First Love Casanova

First Love Casanova
S2 Aku Di sini Untuk Mu


__ADS_3

Abqa kini sesekali menoleh ke arah Ayumi yang sedari tadi hanya diam saja sambil menatap ke arah luar jendela. Abqa yang melihat hal tersebut kini menghembus nafasnya kasar. Abqa jelas saja tahu apa yang membuat Ayumi menjadi seperti ini.


ucapan Dion pasti masih mengganggu gadis tersebut. Abqa kini mengulurkan tangannya untuk mengelus tangan Ayumi. Ayumi yang merasakan sapuan lembut di tangannya kini sontak melihat ke arah Abqa dengan wajah lelah nya.


Kini mereka memang tengah berada di perjalanan menuju ke arah rumah Ayumi setelah pulang dari rumah sakit tempat Ayumi magang.


“Masih mikirin ucapan Dion kemarin?” tanya Abqa dengan menaikkan sebelah alisnya menatap Ayumi dengan tatapan begitu lembutnya menoleh sekilas ke arah Ayumi yang kali ini juga akhirnya menoleh ke arah Abqa  dengan tatapan sendunya.


“Jangan terlalu dipikirin,  kalau kamu nyaman dengan hubungan kayak gini aku sama sekali nggak masalah. Sudah sering Aku bilang kan buat nggak perlu mikirin ucapan orang-orang tentang pembicaraan seperti ini,”  peringat Abqa  pada Ayumi yang kali ini malah menangis. Abqa yang melihat nya tentu saja terkejut. Hingga kini ia segera menepikan mobilnya agar bisa untuk lebih leluasa berbincang dengan Ayumi.


“Hei kenapa nangis?”  tanya Abqa pada Ayumi dengan begitu lembutnya saat kini mereka sudah menghentikan mobilnya tersebut di pinggir jalan.


“Selama ini aku jahat ya sama kamu? Aku selalu saja mengabaikan perasaan kamu dan belum bisa untuk melupakan Abi,” ucap Ayumi dengan tatapannya yang  begitu sendu ia merasa begitu bersalah pada Abqa  yang kini justru tersenyum sambil menggelengkan kepalanya mendengar ucapan Ayumi.


“Siapa yang bilang kayak gitu?  Aku sama sekali nggak masalah dengan hubungan kita yang seperti ini ada disampingmu dan kamu bersedia buat menerima aku untuk tetap ada buat kamu pun aku udah senang,  nggak perlu mikirin gimana pendapat orang lain tentang hubungan kita yang penting kamu bahagia,  aku juga nggak minta kamu untuk cepet-cepet bales perasaan aku karena aku tahu ngelupain orang yang udah nemenin kamu selama bertahun-tahun dan ninggalin kamu bukan karena dia yang jahat tapi karena takdir yang jahat karena memisahkan kalian di dunia yang berbeda itu sulit,”  ucap Abqa  dengan begitu lembutnya pada Ayumi berusaha untuk mengerti keadaan gadis tersebut saat ini.


Walau terkadang ia juga merasa lelah dan iri dengan teman-temannya yang sudah memiliki hubungan yang jelas namun Abqa  juga sadar jika memang belum saatnya untuk dirinya berada di hubungan seperti itu. Dengan Ayumi yang bisa menghargai perasaannya dengan tidak dekat dengan laki-laki lain pun Abqa  sudah begitu senang seolah Ayumi Tengah memberinya harapan juga peluang untuk mereka bisa bersama.

__ADS_1


“Kalau kamu capek nunggu aku aku ikhlasin kamu buat pergi,”  ucap Ayumi tiba-tiba yang kini membuat Abqa  memejamkan matanya mendengar ucapan dari gadis di depannya tersebut. Abqa menarik nafas nya dalam lalu setelahnya ia menangkup wajah Ayumi agar kini gadis tersebut bisa melihat ke arahnya yang kini menatap ke arah Ayumi dengan tatapan seriusnya itu.


“Aku sama sekali nggak ada niat dan gak ada kepikiran untuk pergi,  sampai kapanpun aku akan nunggu kamu agar kamu bisa benar-benar  siap dan kamu benar-benar bisa buat nerima aku. Sudah sering aku bilang Ay  aku nggak masalah mau sampai kapanpun aku harus nunggu kamu bakalan aku tunggu. Selagi kamu belum punya laki-laki lain yang gantiin posisi Abi,” ucap Abqa dengan senyuman nya yang begitu lembut.


“Aku gak bakalan buka hati buat cowok lain. Aku masih usaha buat buka hati untuk kamu, aku gak mau mencintai kamu sebagai Abi karena wajah kamu mirip Abi. Padahal kalian jelas dua orang yang berbeda,” ucap Ayumi berusaha menjelaskan pada Abqa mengapa sampai saat ini ia belum bisa untuk menyukai Abqa.


“Udah ya jangan sedih lagi. Gak perlu dipikirin lagi,” ucap Abqa dengan senyuman lembut nya sambil mengelus puncak kepala Ayumi dengan begitu lembut nya. Ayumi yang mendapatkan perlakuan seperti itu kini tersenyum dengan senang sambil menganggukkan kepalanya.


“Makasih Abqa,” ucap Ayumi yang kini Abqa balas dengan anggukan dan senyumannya. Dengan begitu lembut nya kini ia mengelus puncak kepala Ayumi membuat Ayumi malah merasa bersalah karena menyakiti laki-laki sebaik Ayumi.


Setelah nya kini mobil mereka melaju dengan kecepatan sedang membelah jalanan menuju ke arah rumah Ayumi. Selama diperjalanan Ayumi memilih diam, meskipun Abqa sudah bisa untuk menenangkannya namun tetap saja Ayumi terus memikirkannya. Abqa yang melihat hal tersebut kini hanya bisa menggelengkan kepalanya.


Dan memilih untuk diam. Membiarkan Ayumi kini memiliki waktu nya sendiri. Hingga tak lama mereka kini akhirnya sampai di depan rumah Ayumi. Ayumi melihat ke arah sekitar merasa Jika ia sudah sampai di rumahnya dengan segera gadis tersebut kini membuka pintu mobil. Namun sebelum itu ia sempatkan untuk menoleh ke arah Abqa.


“Mau mampir dulu?”  tanya Ayumi pada laki-laki di depannya tersebut yang kini tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.


“Aku harus balik ke kantor papa,”  jelas Abqa  pada Ayumi yang kini menghembuskan nafasnya sambil menggelengkan kepalanya mendengar jawaban laki-laki yang berada di depannya.

__ADS_1


“Lembur lagi?”  tanya Ayumi yang gini dibalas dengan angkutan oleh Abqa.


“Jangan terlalu sering lembur,  kamu juga harus mikirin kesehatan kamu,”  peringat Ayumi pada Abqa  yang membuat laki-laki tersebut kini melakukan kepalanya.


“Aku masuk dulu,”  pamit Ayuni yang setelahnya segera keluar dari mobil Abqa  Melambaikan tangannya pada laki-laki tersebut sebentar sebelum akhirnya ia memasuki pekarangan rumahnya. Melihat Ayumi yang sudah aman sampai ke tujuan kini Abqa  segera melajukan mobilnya meninggalkan rumah Ayumi.


Namun kini mobil tersebut bukan menganjurkan kantor ayahnya  melainkan ke Arab sebuah kos-kosan yang tak terlalu besar. Namun sebelum itu Abqa  meningkatkan diri untuk mampir ke supermarket membeli beberapa kebutuhan bayi.


Setelah selesai barulah kini ingin menuju ke alam sebuah kos-kosan yang tak terlalu besar. Abqa segera turun dari mobilnya. Berjalan ke arah salah satu kamar kos lalu mengetuknya dengan hewan. Tak membutuhkan aturannya seseorang di dalamnya kini sudah membuka pintunya dan tampak tersenyum saat melihat keberadaan Abqa di depan rumahnya.


“Ayo masuk dulu Mas,” ajak wanita tersebut pada Abqa. Abqa dengan segera masuk ke dalam kos kosan yang kecil menurut nya. Hanya ada satu kamar yang bergabung dengan dapur dan kamar mandi.


Terlihat seorang bayi  berumur 7 bulan yang kini tampak tengah  memainkan mainannya yang bisa digigit-gigit. Mereka adalah ibu dan anak yang sempat dibantu Abqa  beberapa lalu. Saat itu Abqa  merasa kasihan kepada mereka setelah mendengar cerita dari wanita yang merupakan single parents tersebut. Jadilah kini Abqa  ingin menghidupi bocah tersebut.


Tak salah bukan Abqa  ingin membantu? Abqa  ingin membantu bukan karena wanita tersebut melainkan karena bayi laki-laki yang begitu menggemaskan itu.


***

__ADS_1


__ADS_2