
Ayumi kini merasa aneh karena sedari pagi ia belum juga bertemu dengan Abi. Padahal ia sudah membawa boneka kucing nya untuk Abi. Namun kini laki-laki itu malah sama sekali tidak muncul di hadapannya. Entah kemana kini laki-laki itu. Ayumi berpikir jika Abi kini benar-benar melakukan skors nya. Ia jadi merasa akan tenang selama beberapa hari kedepan. Namun entah mengapa ia merasa seperti ada yang aneh.
“Engga, apa yang lo pikirin Ayumi?” tanya Ayumi pada dirinya sendiri sambil menggelengkan kepalanya berusaha untuk menepis semua pikirannya tentang Abi saat ini. Tidak. Ia tidak boleh untuk jatuh pada laki-laki tersebut yang akan ia dapatkan hanya lah luka bukan cinta.
“Kenapa Yum? Dari pagi udah gak ada yang gangguin loh, kangen ya lo?” tanya Kayana saat melihat wajah sahabat nya yang sedari tadi hanya murung.
“Apaan sih?” tanya Ayumi sambil memutar matanya malas mendengar ucapan sahabat nya itu yang suka sekali menggodanya.
Meskipun kini ia tak tahu apa yang terjadi pada dirinya namun ia tak ingin mengatakan jika ada yang berbeda saat Abi tak datang untuk nya. Meskipun Ayumi berusaha untuk menepis itu semua namun hatinya tak akan bisa untuk menolak nya.
“Lo mulai suka sama dia?” tanya Kitri yang kini menatap Ayumi dengan tatapan penuh tanya nya. Mendengar ucapan Kitri kini Ayumi hanya diam saja karena ia juga tak tahu ada apa dengannya namun sebisa mungkin Ayumi berusa untuk menepis nya.
“Ngaco lo. Udah lah ayo cepetan makannya bentar lagi masuk,” ucap Ayumi pada kedua sahabat nya itu. Kini mereka tengah berada di kantin untuk mengisi perut mereka dengan makan siang mengingat kini sudah waktunya makan siang.
Baru saja mereka beranjak dari tempat duduk mereka tiba-tiba suara pengumuman kini terdengar, namun suara itu terdengar tidak asing bagi mereka. Apa lagi Vanya yang sudah begitu sering mendengar nya karena suara tersebut selalu mengganggu hari-hari nya.
“Cek satu dua tiga empat lima sepuluh,” ucap suara di pengeras suara yang kini membuat orang yang mendengar nya hanya bisa menggeleng karena hitungan yang laki-laki itu buat.
“Ok udah nyala ya. Abi ganteng it’s hare,” ucap suara itu lagi yang kini tak lain adalah suara Abi. Entah apa lagi yang kini akan laki-laki itu lakukan dengan menggunakan pengeras suara.
__ADS_1
Ayumi pikir seharian ini Abi tak ada mengganggunya karena laki-laki itu benar-benar libur namun ternyata tengah mempersiapkan sesuatu yang entah apa.
“Pengumuman buat Ayang gue. Ayumi Prissy Rahdian kelas XI IPA 2 pacar nya Abigail Athala Samudera yang ganteng. Ditunggu kehadirannya di lapangan sesegera mungkin. Atau gue bakalan nyamperin lo sambil gendong lo ke lapangan. Gue tuh banyak mata-mata jadi gue tau kalau sekarang lo di kantin,” ucap Abi melalui pengeras suara.
Ayumi yang mendengar nya kini hanya memutar bola matanya malas mendengar ucapan Abi. Laki-laki itu tak ada bosan nya mengganggu dirinya. Tak bisakah Abi memberinya ketenangan walau hanya sehari saja?
“Di panggil Ayang tuh Yum,” ucap Kitri yang kini menggoda sahabat nya itu. Kitri yang mendengar nya hanya memutar bola matanya malas.
“Gak usah rese deh,” kesal Ayumi yang kini malah membuat sahabat nya hanya terkekeh mendengar nya. Ia tahu pasti saat ini Ayumi tengah kesal karena panggilan Abi.
“Kalian duluan aja, gue ke kelas dulu,” ucap Ayumi pada kedua sahabat nya itu yang kini mengerutkan kening nya mendengar ucapan Ayumi. Namun pada akhirnya mau tak mau mereka segera menuju ke arah lapangan lebih dulu dan membiarkan Ayumi kembali ke kelas. Entah apa yang akan dilakukan oleh gadis itu.
Kedua sahabat nya hanya tak tahu saja. Jika kini bukan hanya Abi yang memiliki rencana namun kini Ayumi juga memiliki rencananya sendiri untuk ia lakukan pada Abi. Lihat saja kali ini rencana siapa yang paling menggemparkan.
“Mampus lo Bi,” ucap Ayumi dengan senyuman Evil nya sambil melihat isi dari tote bag nya itu.
Setelah mengambilnya kini Ayumi dengan segera berjalan ke arah lapangan untuk melihat apa yang akan Abi lakukan padanya sekaligus memberi kejutan pada laki-laki itu.
Saat sampai di lapangan kini Ayumi mengerutkan kening nya bingung melihat lapangan yang kini sudah ramai dengan sebuah mobil putih yang kini berada di tengah-tengah lapangan dengan Abi yang kini juga berada di sana bersama dengan sahabat laki-laki itu.
__ADS_1
Ayumi menyeruak di antara kerumunan hingga kini ia berada di depan barisan. Kening nya mengerut melihat Abi yang kini tersenyum ke arah nya. Tak hanya para murid yang kini menonton apa yang kini dilakukan oleh laki-laki itu namun juga para guru juga kini ikut melihat apa yang akan dilakukan oleh Abi.
Laki-laki yang merupakan anak dari pemilik sekolah sekaligus laki-laki yang dicap sebagai casanova.
“Sini Ay ngapain lo Ldr gitu dari gue?” tanya Abi dengan senyumannya pada Ayumi yang kini memutar bola matanya malas mendengar ucapan Abi.
Pada akhirnya kini Ayumi segera berjalan ke arah Abi dengan malas. Senyuman Abi yang mengembang membuat Ayumi kini malah merinding melihat nya.
“Ay, gue tau selama ini gue sering iseng ke lo. Tapi sebenarnya itu effort dari gue buat lo,” ucap Abi yang kini malah membuat Vanya ingin muntah mendengar nya.
“Lo segala ngomong effort, noh pacar lo nonton,” ucap Ayumi sambil menunjuk ke arah Rawni yang kini tengah menatap ke arah mereka dengan tatapan kesalnya. Abi yang melihat itu kini malah menyengoir.
Para guru pun tak kuasa mendengar ucapan murid nya itu. Soni yang kini ikut menonton apa yang dilakukan oleh keponakannya pun ingin segera meledakkan tawanya. Abi kini sepertinya mendapatkan lawan yang seimbang.
“Lo ngapain dateng juga sih? Ngerusak suasana aja,” decak Abi pada Rawnie yang kini segera pergi dari sana dengan kekesalannya. Mereka kini hanya menggeleng mendengar ucapan Abi yang malah mengusir kekasih nya itu.
Rasanya memang hanya Abi yang bisa menembak perempuan di depan kekasih nya sendiri.
“Ok ulang. Jadi buat tadi gue minta maaf,” ucap Abi pada Ayumi yang hanya menghela nafasnya sambil menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
“Jadi Ayumi, gue ada kejutan buat lo. Setelah ini lo harus mau jadi pacar gue,” ucap Abi dengan tegas nya hingga setelahnya ia segera membuka mobil nya yang membuat banyak mata kini membelalak melihat nya.
***