
Seperti yang telah direncanakan dan Ayumi inginkan kini Abi mengajak Ayumi ke tempat Abi biasa mengajak Ayumi melihat senja. Senyuman Ayumi kini menganbang saat langit senja di depannya kini memancarkan warna yang begitu memukau.
“Aku suka banget tempat ini, tenang dan nyaman. Makasih Bi udah bawa aku dan ngelin aku sama tempat senyaman ini,” ucap Ayumi dengan senyumannya sambil melihat ke arah Abqa yang kini hanya fokus menatap ke arah depan.
Sebenar nya kini pikirannya terus saja tertuju pada adiknya. Apa adik nya itu baik-baik saja saat melihat kekasihnya bersama dengan laki-laki lain? Ia hanya takut jika adik nya meminta nya menjaga Ayumi dan menggantikannya laki-laki tersebut hanya untuk menjaga perasaan Ayumi dan tidak membuat Ayumi khawatir. Sedangkan ia mengabaikan perasaannya sendiri yang kini tak baik-baik saja.
Abqa tahu jika sebenarnya adik nya itu memiliki rasa cemburu meskipun itu pada Abqa sendiri. Kakak kembar nya. Namun Abi berusaha untuk menutupi nya agar Abqa masih mau untuk menjadi Abi dan menjaga Ayumi. Cinta yang Abi berikan pada Ayumi memang begitu besar. Entah bagaimana laki-laki itu bisa untuk berlapang dada seperti ini.
“Senja, tempat ini dan kamu. Akan menjadi satu kenangan sepaket untuk aku,” ucap Ayumi dengan senyumannya sambil menoleh ke arah Abi yang kini tersenyum yang malah dibalas dengan tatapan sendu oleh Abqa. Mendengar ucapan Ayumi kini ia jadi merasa bersalah pada Ayumi dan begitu kasihan pada Ayumi yang kini bahkan tak mengetahui keadaan kekasih nya yang sebenar nya sedang tidak baik-baik saja.
“Kalau seandai nya nanti terjadi sesuatu sama aku gimana?” tanya Abqa pada Ayumi yang ingin memancing gadis tersebut. Ayumi kini tampak terdiam dan menatap Abqa dengan tatapan tak suka nya.
“Aku gak suka ya kamu bicara gitu,” ucap Ayumi pada Abqa dengan tatapan kesalnya. Abqa yang mendengar ucapan tersebut tersenyum kini ia semakin yakin jika Abi dan Ayumi memang saling mencintai dengan tulus.
“Kan cuma seandai nya,” ucap Abqa pada Ayumi yang kini menggelengkan kepalanya dengan tegas.
“Gak ada kata seandainya,” ucap Ayumi dengan tak kalah tegas nya. Abqa akhirnya memilih untuk mengalah dan menganggukkan kepalanya mendengar ucapan Ayumi. Tak ingin membuat Ayumi kesal yang berujung dengan ia yang akan terkena amarah Abi jadi lebih baik kini ia menghentikan pembicaraan yang begitu sensitif itu.
“Udah makin malem nih, balik yuk,” ucap Abqa pada Ayumi yang membuat gadis itu menganggukkan kepalanya mendengar ajakan Abqa. Setelah nya Ayumi dan Abqa segera masuk ke dalam mobil, hingga tak lama mobil mulai melaju meninggalkan tempat mereka.
Kembali kesunyian lah yang kini berada di tengah mereka. Tak ada yang membuka pembicaraan selama di perjalanan. Mereka seolah saling membisu. Hingga mereka sampai di depan rumah Ayumi.
__ADS_1
Ayumi segera keluar dari mobil.
“Gak mau mampir dulu?” tanya Ayumi setelah ia keluar dari mobil.
“Engga,” ucap Abqa singkat yang membuat Ayumi menganggukkan kepalanya.
“Makasih ya, hati-hati,” ucap Ayumi yang kini Abqa balas dengan anggukan.
Hingga tak lama mobil mulai melaju meninggalkan depan rumah Ayumi. Ayumi masih berdiri di depan rumah nya melihat Abqa yang mulai menjauh.
Kini tujuan Abqa adalah rumah sakit. Bahkan semenjak ia datang ke negara kelahirannya itu Abqa hanya datang ke rumah nya untuk mengambil pakaian saja. Rumah sakit lah yang kini menjadi rumah untuk nya.
Saat sampai di depan ruangan tersebut. Abqa sudah mendengar suara keributan yang dilakukan oleh adik nya jua sahabat nya. Abqa yang melihat itu menggelengkan kepalanya. Saat Abqa baru saja memasuki ruangan tersebut kini terlihat keempat laki-laki tersebut sedang bermain remi dengan begitu heboh nya dengan Abi yang kini berada di ranjang nya.
“Kalian ribut banget dah, suara kalian tuh sampek ke luar tau,” ucap Abqa pada keempat laki-laki tersebut yang kini hanya menyengir mendengar ucapan Abqa.
“Lagian ruangan Abi sendiri juga di sini, gak papa lah Ab,” ucap Tian dengan cengirannya yang membuat Abqa kini hanya menggelengkan kepalanya mendengar jawaban sahabatnya itu.
“Ayumi aman kan?” tanya Abi pada saudara kembar na itu yang kini tengah mendudukkan dirinya di salah satu sofa yang berada di sana. Abqa kin hanya berdehem menjawab pertanyaan dari adik nya itu.
“Udahan dah gue, mau nelpon Ayang dulu. Ambilin jaket gue dong tolong,” ucap Abi. Abqa yang mendengar ucapan adiknya itu hanya menggeleng namun tetap saja akhirnya ia mengambil jaket yang berada di gantungan lalu setelah nya ia segera memberikannya pada adiknya itu.
__ADS_1
Dasar bucin,” ucap Ivan sambil menggelengkan kepalanya yang kini hanya membuat Abi menyengir mendengar ucapan Ivan.
“Biarin aja sih,” ucap Abi yang setelah nya beralih untuk menelpon kekasih nya itu sedangkan sahabat nya yang lain kini menuju ke arah Abqa dan ikut duduk di samping Abqa.
“Lo gak bawa makanan Ab?” tanya Dino yang kini sudah memposisikan tubuh nya menjadi tidur.
“Gak ada, pesan aja. Nanti gue bayar,” ucap Abqa pada sahabat nya yang kini langsung bersemangat terutama Dino yang kini langsung menegakkan tubuh nya.
Dino mulai memesan makanan yang ia inginkan. Persamaan antara Abi dan Abqa adalah sama sama tidak pelit. Abi kini sudah sibuk dengan dunianya sendiri. Sahabat nya akhirnya juga sibuk dengan dunia mereka juga mengabaikan Abi yang kini masih menghubungi kekasih nya itu.
Mereka yang melihat itu kini ikut senang karena di saat seperti ini Abi memiliki penyemangat. Meskipun Ayumi tidak mengetahui apa yang terjadi pada Abi. Namun mereka yakin hanya dengan melihat Ayumi saja, Abi sudah memiliki semangat untuk hidup nya.
“Gue liat Abi makin kurus ya?” tanya Tian dengan pelan pada sahabat nya yang lain yang kini langsung memperhatikan Abi begitupun dengan Abqa.
“Udah jangan di lanjut takut Abi dengar,” ucap Abqa yang tak lain jika adiknya itu sampai mendengar ucapan mereka dan malah membuat nya pesimis.
Mereka tahu Abi bukan orang seperti itu. Namun mereka juga tak ingin mengambil resiko untuk itu. Tak ingin membuat masalah. Akhirnya kini mereka memilih untuk membahas yang lainnya saja. Abi yang terlalu asik dengan dunia sendiri bersama dengan Ayumi tidak ikut memperhatikan pembahasan sahabat nya.
Memang bersama dengan Ayumi adalah sebuah kebahagian tersendiri pada Abi.
***
__ADS_1