First Love Casanova

First Love Casanova
Kejutan Abi


__ADS_3

Abi kini membuka bagasi mobilnya hingga kini banyak balon yang keluar dan mulai terbang dari dalam bagasi tersebut. Semua yang melihat nya kini bahkan sampai dibuat terkejut dengan apa yang saat ini mereka lihat. Tak menyangka laki-laki seperti Abi yang biasanya hanya mengatakan “Lo jadi cewek gue ya?” sekarang akhirnya melakukan hal romantis seperti ini. Memang hanya Ayumi yang bisa membuat Abi melakukan semua ini.


Ayumi bahkan tak kalah terkejut nya melihat apa yang kini ini ia lihat. Mantan-mantan Abi pun kini rasanya begitu iri melihat apa yang Abi lakukan ini pada Ayumi. Padahal sebelumnya Abi tak pernah bisa bersikap romantis seperti ini.


“Ini beneran Abi?”


“Abi buat beginian? Serius ini Abi?”


“Abi lo gak pernah begini ya sama gue”


Masih banyak lagi pembicaraan yang kini mulai terdengar membicarakan apa yang kini tengah direncanakan oleh Abi. Sebuah hal yang langkah memang melihat Abi dengan sikap romantisnya ini, Abi biasanya hanya memanjakan kekasih nya dengan uang namun kini Abi melah melakukan hal seperti ini pada Ayumi.


“Ay, ini sebagai ucapan permintaan maaf gue karena udah sering bully lo,” ucap Abi yang membuat Ayumi kini menaikkan  sebelah alisnya mendengar ucapan Abi.


“Udah gue maafin,” ucap Ayumi seadanya karena menurut nya apa yang Abi lakukan hanya kejahilan dari laki-laki itu saja. Meskipun Ayumi selalu saja dibuat kesal dengan tingkah laki-laki di depannya itu.


“Jadi lo mau jadi pacar gue?” tanya  Abi dengan begitu semangat nya pada Ayumi yang kini membuat Ayumi menaikkan sebelah alisnya sambil terkekeh.


“Bi, kurang-kurangin deh pede nya tuh. Di maafin bukan berarti diterima. Lo udah punya pacar Bi. Gila aja lo nembak gue begini depan pacar lo! Gue tuh terlalu baik buat lo Bi,” ucap Ayumi dengan senyumannya sambil menepuk pundak Abi. Abi yang mendengar ucapan Ayumi kini berhasil dibuat menganga oleh gadis itu.


Jika Ayumi mengatakan, Abi terlalu baik untuk Ayumi. Abi jelas akan bisa menjawabnya dengan mudah. Dengan ucapan ‘Gue bisa jadi buruk buat lo’ namun jika Ayumi sudah berkata jika Ayumi lah yang lebih baik maka apa yang bisa Abi katakan?


“Nanti aku putusin deh,” ucap Abi dengan penawarannya namun Ayumi tetap menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


“Sorry Abi. Tapi gue gak mau, udah mending lo sama yang lain aja jangan sama gue,” ucap Ayumi sambil menepuk pundak Abi seolah tengah menggurui laki-laki itu.


“Gue nyiapin ini buat lo, loh,” ucap Abi lagi sambil menunjuk pada bagasi mobil yang kini sudah dihias secantik mungkin dengan banyaknya bunga di dalam sana.


“Maksa banget dah,” kesal Ayumi menatap Abi yang sama sekali tidak peduli dengan ucapan Ayumi.


“Udah ya Bi, gue gak mau. Nih sebagai permintaan maaf gue. Lo simpen baik-baik ya,” ucap Ayumi sambil menyerahkan paper bag yang di bawanya. Abi yang melihat itu mengerutkan kening nya namun tetap saja pada akhirnya laki-laki itu mengambilnya.


Dengan rasa penasarannya Abi kini malah membuka paper bag itu. Ayumi menunggu dengan berusaha menahan senyumannya. Hingga saat Abi membuka paper bag itu, laki-laki itu sontak melemparkannya sambil memeluk Ayumi dan berteriak kencang.


Ayumi yang dipeluk oleh Abi kini membelalakkan matanya. Sedangkan tawa di lapangan mulai terdengar saat melihat reaksi Abi yang begitu takut pada boneka kucing yang kini sudah tergeletak.


“Ngapain lo peluk-peluk gue?” marah Ayumi sambil melepaskan pelukan Abi. Abi kini melihat ke sekitar melihat banyak nya orang yang kini tengah melihat ke arah mereka dengan berbagai tatapan. Ada yang terkejut, ada yang tertawa, namun ada juga yang tampak kesal.


“Gila, si Ayumi keterlaluan banget dah. Udah tau Abi phobia kucing masih aja di kasih.”


“Gue baru tau Abi takut kucing”


“Dia mah asal ngasih aja. Dia gak tau efek kedepannya buat orang yang phobia”


“Apa ketakutan seseorang main-main buat dia?”


Masih banyak lagi ucapan yang kini Ayumi terima namun gadis itu kini hanya diam. Apalagi saat melihat murid lain nya kini sudah bubar dari sana. Sahabat Ayumi kini segera menghampiri Ayumi.

__ADS_1


“Balik kelas aja yuk,” ajak Kitri merasa kasihan pada temannya itu. Ayumi hanya mengangguk lalu segera pergi dari sana. Ia pikir semua akan seru namun tetap saja nyatanya semua berbanding terbalik.


Jika posisinya kini di tukar. Ayumi lah yang berada di posisi Abi maka dapat dipastikan tak ada yang mengatakan hal buruk pada Abi. Ayumi tersenyum dengan begitu sinis karena itu.


***


Sepulang sekolah kini Ayumi segera menuju ke arah kamar nya rasanya hari ini begitu melelahkan untuk nya. Apalagi setelah kejadian tadi. Semua benar-benar menguras tenaga juga batinnya. Menghadapi Abi saja sudah membuat nya begitu pusing.


Baru saja Ayumi ingin memejamkan matanya. Suara dari ponselnya membuat Ayumi segera menoleh ke arah sumber suara untuk melihat siapa yang menghubunginya. Hingga nama Niclas lah yang terpampang jelas di sana.


Melihat itu dengan segera Ayumi menjawab panggilannya.


“Halo Nic, ada apa?” tanya Ayumi setelah panggilannya di jawab.


“Bisakah kau menemaniku jalan-jalan hari ini? Aku sedang tak ada pekerjaan dan ini begitu membosankan,” ucap Niclas di seberang sana ini membuat Ayumi berpikir sejenak. Sebenarnya hari ini ia begitu lelah. Namun ia juga merasa jika kini ia butuh tempat untuk menenangkan dirinya.


“Baiklah. Jemput aku satu jam lagi. Aku baru saja datang sekolah jadi beri aku waktu untuk membersihkan diri lebih dulu,” ucap Ayumi pada Niclas. Saat ini ia memang belum membersihkan dirinya bahkan sepatu yang kini masih terpasang. Ia benar-benar begitu lelah bahkan hanya untuk membuka sepatunya saja ia merasa lelah.


“Baiklah. Cepatlah bersiap. Aku akan datang satu jam lagi,” ucap Niclas. Setelah mengucapkan ‘ok’ Ayumi dengan segera menutup panggilan tersebut.


Ayumi menghembuskan nafasnya kasar. Dengan malas akhirnya gadis itu segera bangun dari posisinya. Kini ia ingin untuk membersihkan dirinya yang terasa begitu lengket dan begitu lelah. Mungkin berendam lima belas menit tak akan membuat Niclas menunggu lama.


***

__ADS_1


__ADS_2