
Berita tentang meninggalnya Abi tentu saja mengejutkan murid sekolah. Mereka yang tak mengetahui tentang Abi sebelumnya tentu saja merasa terkejut karena yang mereka tahu Abi selama ini baik-baik saja.
Namun pada akhirnya berita tentang Abqa juga terbuka jika Abqa yang selama ini menggantikan Abi adalah kembaran Abi.
Kini seluruh kelas 12 dengan kompak datang ke proses pemakaman Abi, bagi yang laki-laki. Acara pemakaman yang begitu khidmat kini terlihat dalam prosesi pemakaman yang diiringi dengan tangis itu.
Ayumi sedari tadi terus menangis dalam pelukan ibu nya. Abqa kini membantu menurunkan jenazah Abi, dengan ayah nya yang kini mengazani Abi.
Setelah nya tanah perlahan mulai menutupi laki-laki tersebut. Ayumi memejamkan matanya dengan erat. Ia benar-benar tak kuasa melihat semua itu. Setelah Abi di sucikan, Ayumi sudah tidak di perolehan untuk membuangnya lagi. Lemas, itu yang kini Ayumi rasakan. Ayumi benar-benar lemas saat tanah mulai menenggelamkan tunangannya itu. Ia benar-benar tak percaya jika kini ia sudah kehilangan tunangannya itu untuk selama-lamanya. Ayumi berharap ini adalah mimpi dan ingin cepat bangun dari mimpi ini. Namun nyatanya ini bukan mimpi.
"Ayumi udah kayak mayat hidup gitu ya," ucap Dino merasa kasihan melihat keadaan tunangan sahabat nya itu saat ini.
"Mereka baru tunangan, tapi Abi dh out aja," ucap Tian yang juga merasa kasihan dengan Ayumi.
"Sekarang kita harus jagain Ayumi, sesuai yang Abi mau," ucap Ivan dengan tegas pada sahabat-sahabatnya itu yang kini menjawabnya dengan anggukan.
__ADS_1
Ayumi kini tengah menaburkan bunga di makan Abi, namun tatapannya begitu kosong.
"Bahagia di sana Bi, meskipun aku gak tau kedepannya apa aku masih bisa bahagia tanpa kamu," ucap Ayumi dengan senyuman gusar nya.
Abqa mengelus pundak Ayumi lalu memeluk gadis tersebut berusaha untuk menenangkannya.
"Kita pulang ya," pintar Abqa pada Ayumi yang kini menggelengkan kepalanya mendengar ucapan Abqa.
"Kalian duluan aja, aku masih pengen di sini," ucap Ayumi yang kini memilih untuk memeluk batu nisan milik Abi sambil memejamkan matanya.
Pada akhirnya mereka hanya menganggukkan kepalanya dan membiarkan Ayumi untuk menghabiskan waktunya lebih dulu di makam Abi.
"Kamu gadis yang beruntung Yum, dicintai oleh laki-laki dengan hebat. Abi sayang banget sama kamu, bahkan sebelum dia meninggal dia masih mikirin kamu," ucap Abqa dengan senyuman sendu nya sambil melihat makan di depannya. Ayumi yang mendengar itu semakin mengencangkan tangis nya dan memeluk nisan Abi semakin erat.
"Tapi kenapa Abi harus pergi?" Tanya Ayumi dengan tangis nya.
__ADS_1
"Karena tuhan lebih sayang sama dia," ucap Abqa pada Ayumi sambil mengelus punggung gadis tersebut. Ayumi hanya diam sambil menangis.
"Gue masih pengen ngomong banyak hal sama dia, tapi dia malah udah ninggalin gue gitu aja," ucap Ayumi.
Abqa menganggukkan kepalanya mengerti. Tak hanya Ayumi. Ia pun merasa demikian. Namun kini semua berakhir. Abi sudah tak lagi bersama mereka. Cinta beda alam memang begitu menyakitkan dan menyesakkan.
"Balik yuk, besok ke sini lagi. Lo juga harus istirahat. Abi gak akan senang liat lo kayak gini," ucap Abqa berusaha membujuk Ayumi.
"Biarin aja, dia kira. Aku seneng liat dia kayak gini?" Tanya Ayumi dengan kekesalannya. Abqa yang mendengar ucapan Ayumi kini menggaruk tengkuk nya yang tak gatal.
"Kita pulang ya. Ada titipan dari Abi buat kamu," ucap Abqa yang kali ini berhasil menarik perhatian Ayumi.
Dan akhirnya karena ucapan tersebut Ayumi setuju untuk pulang. Abqa membantu Ayumi untuk berjalan menuju ke arah mobil mereka. Namun sesekali Ayumi masih menoleh ke arah belakang. Dirinya kini seolah merasa ada yang kosong saat mengingat kini ia sudah kehilangan Abi.
***
__ADS_1
Halo all. Makasih ya buat yang selalu nunggu cerita ini. Maaf ya sekarang up nya gak banyak dan jarang up, kemarin aku habis di opname dan belum terlalu sehat. Do'a in ya aku cepet pulih.Tinggal beberapa part bakalan aku cepet kelarin. Makasih pengertiannya all.