First Love Casanova

First Love Casanova
Permintaan Abi


__ADS_3

Ayumi kini menatap gemerlap bintang dari balkon kamar nya dengan tatapan sendu nya. Tatapannya kini begitu lurus menatap bintang di atas sana, pikirannya kini terus saja tertuju pada laki-laki yang sudah tiga hari ini tak bisa dihubungi dan tak bisa ia temui. Ayumi benar-benar khawatir pada Abi apa lagi pertemuan terakhir mereka Abi dalam kondisi yang tidak baik.


Ayumi begitu takut terjadi sesuatu pada Abi. Namun kini ia tak bisa melakukan apapun, bahkan ia tak tahu di mana keberadaan kekasih nya tu saat ini.


Hingga suara dering telepon mengganggu lamunan Ayumi. Ayumi menghembuskan nafasnya kasar hingga akhirnya kini ia  berjalan memasuki kamarnya dan melihat siapa yang menghubunginya. Saat melihat nama Abi yang kini tengah menghubungi melalui panggilan Video membuat Ayumi membelalakan matanya.


Senyuman gadis itu bahkan mengembang dengan begitu cerahnya. Ayumi dengan segera menjawab panggilan tersebut karena ia sudah merindukan kekasih nya itu.


senyuman cerah kini tampil di layar tersebut. Abi yang kini tersenyum dengan begitu cerah nya.


“Kamu kemana aja? Aku khawatir tau,” ucap Ayumi saat kini akhirnya ia yang lebih dulu membuka suara.


“Maaf ya Ay, udah buat kamu khawatir. Aku ada urusan belakangan ini dan baru sempat hubungi kamu sekarang,” ucap Abi dengan tatapan penuh rasa bersalah nya pada Ayumi. ia sebenarnya tak ingin membohongi Ayumi. Namun ia juga tak bisa untuk untuk memberitahu Ayumi dan membuat kekasih nya itu khawatir pada nya.


“Aku takut terjadi sesuatu sama kamu,” ucap Ayumi pada Abi yang membuat Abi kini tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.


“Sekarang udah liat kan aku baik baik aja jadi kamu gak perlu khawatir,” ucap Abi pada Ayumi yang kini membuat Ayumi menghembuskan nafas nya sambil menganggukkan kepalanya.


“Gimana tadi di sekolah?” tanya Abi pada Ayumi. Ia ingin mendengar cerita gadis nya itu selama Abi tak sekolah.


Dan akhirnya malam itu mereka habiskan dengan saling bertukar cerita dengan sesekali Abi yang membuat lelucon untuk kekasih nya itu bisa tertawa, Sederhana namun mampu membuat tawa mereka kembali terbit. Abi yang kembali merasakan kebahagiaannya bersama dengan kekasih nya itu.


***


Abi baru saja membuka matanya setelah tidur nya selama tiga hari ini. Abqa yang semula tengah tertidur di samping Abi kini terbangun saat merasakan pergerakan.

__ADS_1


“Abi, lo udah bangun?” tanya Abqa pada saudara kembar nya itu. Abi tersenyum sambil menganggukkan kepalanya.


“Minum,” ucap Abi pada Abqa. Abqa dengan segera mengambilkan minum untuk adik nya itu.


Abqa juga segera memencet bel darurat untuk memanggil dokter agar bisa memeriksa adik nya itu.


Hingga tak lama banyak dokter yang kini memasuki ruangan Abi dan memeriksa adiknya itu.


“Bagaimana adik saya?” tanya Abqa pada dokter yang memeriksa Abi. Kini ia sendiri menjaga adik nya itu karena Ayah nya masih di kantor dan ibu nya pulang untuk mengganti pakaian.


“Untuk saat ini keadaan Tuan muda lebih baik dari kemarin,” ucap dokter tersebut yang membuat Abqa memejamkan matanya. Dari jawaban itu Abqa tahu jika keadaan Adik nya itu belum membaik. Lebih baik dari kemarin yang koma dan kritis jelas saja lebih baik karena kini Abi sudah sadarkan dirinya.


“Baiklah, terima kasih dokter,” ucap Abqa yang membuat dokter tersebut mengangguk. Setelah nya dokter tersebut segera pergi dari sana.


“Gimana keadaan lo?” tanya Abqa dengan tatapn khawatir nya pada Abi yang kini malah menjawab nya dengan senyuman.


“udah dengerin? Gue udah membaik,” ucap Abi pada kakaknya itu yang kini mengjembuskan nafas nya mendengar ucapan Abi.


“Ambilin jaket gue dong,” ucap Abi pada kakaknya itu. Abqa mengerut bingung namun tetap saja akhirnya ia mengambil jaket milik adik nya itu takut jika adiknya merasa kedinginan.


“Dengin?” tanya Abqa pada Abi yang menggelengkan kepalanya.


“Mau vc Ayumi,” ucap Abi dengan cwengirannya sambil mengembil poinselnya. Abqa yang mendengar itu hanya memutar bola matanya malas. Bahkan saat baru sadar kini yang dicari oleh Abi adalah kekasih nya. Ayumi sepertinya memang memiliki posisi tersendiri bagi Abi.


Abqa kini memilih untuk berjalan ke arah sofa tak ingin mengganggu adiknya itu. Senyuman cerah terpancar jelas di wajah Abi saat panggilannya sudah terjawab. Abqa yang melihat itu ikut tersenyum karena ia senang melihat senyuman adik nya itu yang kini terlihat begitu bahagia.

__ADS_1


Abqa hanya diam memperhatikan. Melihat interaksi adiknya juga Ayumi dan adiknya yang sesekali tertawa membuat Abqa tahu bahagia adiknya itu ada pada Ayumi. Dan ia akan jadi orang yang begitu jahat pada adiknya itu jika beberapa waktu lalu ia benar-benar merusak hubungan tersebut.


Hingga tak lama panggilan tersebut berakhir. Abqa segera kembali berjalan ke arah adiknya itu.


“Lo sayang banget ya sama Ayumi?” tanya Abqa tiba-tiba pada Abi yang kini membuat Abi menaikkan sebelah alisnya mendengar ucapan Abqa namun akhirnya ia menjawabnya dengan anggukan.


“Banget,” ucap Abi dengan senyumannya. Bahkan hanya dengan mengingat Ayumi kini laki-alk itu menampakkan senyumnya yang begitu cerah. Dan Abqa bisa melihat nya dengan jelas.


“Ayumi itu gadis yang berbeda dari gadis lain yang gue temui. Dia adalah orang yang mau nerima semua kekurangan gue juga masa lalu gue. Gadis yang gak mandang gue sebelah mata, dia itu istimewa,” ucap Abi lagi dengan senyumannya. Menceritakan Ayumi dan memuji gadisnya itu membuat Abi merasa begitu beruntung memiliki gadis seperti Ayumi.


“Dia adalah gadis yang selalu ngedukung gue,” ucap Abi lagi melanjutkan cerita nya.


Abqa kini hanya diam mendengar kan cerita Abi tentang Ayumi. Dari yang Abqa ketahui selama ia menjadi Abi. Ayumi memang adalah gadis yang tangguh. dia adalah gadis yang begitu kuat dan begitu mencintai Abi.


“Lo tau gue dapetin nya tuh susah. Jadi lo harus baik sama dia,” ucap Abi pada kakaknya itu dengan senyumannya yang membuat Abi berdecak mendengar nya namun senyumannya kini tetap mengambang mendengar ucapan adiknya itu.


“Mulai besok gantiin gue lagi ya buat sekolah dan jagain Ayumi,” ucap Abi meminta pada kakak nya itu.


“Gak,” tegas Abqa menolak permintaan Abi.


“Ayi lah bang. Gue gak mau Ayumi khawatir lagi sama gue. Tapi lo harus memperlakukan dia dengan baik,” ucap Abi dengan tatapan memohonnya pada Abqa. Abqa yang mendengar ucapan Adik nya itu berdecak.


“Nyusahin aja lo. Cepet sembuh deh lo biar bisa jagain sendiri tuh cewek lo, gak ngerepotin gue lagi,” ucap Abqa pada Abi yang kini malah tersenyuim mendengar ucapan kakak nya itu. Ia senang karena kakak nya menyetujui permintaannya.


***

__ADS_1


__ADS_2