First Love Casanova

First Love Casanova
Tunangan?


__ADS_3

Abqa kini tengah mengantar Shyla yang ingin berbelanja. Shyla kini terlihat begitu bersemangat untuk berbelanja. Abqa kini hanya mengikuti sambil membawa belanjaan mereka.


“Belum selesai?” tanya Abqa pada Shyla yang kini menyengir mendengar pertanyaan sahabat nya itu. Abqa yang melihat itu hanya menggelengkan kepalanya.


“Ayo cepet, aku harus jaga Abi,” ucap Abqa pada sahabat nya itu yang kini menganggukkan kepalanya mendengar ucapan sahabat nya itu. Ia mengerti kini Abqa juga memiliki tugas nya sendiri.


“Udah nih,” ucap Shyla yang setelah nya mengajak Abqa menuju ke arah kasir untuk membayar belanjaan mereka.


Setelah selesai dengan segera laki-laki tersebut mengajak Shyla untuk menuju ke arah parkiran dan mengantar sahabat nya itu untuk pulang. Selama di perjalanan mereka saling terdiam seolah bingung harus mengatakan apa, hingga kini Shyla yang lebih dulu membuka pembicaraan.


“Gimana keadaan Abi?” tanya Shyla yang memang belum sempat untuk menjenguk adik dari sahabat nya itu lagi.


“Gak ada perubahan, malah semakin beruk,” ucap Abqa dengan helaan nafas kasar nya yang membuat Shyla kini mengelus tangan sahabat nya itu dengan lembut.


“Kamu niat nya kapan mau balik?” tanya Shyla lagi pada sahabat nya itu yang kini tampak berpikir.


“Aku bakalan pindah ke sini sampai Abi sembuh,” ucap Abqa yang membuat Shyla kini terkejut mendengar nya.


“Kamu serius?” tanya Shyla masih menatap Abqa dengan tatapan tak percaya nya.


“Aku serius, aku gak mungkin ninggalin Abi juga Mama papa aku di saat kayak gini,” ucap Abqa pada Shyla yang kini terdiam mendengar nya. Jelas ia keberatan dengan pilihan Abqa karena artinya dengan begitu ia akan jauh dari Abqa.


“Tapi gimana sekolah kamu? Ini udah mau UN kan di sini?” tanya Shyla dengan tatapan penuh tanya nya.

__ADS_1


“Papa aku yang pulang sekolah jadi pasti mudah buat dia ngurus semua nya, semua hanya tentang uang,” ucap Abqa dengan kekehannya.


“Kamu yakin mau ninggalin aku?” tanya Shyla dengan tatapan sendu nya. Abqa memejamkan matanya sebentar.


“Maaf Shyla tapi aku bener-bener gak bisa ninggalin keluarga aku di saat seperti ini,” tegas Abqa yang membuat Shyla kini memejamkan matanya sambil menganggukkan kepalanya mendengar ucapan Abqa.


“Aku lihat kamu juga belakangan ini deket sama Ayumi. Kamu suka sama dia?” tanya Shyla dengan tatapan penuh tanya namun hati-hati karena tak ingin untuk menyinggung Abqa.


‘Kamu bicara apa? Ayumi itu pacar adik aku sendiri,” ucap Abqa dengan nada kekesalannya yang begitu jelas. Shyla yang mendengar ucapan sahabat nya hanya tersenyum sinis sambil menganggukkan kepalanya. Bahkan hanya dengan melihat perlakuan Abqa pada Ayumi saja sudah bisa di lihat jika Abqa menyukai Ayumi.


Namun karena tak ingin untuk memancing amarah Abqa lagi akhirnya Shyla hanya menganggukkan kepalanya dan mempercayai laki-laki itu saja.


Hingga setelah nya selama perjalanan tak ada yang memulai pembicaraan. Mereka saling terdiam dengan pikiran masing-masing. Abqa kini mulai berpikir apa cinta segitiganya kini terulang kembali namun cara yang berbeda? Jika dulu Abi yang terasa tersakiti, maka kini ia yang tersakiti. Namun ini memang salah karena karena tak seharus nya perasaan itu hadir untuk gadis yang nyatanya sudah menjadi milik adik nya itu.


***


“Besok senja nya di lantai atas yuk. Aku udah janji kan mau selalu ngajak kamu buat liat senja,” ucap Abi pada Ayumi yang kini menganggukkan kepalanya. Abi kini berada di kursi roda nya sedangkan Ayumi kini berada di samping Abwa duduk di kursi yang berada di sana.


“Maaf ya Ay aku gak bisa bawa kamu buat jalan-jalan dulu, kamu cuma terjebak di rumah sakit kerana aku,” ucap Abi dengan senyuman sinis nya. Ayumi yang mendengar ucapan kekasih nya itu kini menghembuskan nafas nya sambil membawa tangan Abi dalam genggamannya.


“Aku gak pernah masalah kok Bi. Dengan ada nya kamu disisi aku, aku udah bahagia. Dimanapun itu,” ucap Ayumi dengan senyumannya yang kini menular pada Abi. Abi mencium tangan Ayumi dan kini tatapannya kembali pada langit di atas nya.


“Kalau mau kemana-mana minta anter sama Abqa aja ya,” ucap Abi pada Ayumi yang kini menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


“Aku mau tanya deh Bi. Kamu gak pernah cemburu kalau aku sama Abqa?” tanya Ayumi dengan tatapan penasarannya pada Abi yang kini membuat Abi terkekeh mendengar pertanyaan dari kekasih nya itu.


“Cemburu, tapi aku tahu di antara kalian gak akan ada yang khianati aku,” ucap Abi dengan senyumannya pada Ayumi. Ayumi yang mendengar ucapan kekasih nya itu ikut tersenyum. Kepercayaan yang Abi berikan padanya juga Abqa memang begitu besar karena ia tahu Abqa ataupun Ayumi tak akan ada yang mengkhianatinya.


“Makasih ya Bi,” ucap Ayumi dengan senyumnya pada Abi. Abi yang mendengar ucapan kekasih nya itu menaikkan sebelah alisnya bingung.


“Makasih untuk semua hal yang kamu berikan sama aku. Aku pengen kayak gitu terus sama kamu,” ucap Ayumi dengan senyumannya dan kini ia menumpukan kepalanya pada pundak Abi. Abi yang mendengar nya hanya tersenyum sendu.


Tangannya kini terulur mengelus kepala gadisnya itu sayang. Entah apakah bisa mereka seperti ini, atau semua hanya akan menjadi kenangan untuk Ayumi.


“Kamu adalah cinta terakhir aku Ay,” ucap Abi pada Ayumi sambil memejamkan matanya dan kini Abi menumpukan kepalanya pada kepala Ayumi.


“Sok tau,” ucap Ayumi yang kini membuat Abi terkekeh mendengar ucapan kekasih nya itu.


“Mau tunangan sama aku gak?” tanya Abi yang kini membuat Ayumi terkejut mendengar nya.


“Tunangan?” tanya Ayumi dengan tatapan tak percayanya. Abi yang mendengar ucapan Ayumi menganggukkan kepalanya. Ia hanya ingin jika nyawanya memang tak panjang lagi. Ia ingin Ayumi bukan hanya sebatas kekasih nya namun sudah menjadi tunangannya.


“Kamu serius?” tanya Ayumi yang kini membuat Abi menganggukkan kepalanya lagi. Ayumi kini sudah menegakkan kepalanya dan menatap Ayumi dalam.


“Aku pengen kamu tahu, kalau aku serius sama kamu. Dan aku ingin semua orang tau kalau kamu adalah milikku, dan aku hanya milik kamu,” ucap Abi pada Ayumi yang kini sudah membuat Ayumi menatap Abi dengan tatapan bahagianya.


“Aku mau Bi,” ucap Ayumi dengan senyumannya bahagia yang membuat Abi juga ikut tersenyum dengan bahagia mendengar nya.

__ADS_1


“Besok, aku bakalan minta Mama buat bilang ke orang tau kamu,” ucap Abi yang membuat Ayumi kini menganggukkan kepalanya. Setelah nya ia kembali meletakkan kepalanya di pundak Abi dan memejamkan matanya menikmati waktunya bersama dengan kekasih nya itu.


***


__ADS_2