First Love Casanova

First Love Casanova
Pertunangan


__ADS_3

Seperti permintaan Abi. Kini akhirnya ia melamar gadis yang dicintainya itu. Awal nya Abi ingin melamar Ayumi di rumah gadis tersebut. Namun Abqa menentang nya dengan tegas mengingat bagaimana keadaan Abi saat ini.


Mau tak mau akhirnya kini Abi hanya bisa menuruti permintaan dari kakaknya itu daripada Abqa malah melarang nya bertunangan.


Di ruangan rawat Abi kini malah sudah di dekor dengan begitu indahnya. Tak hanya ada keluarga Abi dan Ayumi namun juga ada sahabat Abi yang kini ikut meramaikan pertunangan dari Ayumi dan Abi. Shyla kini juga berada di sana karena Abqa yang mengundang nya.


“Ayumi kamu gak keberatan menerima keadaan Abi yang seperti ini menjadi tunangan kamu?” tanya Mario pada Ayumi yang kini berada di samping Abi. Ayumi melihat ke arah Abi dengan senyumannya sambil menganggukkan kepalanya.


“Ayumi terima Om,” ucap Ayumi dengan senyumannya. Abi yang mendengar jawaban dari kekasih nya itu ikut tersenyum.


“Bagaimanapun keadaan Abi. Ayumi akan selalu terima Om. Karena cinta yang Ayumi punya untuk Abi bukan hanya karena fisik Abi ataupun keadaan Abi. Tapi karena cinta yang Abi kasih ke Ayumi. Abi udah ngasih banyak hal untuk Ayumi, jadi alasan apa lagi yang buat Ayumi menolak Abi?” tanya Ayumi melanjutkan ucapannya. Abi kini menggenggam tangan kekasih nya dengan begitu erat. Mengungkapkan rasa terima kasih nya pada kekasih nya itu. Abi memang begitu beruntung memiliki kekasih seperti Ayumi. Jika kini kekasih nya yang lain yang berada di posisi Ayumi mereka semua pasti sudah pergi meninggalkan Abi.


“Makasih,” ucap Abi dengan senyumannya pada Ayumi yang kini mengangguk sambil tersenyum pada Abi.


“Tuan dan Nyonya Faid, bagaimana dengan Anda? Apa Anda bisa menerima keadaan anak kami?” tanya Mario pada kedua orang tua Ayumi yang kini tersenyum mendengar ucapan dari Mari.


“Bagaimana kita harus memisahkan dua orang yang saling mencintai? Dan mengapa juga harus dipisahkan? Kita sebagai orang tau hanya harus mendukung dan memberikan kebahagiaan untuk anak kita,” ucap Faid, ayah Ayumi dengan senyumannya yang di jawab dengan anggukan setuju oleh ibu Ayumi.


“Terima kasih karena telah menerima anak saya,” ucap Monika dengan senyumannya. Rasanya kini air matanya sudah akan mengalir antara sedih juga bahagia yang kini bercampur menjadi satu.


“Tentu,” ucap Sarah sambil mengelus tangan Monika.


“Baiklah kita langsung tukar cincin saja,” ucap Mario sebagai ayah Abi yang kini menjadi tetua di sana.


Mereka akhirnya segera bertukar cincin. Kini Abi yang lebih dulu memasangkan cincin untuk Ayumi. Abi mengecup tangan gadis nya itu. Setelah nya baru Ayumi yang kini memasangkan cincin untuk Abi.

__ADS_1


Perasaan bahagia yang kini Ayumi rasakan tak bisa ia jelaskan karena ia begitu bahagia karena kini Abi menjadi tunangannya. Ia kini hanya berharap Abi segera puluh.


Saat setelah Ayumi memasangkan cincin untuk Abi mereka bertepuk tangan riuh. Karena kebetulan ruangan Abi memang berada di lantai atas yang menyatu dengan ruangan para petinggi rumah sakit serta ruangan profesor jajaran petinggi lainnya. Dan ruangan itu juga sengaja di desain kedap suara. Namun jelas sudah ada banyak alat medis dan segala keperluan lainnya yang dipersiapkan dengan matang.


“Congrat Bi,” ucap Ivan dengan senyumannya pada Abi yang kini tertawa sambil menganggukkan kepalanya. Mereka kini duduk saling melingkar dengan kursi yang sudah disiapkan.


Abqa yang melihat kebahagiaan itu ikut tersenyum meskipun ia juga merasa patah hati namun ia berusaha menutupinya sebaik mungkin.


“Thanks semua,” ucap Abi dengan senyumannya yang dijawab dengan anggukan oleh sahabat nya yang lain.


“Kita makan dulu yuk. Saya sudah menyiapkan semua nya,” ucap Monika dengan senyumannya mempersilahkan tamu nya untuk segera menyantap hidangan mereka.


“Aku bener-bener gak nyangka akhirnya kita tunangan,” ucap Abi dengan senyumannya pada Ayumi yang kini menganggukkan kepalanya mendengar ucapan Abi.


Meskipun dengan acara yang sederhana namun Ayumi sedang karena mereka bisa bertunangan. Ayumi memperhatikan cincin yang melingkar indah di tangannya. Melihat itu Abi tersenyum setelah nya ia menggenggam tangan tunangannya itu dengan erat.


“Makan dulu, setelah ini aku ajak kamu liat bintang,” ucap Abi pada Ayumi yang kini tersenyum sambil menganggukkan kepalanya mendengar ucapan Abi.


Sesuai yang telah mereka rencanakan kini Abi mengajak Ayumi rooftop rumah sakit tersebut dengan dokter dan tenaga medis lain yang menunggu di luar rooftop. Di bawah bintang yang begitu indah kini Abi tampak begitu tampan dengan setelan jas nya. Sedangkan Ayumi kini tampak cantik dengan gaun berwarna biru nya.


“Bintang nya malam ini lagi bagus-bagus nya ya?!” ucap Ayumi sambil memandang bintang di atas sana. Kini ia menumpukan kepalanya di pundak Abi.


“Iya, kayak nya langit juga bahagia ngeliat kita yang lagi bahagia,” ucap Abi pada Ayumi yang kini membuat Ayumi terkekeh mendengar ucapan tunangannya itu.


“Hm Langit emang tau aja yang lagi bahagia,” ucap Ayumi dengan kekehannya. Tangannya kini menggenggam erat tangan Abi.

__ADS_1


“Aku masih gak nyangka akhirnya bakalan luluh sama casanova kayak kamu,” ucap Ayumi dengan kekehannya yang kini jua membuat Abi terkekeh mendengar nya.


“Memangnya siapa yang bisa menolak pesona Abi?” tanya Abi dengan sombong nya yang kini membuat Ayumi berdecih mendengar ucapan tunangannya itu.


“Percaya diri banget,” ucap Ayumi dengan decihannya sedangkan Abi kini hanya terkekeh mendengar nya. Ayumi memejamkan matanya sambil menikmati waktu mereka.


“Aku pengen kita kayak gini terus,” ucap Ayumi pada Abi. Namun Abi hanya diam tak menjawab ucapan dari tunangannya itu. Ia bahkan tak tahu apa ia masih bisa bertahan.


“Aku akan usaha,” ucap Abi seadanya. Ayumi hana terdiam walau ia memiliki harapan besar pada kesembuhan Abi.


Dan malam itu hanya mereka habiskan dengan menikmati waktu mereka ditemani dengan langit yang bertabur bintang. Setelah dirasa cukup malam, Abi sudah harus kembali ke ruangannya dan Ayumi juga harus pulang diantar oleh Abqa. Mereka memutuskan untuk segera kembali ke ruangan Abi.


***


Semesta memang tak bisa ditebak.


Alur dan jalannya pun seolah memiliki cabang.


Hanya kini yang tinggal memilih jalan mana yang akan dipilih.


Namun ada kalanya pada takdir yang sudah pasti kita hanya bisa menerima tanpa memilih.


Mengikhlaskan adalah jalan yang akhirnya harus diterima.


Kisah di teroh adalah sejarah.

__ADS_1


Entah bisa terulang lagi atau hanya menjadi story tentang kenangan.


Namun tetap saja ada harapan walau entah bisa terwujud atau hanya menjadi angan.


__ADS_2