First Love Casanova

First Love Casanova
Danau dan Cerita


__ADS_3

Setelah kejadian Abi yang menolong Ayumi saat di bully waktu itu dan yang membully Ayumi dikeluarkan dari sekolah kini tak ada lagi yang berani membully Ayumi. Hidup nya di sekolah kini sudah begitu tenang. Abi kini memang sering datang menemui Ayumi. Namun bukan lagi untuk mengganggu Ayumi namun sekedar membawakan makanan ataupun mengajak Ayumi untuk ke kantin bersama. Laki-laki itu memang kini memberikan semua perhatiannya pada Ayumi.


“Laki lo tumben belum dateng Yum, biasanya istirahat kurang lima menit udah dateng dia nyamperin lo,” ucap Kayana saat mereka baru saja keluar dari kelas untuk menuju ke arah kantin namun Abi kini belum ada di depan kelas Ayumi. Biasanya laki-laki itu sudah akan berada di depan kelas Ayumi menunggu Ayumi untuk ke kantin bersama.


“Noh lagi main kejar-kejaran sama bapak nya,” ucap Ayumi sambil menunjuk ke arah Abi dengan dagunya. Melihat laki-laki yang kini tengah di kejar oleh ayah nya. Bahkan kini sudah banyak yang melihat ke arah mereka dengan tatapan lucu.


“Gue sebenar nya masih gak yakin Abi bisa berubah gitu. Tapi kadang ya gue ngerasa dia emang berubah sih. Gue juga masih kesel sama dia, karena dia lo pernah di bully satu sekolah,” ucap Kitri dengan menatap Abi dengan kekesalannya. Ayumi yang mendengar ucapan Kitri hanya tersenyum memaklumi. Bahkan sebelumnya Kayana juga belum bisa menerima Abi dan apa yang telh di lakukan oleh laki-lak itu pada Ayumi.


“Udah lah lupain aja, lagian dia juga udah minta maaf,” ucap Ayumi yang selalu berusaha meyakinkan sahabat nya itu jik Abi kini sudah berubah.


“Ck gue curiga lo mulai suka sama Abi ya?” tanya Kayana dengan tatapan menyelidiknya pada Ayumi kini sontak membuat gadis itu gelagapan mendengar pertanyaan dari sahabat nya itu.


“Apaan sih, engga ya,” ucap Ayumi namun dengan gelagapan bahkan kini pipi gadis itu sudah bersemu merah.


“Ayo ngaku lo,” tunjuk Kitri pada Ayumi.


Namun belum sempat Ayumi mengatakan apapun kini Abi malah datang ke arah nya dan bersembunyi di belakang nya. Menjadi tameng untuk laki-laki itu.


“Kamu ini malah sembunyi,” ucap Ayah Abi pada anaknya itu yang kini malah menyengir mendengar nya.


“Bantuin gue Ay,” ucap Abi dengan tatapan memohonnya pada Ayumi. Sedangkan Ayumi juga dua sahabat nya kini malah melongo mendengar nya.


“Mau Abi, ya pak? Ambil aja pak,” ucap Ayumi sambil menarik Abi yang kini masih bersembunyi di belakang nya. Abi yang mendengar ucapan itu kini membelalakkan matanya. Yang benar saja. Kini Ayumi malah menyerahkan nya pada Ayah nya.


“Dasar badung,” ucap lakli-laki paruh baya yang kini langsung menarik telinga Abi untuk segera pergi dari sana.

__ADS_1


“Jahat lo Ay, nanti lo harus ikut gue ke danau sebagai kompensasi karena lo udah numbalik gue ke lakik emak gue,” ucap Abi berteriak pada Ayumi yang kini hanya menggelengkan kepalanya mendengar ucapan Abi.


“Dibilang jangan ngerokok tetep aja ngerokok. Sekarang mau di bawa ke Mama malah ngajak anak cewek orang jalan,” ucap ayah Abi dengan tatapan tajamnya pada anaknya itu. Ia tak habis pikir mengapa Abi begitu berbeda dengannya semasa muda. Meskipun kekasih nya dulu banyak namun dia adalah orang yang cuek dan memiliki banyak kekasih hanya karena taruhan. Termasuk ibu Abi yang ia dapatkan karena taruhan namun akhirnya malah mereka bersama.


“Ini penting Pa, demi kelangsungan perasaan Abi,” ucap Abi dengan tatapan memohon kepada ayahnya itu yang kini hanya berdecih mendengarnya.


“Untuk kali ini kamu lolos, tapi gak lain kali. Awas aja Papa liat kamu merokok lagi. Semua aset kamu papa cabut,” tegas Ayah laki-laki itu yang kini membuat Abi menghembuskan nafasnya mendengar itu. Selalu saja aset nya yang menjadi ancaman untuk laki-laki paruh baya itu.


“Iya Papa,” ucap Abi yang akhirnya memilih mengalah saja pada ayah nya itu.


***


Hijau nya danau di depan Ayumi kini begitu menenangkan bagi Ayumi. Senyumannya kini bahkan mengembang dengan begitu sempurna melihat apa yang kini tersaji di depannya itu.


“Suka banget. Dari mana lo tau tempat begini?” tanya Ayumi dengan menaikkan sebelah alisnya menatap Abi dengan tatapan penuh tanya nya.


“Gue kan penjelajah alam,” ucap Abi dengan senyuman sombong nya yang kini membuat Ayumi berdecak mendengar nya.


“Iya in udah,” ucap Ayumi yang kini sontak membuat mereka tertawa bersama karena jawaban Ayumi.


“Gue mau nanya deh Ay, lo ada cinta pertama?” tanya Abi tiba-tiba yang kini membuat Ayumi yang mendengar pertanyaan itu membuat Ayumi kini langsung menoleh ke arah Abi dengan menaikkan sebelah alisnya.


“Belum ada,” ucap Ayumi yang tentu saja membuat Abi terkejut.


“Cowok yang waktu itu di pantai sama lo?” tanya Abi dengan menaikkan sebelah alisnya yang kini malah membuat Ayumi tersenyum mendengar nya.

__ADS_1


“Niclas, sahabat gue,” ucap Ayumi menjelaskan yang kini membuat Abi menganggukkan kepalanya mengerti mendengar ucapan Ayumi.


“Gue tuh dulu pernah punya cinta pertama. Dan orang yang untuk pertama kali nya gue suka. Tapi ternyata dia malah suka sama orang lain,” ucap Abi dengan senyuman sinisnya saat mengingat bagaimana masa cinta pertama nya dulu.


“Itu yang buat lo akhirnya jadi kayak sekarang?” tanya Ayumi dengan menaikkan sebelah alisnya menatap Abi dengan tatapan penuh tanya.


“Mungkin ya. Tapi eman ngaruh banget sih,” ucap Abi dengan senyuman sinisnya yang membuat Ayumi kini merasa iba mendengar ucapan tersebut.


“Terus sekarang tuh cewek jadi sama orang yang dia suka?” tanya Ayumi yang kini membuat Abi menggeleng mendengar nya.


“Engga, akhirnya yang cowok lebih milih gue dan dia pergi ke negara yang berbeda,” ucap Abi menjelaskan yang membuat Ayumi mengangguk mendengar nya.


“Berarti dia sahabat yang baik,” ucap Ayumi yang menyimpulkan jika laki-laki yang Abi maksud adalah sahabat Abi. Abi yang mendengar nya hanya tersenyum sambil menganggukkan kepalanya.


“Setelah itu gue gak percaya lagi akan cinta. Apa lagi pacar pacar gue malah kayak begitu semua,” ucap Abi dengan tawanya yang kini juga membuat Ayumi tertawa mendengar nya.


“Salah lo juga tuh mah cari nya yang modelan begitu,” ucap Ayumi dengan tawanya. Abi kini menoleh ke arah Ayumi. Tersenyum dengan begitu indah nya saat melihat wajah cantik Ayumi yang kini tengah tertawa apalagi dengan rambut nya yang terkena angin. Menambah kecantikan gadis itu.


“Mangkanya sekarang gue suka lo. Lo yang ngerubah cara pandang gue tentang perempuan juga cinta. Bahkan saat gue suka dan punya perasaan sama lo gue harus di sadarin sama Papa gue dulu,” ucap Abi yang kini membuat Ayumi menaikkan sebelah alisnya mendengar ucapan Abi.


“Maksud lo?” tanya Ayumi penasaran. Hingga akhirnya Abi menceritakan bagaimana ayahnya menasehatinya tentang cintai.


Mereka akhirnya berada di danau hingga sore. Terlalu banyak cerita, canda, serta tawa di antara mereka membuat mereka merasa nyaman satu sama lain.


***

__ADS_1


__ADS_2