First Love Casanova

First Love Casanova
Putus?


__ADS_3

Ayumi sedari pagi sudah begitu gelisah. Ia sudah memantapkan hatinya untuk berbicara dengan Abi tentang hubungan mereka. Jika memang sudah tidak bisa diperbaiki maka akan lebih baik jika semua berakhir. Agar abi tidak terbebani dengan kehadirannya dan agar ia pun tak terus merasa tersakiti.


“Yum, lo yakin?” tanya Kitri yang kini kembali bertanya pada sahabat nya itu. Ia hanya ingin kembali meyakinkan sahabat nya tentang keputusan yang akan di ambil nya itu.


“Kita lihat aja nanti. Sekarang gue cari dia dulu. Mumpung orang nya masuk juga, lo tau sendiri dia sering ngilang,” ucap Ayumi dengan kekehannya. Meskipun Ayumi kini terlihat tersenyum namun sahabat nya malah menatapnya dengan tatapan sendu nya karena mereka tahu di balik senyuman yang begitu manis itu tersimpan luka yang dibalut dengan  begitu rapih agar tak ada yang melihat nya.


Ya, AYumi membalutnya dengan begitu rapi. Bahkan banyak yang tak tahu seberapa terluka nya Ayumi. Mereka hanya melihat Ayumi yang biasa saja dengan perubahan Abi. Atau saat gadis itu sudah lelah ia akan menghampiri Abi untuk membicarakan hubungan mereka. Setelah itu Ayumi akan terlihat tak peduli.


Nyatanya di balik itu ada Ayumi yang tengah berjuang dengan perasaannya sendiri. Bertempur dengan pikirannya sendiri tentang perasaannya.


“Semangat,” ucap Kitri dengan senyumannya menyemangati sahabat nya itu yang terkekeh mendengar nya namun ia juga mengepalkan tangannya ke atas.


“Semangat,” ucap Ayumi dengan senyumannya yang membuat mereka akhirnya malah terkekeh mendengar nya.


Ayumi menarik nafas nya dalam-dalam berusaha untuk meyakinkan dirinya. Dengan langkah tegas nya kini ia berjalan ke arah kelas Abi. Laki-laki kini memang jarang untuk keluar kelas.


Saat sampai di kelas Abi ternyata kelas tersebut kosong membuat Ayumi mengerutkan kening nya karena tak biasanya Abi keluar kelas.


Ayumi memilih untuk menghubungi Ivan karena ia tahu jika menghubungi Abi langsung laki-laki itu akan lama menjawab nya dan tak akan memberi tau dimana keberadaannya. Jadi lebih baik ia bertanya pada sahabat laki-laki itu saja. Karena mereka biasanya satu paket jadi pasti Ivan tahu di mana keberadaan Abi.


“Halo Yum, kenapa?” tanya Ivan setelah menjawab panggilannya, tak membutuhkan waktu lama untuk Ivan menjawab panggilan Ayumi. Jika ini Abi pasti ia membutuhkan waktu yang lama.


“Abi dimana?” tanya Ayumi.


“Di rooftop nih lagi kumpul,” jawab Ivan yang di jawab anggukan oleh Ayumi walau Ayumi tahu jika laki-laki itu tak bisa melihat nya.

__ADS_1


“Ok deh thanks ya,” ucap Ayumi yang segera menutup panggilan teleponnya.


Kini tujuannya adalah rooftop. Jika hubungan mereka bisa diperbaiki maka Ayumi mau untuk memperbaikinya. Namun jika Abi lagi-lagi menghindari pembicaraan ini maka lebih baik untuk Ayumi mengakhiri hubungan mereka ini.


***


Di lain tempat kini keempat laki-laki tengah berkumpul bersama. Berkumpul di tempat yang sudah lama tak mereka datangi. Tian kini sudah bermain gitar nya sedangkan yang lainnya bernyanyi bersama dengan masing-masing mereka memegang sebatang rokok di tangannya.


Suara dering dari ponsel Ivan membuat mereka menghentikan kegiatan mereka dan dengan kompak menoleh ke arah Ivan. Ivan yang melihat jika yang menelponnya adalah Ayumi dengan segera menjawab panggilan tersebut.


“Halo Yum, kenana?” tanya Ivan. Sahabat nya yang mendengar kan pembicaraan itu bisa menebak jika yang menelpon adalah Ayumi.


“Di rooftop nih lagi kumpul,” ucap Ivan lagi.


“Ayumi nanya posisi,” ucap Ivan yang di jawab dengan anggukan oleh sahabat nya yang lain.


“Ab gue liat lo terlalu keras deh sama Ayumi. Kasian juga woy dia tuh,” ucap Dion yang kali ini membuka suara nya mengingatkan sahabat nya itu.


“Kalian tau kan alasan gue begini?” tanya Abi pada sahabat nya itu yang menjawab nya dengan anggukan.


“Kita ngerti, tapi kita gak ada yang tau kan gimana perasaan Ayumi. Dia juga pasti capek ngadepin sikap lo yang begini,” ucap Tian yang kali ini akhirnya bisa berbicara dengan serius juga.


“Dia mana punya perasaan?” ucap Abi yang kini membuat sahabat nya menggeleng sambil menghembuskan nafas nya mendengar ucapan sahabat nya itu.


“Ingat tujuan lo. Kalau lo kayak gini terus yang ada dia kabur, lo juga yang bakalan di salahin,” ucap Ivan yang di jawab dengan anggukan setuju oleh sahabat nya yang lain.

__ADS_1


“Gue udah jagain dia kan? Gue jagain dia dari jauh. Karena gue ngerasa gue harus punya batasan juga kan?” ucap Abi pada sahabat nya yang kini menggelengkan klepalanya mendenfar ucapan Abi.


“Lo salah Ab. Perubahan lo terlalu besar. Apa lagi untuk Ayumi. Jangan terlalu banyak berubah,” ucap Ivan mengingat kan sahabat nya itu.


Tak lama suara pintu di buka membuat keempat laki-laki itu dengan segera menoleh ke arah sumber suara. Hingga kini mereka dapat melihat Ayumi yang tengah berjalan ke arah mereka. Tak ada senyuman yang biasanya selalu gadis itu tampak kan.


“Abi, kita bisa bicara?” tanya Ayumi saat sudah berada disana. Abi yang melihat kedatangan gadis itu segera mematukan rokoknya dan mengisyaratkan sahabat nya juga untuk mematikan rokok nya karena itu tak akan baik untuk Ayumi.


“Bicara apa?” tanya Abi dengan tatapan datar nya pada gadis di depannya itu. Ayumi melihat ke sekitar di mana ada ada sahabat Abi. Abi yang melihat itu menaikkan sebelah alisnya sampai akhirnya ia mengerti jika Ayumi merasa tak enak jika harus berbicara di depan sahabat nya.


“Bicara aja, mereka juga sahabat aku,” ucap Abi pada Ayumi. Ayumi menganggukkan kepalanya mendngar ucapan Abi.


“Mau jujur sama aku, kamu sebenarnya kenapa?” tanya Ayumi pada Abi yang masih berusaha untuk membujuk Abi agar mau untuk jujur pada nya.


“Aku udah bilang kan. Aku gak papa,” ucap Abi dengan ketegasannya. Ayumi yang mendengar itu kini tersenyum sinis, sedangkan sahabat Abi kini sudah ikut menegang.


“Aku sebenernya gak pernah mau mengusik privasi kamu Bi. Aku gak masalah kalau kamu belum bisa terbuka sama aku. Meskipun sebelumnya kamu udah janji gak bakalan nyembunyiin apapun dari aku. Tapi aku ngerti kamu pasti punya privasi kamu sendiri. Tapi makin kesini aku juga capek sama semua ini Bi,” ucap Ayumi dengan tatapan lelah nya pada Abi yang kini membuat Abi terdiam mendengar ucapan Ayumi.


Sahabat Abi yang merasakan akan terjadi sesuatu yang besar setelah ini kini hanya diam memperhatikan.


“Kita putus aja ya Bi,” ucapan Ayumi kini spontan membuat Abi terdiam mendengar nya. Sahabat Abi pun tak kalah terkejut nya mendengar ini. Baru saja mereka membahas ini kini Ayumi benar-benar mengatakan nya.


“Biar aku gak jadi beban buat kamu, dan biar aku gak semakin terluka. Aku rasa ini keputusan yang tepat,” ucap Ayumi pada Abi.


***

__ADS_1


__ADS_2