
Penolakan Ayumi dan rencana yang Ayumi buat kemarin membawa efek yang begitu besar bagi gadis itu. Bahkan kini saat ia baru saja sampai ke sekolah sudah banyak yang membicarakannya. Mengatakan banyak hal buruk tentang nya.
Ini baru pertama kali untuk Ayumu mendapatkan banyak ucapan penuh hinaan seperti ini. Padahal yang ia lakukan hanya lah sebuah candaan. Namun malah banyak yang menghina nya. Sebelumnya bahkan Abi membuatnya pingsan karena sebuah cicak. Namun mengapa tak ada yang peduli akan itu? Dan hanya Ayumi yang kini mendapatkan hinaan itu.
“Masih bisa dia menampakan wajah nya?”
“Gue yakin sih setelah ini bukannya dikejar karena suka tapi Abi bakalan ngejar dia karena pengen ngebully”
“Dia mah phobia orang segala disebar luas kan.”
“Padahal sebelum ini kita aja gak ada yang tau, eh dia malah ngungkap apa yang Abi sembunyikan”
“Buat cowok-cowok ati-ati sih kalau ngejar dia, takut nya pas nolak sekalian kejelekannya di ungkap juga”
“Dih jangankan cowok. Teman-temannya yang cewek juga hati-hati sih takut nya malah kalau cerita nanti dia sebar lagi”
Masih banyak lagi ucapan hinaan yang kini Ayumi terima. Ia sudah berusaha menutup telinga nya namun tetap saja ucapan mereka tetap Ayumi dengar. Mustahil jika ia dapat menerimanya begitu saja jika ucapan itu saja sudah masuk ke dalam telinga juga hatinya.
“Kalian gak capek ngomongin gue di belakang? Sini ngomong langsung depan gue, biar kalian gak perlu buang-buang tenaga juga waktu ngomongin orang yang bahkan gak denger apa yang kalian omongin,” tegas Ayumi dengan kekesalannya dengan tatapannya yang kini menatap tajam pada sekelompok perempuan yang kini tengah membicarakannya.
“Gak perlu dijelasin harusnya lo sadar diri aja sih,” ucap salah satu perempuan yang kini menggunakan make up dengan begitu tebal nya.
“Emang nya apa yang gue lakuin ngerugiin lo pada?” tanya Ayumi dengan menaikkan sebelah alisnya dengan tatapan nya yang kini terus menatap mereka dengan tatapan menantang nya.
__ADS_1
“Jangan sampai besok gue juga bawa apa yang kalian tukin ya, gak usah asal deh tuh mulut. Gue sleding juga ya mulut lo,” kesal Ayumi dengan begitu sinisnya.
“Nantangin lo?” tanya gadis dengan rambut yang di ikut kuda.
“Lo duluan yang mulai jangan playing victim ya lo. Lo yang nantangin, gue cuma ngejabanin,” ucap Ayumi tak ada rasa takut sedikitpun dalam diri.
Baru saja Ayumi akan melanjutkan pertengkarannya dengan gadis-gadis tersebut tiba-tiba saja kini ada yang menarik tas nya yang hanya ia sampirkan sebelah tangan. Ayumi tentu saja terkejut dengan itu. Hingga ua membelalakkan matanya saat melihat jika kini yang mengambil tas nya adalah Abi.
“Hai Ayumi. Gimana perasaan lo setelah apa yang lo lakuin kemarin? Udah puas sama boneka kucing nya?” tanya Abi dengan menaikkan sebelah alisnya sambil tersenyum dengan Evil menatap Ayumi.
“Gak usah main-main. Kembaliin tas gue,” ucap Ayumi dengan begitu tegasnya pada Abi. Tatapannya kini bahkan menatap lelah pada Abi.
Tak hanya lelah untuk bertengkar dan di jahili oleh Abi. Ia juga sudah lelah setelah dijadikan sebagai bahan perbincangan oleh murid sekolah nya. Dan kini Ayumi sudah tak ingin untuk itu. Namun Abi kini lagi-lagi itu mencari masalah dengannya.
Ayumi terus mengejar tas nya. Tangannya kini bahkan mengepal dengan begitu erat melihat semua itu. Kini sudah banyak yang memasang kamera untuk merekam apa yang kini terjadi. Ayumi kini semakin mengepalkan tangannya.
“Terserah lo Bi. Mau lo bakar sekalian tuh tas udah gak peduli gue,” ucap Ayumi yang akhirnya memilih untuk segera pergi dari sana tanpa mempedulikan tas nya lagi. Ia sudah lelah mengejar Abi. Walau setelah ini ia tak lagi benar-benar mendapatkan tas nya itu. Maka ia tak peduli lagi.
Harus membeli buku baru dan menyalin semua catatan di buku itu pun akan ia lakukan. Berurusan dengan Abi bukanlah hal yang baik. Ayumi kini memilih untuk menghindarinya saja. Lebih baik ia menjauh daripada harus berurusan dengan laki-laki itu.
Ayumi segera pergi dari sana. Namun baru saja ia melangkah tiba-tiba saja seperti ada sesuatu yang dilempar ke arah nya. Hampir saja Ayumi akan terjatuh namun beruntung kedua sahabat nya datang tepat waktu dan menahan tubuh Ayumi.
“Gak papa Yum?” tanya Kitri dengan tatapan iba pada sahabat nya itu.
__ADS_1
“Gak papa,” ucap Ayumi dengan senyuman menenangkannya pada sahabat nya itu. Setelah nya ia memilih untuk segera pergi dari sana dengan bantuan Kayana yang kini mengambil tas Ayumi yang tadi di lempar kan pada gadis itu.
“Awas lo makin suka sama gue, gue buat lo ada di kaki gue,” ucap Ayumi dengan kekesalannya. Namun jelas ia hanya mengatakannya lewat gumamnya saja. Karena ia tak ingin mencari masalah hanya karena ucapannya itu.
***
Jam istirahat kali ini Ayumi habiskan di kantin dengan banyaknya mulut yang terus membicarakannya. Ayumi hanya berusaha untuk mengabaikannya. Menutup telinga daripada repot-repot untuk menjawabnya.
“Yum. Lo gak papa?” tanya sahabat nya dengan khawatir menatap Ayumi. Mereka tahu pasti sulit menjadi Ayumi. Namun mereka pun juga tak bisa melakukan apapun karena mereka juga tak berani jika harus melawan Abi.
“Gak papa, abaikan aja,” ucap Ayumi dengan senyuman menenangkannya. Walau kini mereka dapat melihat senyuman di wajah Ayumi namun mereka jelas tahu jika kini gadis itu tengah menahan kekesalannya juga lelah nya.
Mungkin jika kini ia yang menjadi Ayumi maka mereka sudah akan menangis karena tak kuat dengan bullyan yang di dapatkan.
Ayumi memilih memakan makanannya. Namun saat ia sedang memakan makanannya tiba-tiba saja kini ada yang menuangkan minuman di makanannya. Ayumi lagi-lagi memejamkan matanya menoleh ke arah gadis yang kini malah tertawa melihat nasi goreng Ayumi yang sudah ketumpahan jus jeruk milik gadis itu.
“Ups sorry,” ucap gadis tersebut dengan seringainya.
Ayumi memejamkan matanya berusaha untuk menahan amarahnya namun seperti nya kini amarahnya sudah tak dapat ia tahan lagi.
“Lo pengen ngerasain nasi goreng jus jeruk?” tanya Ayumi dengan menaikkan sebelah alisnya. Ayumi menekan kedua pipi gadis itu dan ingin menyuapkan nasi goreng itu pada nya. Apa mereka pikir Ayumi Adalah orang yang mudah ditindas? Jika mereka berpikir begitu maka mereka salah karena jelas Ayumi bukan orang yang mudah ditindas begitu saja. Ia jelas akan membalas jika orang tersebut sudah keterlaluan.
“Jangan lo pikir gue diam aja denger bacotan kalian itu karena gue takut. Engga sama sekali. Gue diem karena gue bukan kalian yang suka ngomong omong kosong. Tapi kalau kalian berani ganggu gue, maka jangan salah kan gue kalau bakalan bales itu ke kalian,” ancam Ayumi dengan begitu tegas nya lalu setelah nya kini ia memilih untuk segera pergi dari sana yang diikuti oleh kedua sahabat nya.
__ADS_1
***