
"Abi," suara teriakan yang menggelegar itu memekakkan telinga siapapun yang mendengar nya, sedangkan yang namanya dipanggil hanya bisa tertawa dengan begitu keras.
Bagaimana Ayumi tak meneriakkan nama laki-laki tersebut, saat Ayumi tengah serius menyalin tugas yang lupa ia kerjakan, di dalam kelasnya. Abi tiba-tiba saja datang dan langsung mengecup pipi Ayumi, setelahnya ia langsung kabur sebelum gadis itu meneriakkan namanya dengan begitu kesal.
"Hadir sayang," ucap Abi yang sudah berada di luar kelas Ayumi. Setelahnya laki-laki itu langsung pergi menuju kelas salah satu pacarnya yang lain untuk menghindari kemarahan Ayumi. Dengan sedikit berlari takut jika Ayumi mengejarnya dan dengan sadis menarik rambut nya seperti biasanya, padahal kini rambut nya sudah ia tata dengan begitu kece.
Abi berjalan kearah kelas XI IPA 4 mencari kekasihnya yang ia ingat berada di kelas tersebut. Setelah meneliti satu persatu wajah murid yang berada di sana dan melihat ada kekasihnya dengan segara Abi menghampirinya. Jangan heran jika Abi mengingat kelas kekasihnya tapi tak mengingat nama kekasihnya, karena memang semua kelas dari semua angkatan dan jurusan ia memiliki satu kekasih di sana atau bahkan lebih dari satu dalam setiap kelas, namun hebatnya masih saja ada yang mau dengan laki-laki itu walaupun ia tahu temannya ada yang merupakan kekasih Abi.
"Hay sayang," sapa Abi pada kekasihnya yang langsung tersenyum saat melihat sang kekasih menghampirinya. Di kelas itu hanya ada beberapa orang mengingat saat ini masih jam istirahat dan lebih banyak yang menghabiskan waktu di kantin untuk mengisi perut mereka yang terasa begitu lapar.
"Hay, tumben kesini ada apa?" tanya gadis tersebut yang merupakan salah satu dari tujuh gadis yang sudah pertahankan. Dan mungkin kini dengan begitu Abi akan mengingat nama gadis-gadis nya.
"Kangen aja, emang gak boleh?" tanya Abi yang sengaja memasang wajah sedihnya yang langsung membuat gadis itu tersenyum gemas melihat tingkah Abi. Jika yang melihat wajah Abi tersebut adalah Ayumi bisa di pastikan wajah tampan Abi sudah terkena lemparan sepatu.
"Kamu gak ke kantin?" tanya gadis tersebut sambil mengelus kepala Abi yang kini sudah terlungkup di atas meja dengan tangan laki-laki itu sebagai bantalannya. Menatap ke arah gadis yang tak lain adalah kekasihnya itu.
"Engga, abis gangguin Ayumi," ucap Abi yang kini menegakkan tubuhnya lalu mengambil ponselnya dan mulai memainkan game di ponselnya. Bahkan saat bersama dengan kekasih nya. Abi tak menutupi apa yang tengah ia lakukan. Ia tak pernah bisa untuk menghargai perasaan kekasih nya itu. Abi memang hanya melakukan apa yang ia mau tanpa mempedulikan perasaan orang lain.
"Kamu serius banget ya ngejar-ngejar dia?!" ucap gadis tersebut dengan nada yang begitu ketara sangat kesal. Namun meskipun begitu ia berusaha untuk mengendalikan rasa kesal nya. Ia tak ingin jika ia sampai salah berbicara dan malah ia yang diputuskan oleh Abi.
"Ya, karena dia beda," ucap Abi yang masih fokus dengan ponselnya yang tanpa laki-laki itu sadari kini gadis cantik di sampingnya itu tengah mengepalkan tangannya dengan kesal mendengar penuturan Abi.
"Njel," panggil Abi pada gadis di sampingnya dengan nama random karena ia tak tahu siapa nama gadis tersebut. Ia hanya menyebutkan nama yang terlintas di kepalanya saja.
"Nama aku Firly bukan Angel," koreksi Firly dengan wajah kesalnya yang malah membuat Abi terkekeh melihat kekesalan gadis di sampingnya itu. Sepertinya nama gadis yang Abi ingat hanya lah Ayumi.
__ADS_1
"Ok ok Firly, putus yuk," ajak Abi dengan begitu santainya yang langsung membuat Firly menganga tak percaya mendengar ucapan Abi yang mengajak putus dengan begitu mudahnya.
"Loh Bi kenapa?" tanya Firly dengan wajah nya yang masih memperlihatkan wajah kesalnya.
Ia memang sudah mendengar jika beberapa minggu lalu Abi mengakhiri hubungan dengan banyak kekasihnya dan saat itu ia dapat menghela nafas lega karena Abi tak memutuskannya namun kini tiba-tiba saja laki-laki itu malah memutuskannya. Padahal ia sudah berusaha menjaga tingkah nya agar tidak menyinggung Abi namun kini ia malah diputuskan begitu saja oleh Abi.
"Gue udah bosen, lagi juga kalian udah gak guna semenjak ada Ayumi. Gue mau fokus buat ngejar dia dulu," ucap Abi dengan senyumannya yang malah membuat Firly terbengong mendengar ucapan Abi yang di ucapkan dengan begitu santainya seolah yang ia katakan bukanlah apa-apa.
"Tapi Abi aku gak mau putus, aku gak masalah kok kamu jadiin yang kesekian dan kamu lebih fokus sama Ayumi," ucap gadis tersebut yang kini sukses membuat Abi terkekeh.
"Udah gak ada untungnya buat gue mertahanin cewek gila popularitas dan materi kayaknya, yang ada rugi di gue," ucap Abi yang berhasil menohok hati Firly karena apa yang Abi ucapkan adalah benar ia menerima Abi karena laki-laki itu sangat populer juga tampan lagi, Abi adalah orang dari kalangan atas. Siapa yang akan menolak laki-laki tersebut? Lagi pula untuk apa bagi mereka kaum hawa untuk jatuh hati pada Abi yang selalu mempermainkan perasaan kaum hawa?
Abi berdiri dari duduknya, mengelus puncak kepala gadis yang kini menatap nya dengan berbagai tatapan, namuan tatapan penuh kesal begitu tergambar jelas dalam wajah gadis tersebut. Setelahnya ia langsung pergi dari kelas gadis tersebut untuk kembali ke kelasnya karena sebentar lagi akan masuk jam pembelajaran.
***
Sahabat Abi yang melihat laki-laki itu begitu serius mengerutkan keningnya bingung. pasalnya tak biasanya Abi akan serius saat sedang menulis. Bahkan saat sedang mengerjakan tugas pun laki-laki itu akan lebih banyak bercandanya.
"Ngitungin jumlah pacar gue, tadi gue abis mutusin si Firly," ucap Abi dengan begitu santainya masih serius dengan kegiatannya sendiri. Saat ia sampai di kelas tadi bertepatan dengan bel masuk tapi guru yang mengajar malah belum datang hingga waktu belajar terlewatkan dua puluh menit, memikirkan kekasih nya membuat Abi dengan iseng menuliskan jumlah kekasihnya yang tersisa enam menuliskan lengkap dengan nama serta kelas nya.
"Si sedeng, gue kira apaan serius banget," ucap Tian sambil menoyor kepala Abi yang tidak ada isi nya itu.
"Ayumi nggak ditulis Bi?" tanya Ivan saat tak melihat nama Ayumi dalam daftar kekasih Abi.
"Itu mah jodoh gue, jadi di tulisnya entar aja di buku nikah," ucap Abi dengan tawa nya yang membuat sahabatnya menggeleng mendengar ucapan Abi yang begitu pede.
__ADS_1
Padahal begitu jelas hingga kini saja Ayumi masih menolak Abi , dan melakukan perlawanan dalam setiap serangan yang laki-laki itu berikan. Belum ada tanda-tanda gencatan senjata yang terlihat tapi, dengan pedenya laki-laki itu mengakui Ayumi.
"Pede banget lo," ucap Tian dengan tawanya sambil menoyor kepala Abi yang membuat sahabatnya yang lain juga ikut tertawa sedangkan ABi hanya menatap datar pada sahabatnya itu.
“Ayumi mah alergi buaya, mana mau dia sama lo?” tanya Ivan masih dengan sisa tawanya yang membuat Abi menataonya dengan begitu datar. Namun setelah nya ia kembali fokus dengan tulisan di depannya lagi.
"Menurut lo di antara ini yang paling cantik yang mana? pilih satu aja yang lain mau gue putusin," ucap Abi sambil menunjukkan nama-nama kekasih nya pada sahabatnya yang lain, serius memilih mana yang pantas untuk Abi.
"Mau insaf lo jadi buaya?" tanya Ivan heran dengan Abi yang ingin memutuskan kekasihnya. Apa pengaruh Ayumi memang sehebat itu bagi Abi?
"Gue mau fokus sama Ayumi dulu, tapi selagi Ayumi gak mau nerima gue senggaknya gue gak jomlo jadi harus mertahanin satu," ucap Abi menjelaskannya.
"Kalo Ayumi udah dapet lo mau mancing lagi?" tanya Dion dengan kerutan di dahinya seolah mewakili pertanyaan sahabatnya yang lain.
"Bisa di bicarakan nanti," ucap Abi dengan kekehannya membuat sahabatnya menatap datar ke arah Abi.
Setelahnya tanpa Abi ketahui sahabatnya di belakang Abi tengah merencanakan taruhan, apa Abi hanya akan bertahan pada Ayumi atau ia akan menggait banyak gadis lainuntuk menjadi kekasihnya.
"Sama Ayumi doang Fix," ucap Ivan dengan kepercayaan dirinya. Insting nya mengatakan jika Abi mendapatkan Ayumi maka laki-laki itu hanya akan mempertahankan Ayumi dan berhenti untuk menjadi cassonova.
"Playboy mah tetep playboy," ucap Dion yang di balas dengan anggukan setuju oleh Tian.
"Motor Deal?" tanya Tian yang di balas dengan anggukan mantap oleh Ivan yang menderikan kubu sendiri.
****
__ADS_1