambaikan tangannya pada Abqa dan mulai masuk ke dalam rumahnya. Setelah memastikan jika Ayumi aman masuk ke dalam rumahnya barulah kini Abqa mulai melajukan mobilnya kembali meninggalkan rumah berlantai 3 tersebut.
***