
Langit biru yang kali ini bersinar dengan begitu cerah nya kini menjadi teman sepasang kekasih yang kini tengah menikmati waktu mereka dengan ditemani langit yang kini bersinar dengan begitu cerah nya.
Abi kini tengah merebahkan tubuhnya di sofa yang berada di sana dengan paha Ayumi sebagai bantalannya. Ayumi kini mengeluh kepala Abi sedangkan Abi kni memejamkan matanya menikmati waktunya dengan Ayumi yang entah kapan bisa terulang seperti ini lagi. Karena setelah ini ia masih harus dirawat.
Abi kini hanya berharap agar ia cepat pulih dan besok ibu nya masih mengizinkannya untuk datang ke sekolah meskipun hanya sekedar untuk menemui Ayumi saja. Bersama dengan Ayumi ia merasakan kebahagiaan juga kenyamanan. Ingin rasanya kini Abi terus seperti ini bersama dengan Ayumi.
“Ay, maaf ya waktu itu aku gak jemput kamu. Aku bukannya sengaja Ay, tapi aku punya alasan yang gak bisa aku jelasin ke kamu,” ucap Abi pada kekasih nya itu dengan begitu lembut nya. Kini ia menatap Ayumi dengan tatapan serius nya. Ayumi yang mendengar ucapan Abi mengerutkan kening nya bing. Namun karena tak bisa untuk memaksa Abi bercerita dan masuk terlalu dalam, dalam privasi Abi akhirnya Ayumi hanya menganggukkan kepalanya.
“kenapa baru minta maaf sekarang hm?” Tanya Ayumi pada Abi sambil mengerutkan kening nya. Abi yang mendengar ucapan Ayumi malah hanya tersenyum dengan lebar menampilkan deretan gigi nya.
“Gak kenapa sih. Karena kemarin belum sempat aja,” ucap Abi pada Ayumi. Ia tahu, Abqa pasti tak akan mau repot repot untuk menjelaskan pada Ayumi mengingat bagaimana kakak kembar nya itu. Meskipun terlambat namun kini setidak nya ia sudah menjelaskannya pada Ayumi.
“Nanti mau lihat senja ke tempat biasa?” tanya Abi pada Ayumi yang mendengar nya kini tentu saja bersemangat karena sudah lama Abi tidak mengajaknya untuk melihat senja bersama.
“kamu serius?” tanya Ayumi pada Abi yang kini membuat Abi tersenyum sambil menganggukkan kepalanya.
“Gak batal kayak kemarin kan? Kemarin aku padahal lagi pengen banget liat senja. Kamu di ajakin udah mau eh malah gak jadi,” ucap Ayumi dengan wajah cemberut nya yang membuat Abi kini merasa bersalah pada Ayumi. pasti selama ini saat Abqa yang menjaga Ayumi, kakak kembar nya itu tak akan mengajak Ayumi untuk jalan-jalan. Mengingat kakaknya itu memang begitu kaku.
“Enggak sayang,” ucap Abi dengan senyumannya yang membuat Ayumi kini juga tersenyum. Abi kini rasanya begitu betah melihat Ayumi yang tengah tersenyum dengan begitu lembut ke arah nya itu. Senyuman yang sudah lama tak di lihat nya. Dan senyuman yang begitu ia rindukan.
Saat Abi tengah menatap ke arah Ayumi memandangi wajah indah kekasih nya itu. Tiba-tiba saja ia merasakan cairan yang mengalir di hidungnya.
“Abi kamu kenapa?” tanya Ayumi yang juga melihat kekasih nya yang kini tengah mimisan itu. Abi segera bangkit dari posisi nya. Ayumi yang selalu sedia tissue di rok nya kini segera mengeluarkannya dan membantu Abi mengelap darah nya.
__ADS_1
“Abi, kamu kenapa?” tanya Ayumi dengan begitu khawatir dan kini ia Abi mendongak lalu memasukkan tisu ke hidung nya untuk membantu menghentikan darah nya mengalir.
“Aku gak papa kok Ay, kayak nya kecapean aja,” ucap Abi berusaha menenangkan kekasih nya itu dan tidak membuat kekasih nya itu khawatir.
“Kamu beneran gak papa? Kalau kamu sakit kita batalin aja rencana kita,” ucap Ayumi pada Abi dengan tatapan khawatirnya yang membuat Abi menggelengkan kepalanya sambil tersenyum ke arah Ayumi. Ia sudah pernah membuat gadis nya itu kecewa jadi ia kini tak akan membuat gadis nya itu kecewa lagi.
“Gak masalah. Aku cuma butuh istirahat aja,” ucap Abi yang setelah nya kini kembali untuk merebahkan tubuh nya dan menjadikan paha Ayumi sebagai bantalannya. Setelah nya ia memilih untuk memejamkan matanya dan mengistirahatkan tubuhnya yang sudah terasa begitu lelah.
Ayumi menatap Abi dengan tatapan seriusnya. Meneliti ajah kekasih nya itu yang memang begitu pucat. Ayumi mengelus kening Abi dengan begitu lembut nya.
Lama mereka berada di sana. Ayumi bahkan sampai ikut ketiduran karena menemani Abi yang tidur. Saat bel pulang berbunyi bersamaan dengan itu Abi lebih dulu bangun dari Ayumi. Hingga senyuman Abi mengembang melihat wajah cantik Ayumi yang kini masih tertidur.
“Sayang bangun,” ucap Abi sambil menepuk pipi Ayumi dengan lembut. Merasa tidur nya terganggu. Ayumi segera membuka mata nya hingga kini ia melihat Abi berada di depannya.
“Ayo balik katanya mau berburu senja,” ucap Abi pada Ayumi yang kini menganggukkan kepalanya mendengar ucapan Abi.
“Boleh aku minta kamu yang nyetir?” tanya Abi pada Ayumi. Ayumi awalnya bingung namun tetap saja akhirnya ia menganggukkan kepalanya. Ia berpikir Abi masih merasa lelah jadi ia menerima nya saja.
“Siap tuan muda,” ucap Ayumi bercanda pada Abi yang kini terkekeh mendengar ucapan Abi.
Setelah nya Ayumi segera menuju ke arah kemudi dan setelah di rasa aman semua nya. Ayumi segera melajukan mobil nya keluar dari sekolah. Tanpa ia tahu jika di belakang nya kini ada dua mobil lain yang mengikuti. Jelas mereka adalah sahabat Abi juga Abqa dan dokter yang dibawa oleh Abqa.
Hingga tak membutuhkan waktu lama kini mereka sudah sampai di sebuah tempat yang selalu mereka jadikan tempat untuk melihat sunset. senyuman Ayumi mengembang karena sudah lama ia tak melihat Sunset. Ayumi dan Abi segera keluar dari mobil Abi. Lalu mereka berjalan ke arah depan mobil dan duduk di atas cup mobil. Abi kini membawa Ayumi dalam rangkulannya dengan Ayumi yang kii meletakkan kepalanya di atas pundak Abi. Abi kini memejamkan matanya berusaha menahan pusing yang sedari tadi ia rasakan. Ia tak bisa membuat Ayumi kini khawatir jadi Abi masih berusaha untuk menahannya dengan memejamkan matanya dan merangkul Ayumi dengan erat, Ayumi bahkan di buat bingung dengan Abi.
__ADS_1
“Kamu masih sakit?” tanya Ayumi pada Abi yang kini segera membuka matanya dan tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.
“Aku gak papa. Tapi boleh gak kalau pulangnya nanti diantar Ivan? Aku mau minta jemput Dion. Aku gak bisa bawa mobil sendiri soal nya lagi capek banget. Lemes Ay,” ucap Abi pada Ayumi yang membuat Ayumi kini menatap Abi dengan khawatir.
“Kamu beneran gak papa? Kita pulang sekarang aja ya? Biar aku antar kamu, nanti aku pulang naik taksi,” ucap Ayumi pada Abi yang kini menggelengkan kepalanya mendengar ucapan Ayumi.
“Jangan. Aku gak bisa kalau kamu pulang sendiri. Kamu tenang aja gak usah khawatir. Aku baik-baik saja. Mereka juga bentar lagi dateng,” ucap Abi pada Ayumi. Ayumi menghenbuskan nafasnya kasar mendengar ucapan Abi.
Sampai tak beberapa lama setelah Abi mengirim pesan pada sahabat nya. Kini Ivan juga Dion datang.
“Kalian nih pacaran mulu ya dari pagi,” goda Ivan pada Ayumi dan Abi yang kini membuat Abi menatap nya dengan datar sedangkan Ivan kini malah hanya menyengir mendengar nya.
“Anter cewek gue balik. Harus dengan selamat,” ucap Abi pada sahabat nya itu yang membuat Ivan kini memutar bola matanya malas mendengar ucapan Abi.
“Tenang aja lah,” ucap Ivan pada Abi.
“Kamu hati-hati ya,” ucap Abi pada Ayumi yang kini menganggukkan kepalanya.
“Kamu kalau ada apa-apa bilang ya,” ucap Ayumi pada Abi yang tersenyum sambil menganggukkan kepalanya mendengar ucapan kekasih nya itu.
Abi membawa Ayumi kedalam pelukannya. Ayumi juga membalas nya. Ayumi kini seolah tak ingin melepaskan pelukan tersebut karena takut setelah ia melepaskannya ia akan kehilangan Abi. Namun kini ia juga harus pulang.
“Kamu cepet sembuh ya,” ucap Ayumi pada Abi yang menganggukkan kepalanya mendengar ucapan Ayumi.
__ADS_1
Ayumi melambaikan tangannya. Setelah nya ia segera masuk ke dalam mobil Ivan. Hingga tak lama setelah mobil tersebut melaju. Abi malah tak sadar kan diri. Dion yang berada di sana. Sontak memekik karena terkejut. Abqa yang sedari tadi berada di dalam mobil nya bersama dengan seorang dokter segera menghampiri Abi.
***