
Tatapan Abi kini tertuju pada salah satu dari dua gadis yang baru saja masuk ke dalam ruangan rawat nya. Tatapan terkejut kini ia perlihatkan pada gadis yang kini tengah menatapnya dengan tatapan nanar itu.
“Ayumi,” ucap Abi dengan tatapan tak percaya nya saat kini ia melihat Ayumi yang baru saja memasuki ruangannya bersama dengan seorang gadis yang tidak Abi kenali.
“Abqa ngapain lo bawa Ayumi?” tanya Abi dengan tatapan tajamnya pada Abqa yang kini sudah memejamkan matanya. Ia begitu merasa bersalah pada kembarannya itu. Namun ia juga tak bisa untuk menutupi lagi dari Ayumi.
“Apa maksud kamu Abi??” tanya Ayumi dengan tatapan tajamnya pada Abi yang kini mengalihkan tatapannya dari Ayumi.
Abqa yang melihat jika sepasang kekasih itu butuh waktu untuk berbicara berdua. Abqa segera mengajak sahabat nya itu untuk keluar dari ruangan Abi. Abqa dan Shyla kini menunggu mereka di depan ruang rawat Abi.
“Lihat, bahkan setelah aku tau semua ini kamu malah mengabaikan aku. Aku udah bohongin aku, nyembunyiin semua ini dari aku, dan sekarang kamu mengabaikan aku? Apa aku emang gak berharga buat kamu Bi?” tanya Ayumi dengan tatapan sendu nya pada Abi. Kini air matanya bahkan sudah mengalir.
Sekuat apapun Ayumi menahan air matanya agar tak mengalir namun usahanya sia-sia. Tetap saja kini air matanya mengalir saat melihat keadaan kekasih nya itu saat ini. Abi yang kini tampak lebih kurus dari sebelumnya.
“Abi kamu denger aku gak sih?” teriak Ayumi dengan amarah nya pada Abi. Abi yang melihat tangis Ayumi kini memejamkan matanya. Ia begitu tak tega melihat keadaan Ayumi saat ini. Namun ia juga malu pada Ayumi melihat ia yang kini begitu tak bertenaga.
“Maaf Ay,” ucap Abi pada Ayumi dengan tatapan nanarnya. Dengan langkah gontai nya kini Ayumi menuju ke arah Abi untuk melihat laki-laki tersebut lebih jelas.
“Kenapa kamu ngelakuin ini Abi? Kenapa nyembunyiin semua ini? Kenapa bohongin aku?” tanya Ayumi dengan tangisnya pada Abi. Abi yang melihat itu benar-benar tak tegas.
Abi kini berjalan dengan pelan. Karena ia pun kini merasa begitu lemas. Setelah sampai di depan Ayumi kini ia segera memeluk gadis nya itu. Ia begitu tak tega melihat keadaan Ayumi yang kini menangis.
Ayumi kini bahkan sudah menangis begitu keras dalam pelukan Abi. Ini lah yang tidak Abi inginkan jika AYumi mengetahui tentang keadaannya. Ia tak ingin membuat Ayumi menangis karena nya.
“Maaf Ay, ini yang gak aku mau. Aku gak mau kamu khawatir dan menangis karena aku,” ucap Abi dengan begitu sendu pada Ayumi yang kini hanya bisa menangis dalam pelukan Abi. Kenyamanan ini lah yang selama ini tidak Ayumi dapatkan bersama dengan Abqa. Perasaan ini lah yang selama ini Ayumi cari saat bersama dengan kembaran Abi.
Abqa mungkin bisa menipu matanya namun tidak dengan hatinya. Itu lah yang selama ini ia rasakan.
“Justru dengan perubahan kamu selama ini aku jadi khawatir Bi. Aku cari kamu ke rumah kamu pas kamu ngilang tapi aku gak nemuin apapun, kamu jahat Bi gak bilang semua ini dari awal,” ucap Ayumi pada Abi yang kini hanya memejamkan matanya sambil memeluk kekasih nya itu dengan begitu erat.
__ADS_1
“Aku gak mau buat kamu khawatir Ay. Abqa yang memang kebetulan dateng pas aku kecelakaan akhirnya aku minta dia jagain kamu,” ucap Abi yang kini masih memeluk Ayumi.
Ayumi yang mendengar nya kini hanya bisa memejamkan matanya. Ia tak menyangka jika Abi begitu mengkhawatirkan dan memikirkannya. Bahkan saat laki-laki tersebut mengalami kecelakaan yang ia pikirkan adalah Ayumi.
“Kapan kamu kecelakaan?” tanya Ayumi dengan tangis nya setelah kini Abi melepaskan pelukannya.
“Bantu aku duduk dulu,” ucap Abi pada Ayumi. Kepalanya kini sudah begitu pusing. Ayumi yang mendengar itu kini segera membantu Abi untuk duduk. Masih dengan tangisnya kini Ayumi berdiri di depan Abi.
“Udah ah jangan nangis, nanti cantik nya ilang,” ucap Abi pada Ayumi dengan senyumannya sambil menghapus air mata gadisnya itu. Abi menangkup wajah Ayumi berusaha untuk menenangkan kekasih nya itu yang masih saja menangis.
“Aku bener-bener bingung sama sikap kamu selama ini Bi, harusnya dari awal kamu bilang ke aku biar aku bisa jagain kamu,” ucap Ayumi pada Abi. Abi yang mendengar ucapan gadis nya itu menghembuskan nafas nya kasar sebelum ia menjelaskan alasannya pada Ayumi.
“Aku udah bilang kan. Aku gak bilang karena aku gak mau buat kamu khawatir Ay,” ucap Abi pada Ayumi dengan begitu lembut nya. Ayumi yang mendengar ucapan Abi kini bukannya menghentikan tangis nya malah semakin mengeras kan tangisnya. Abi yang melihat nya hanya bisa menggeleng sambil mengelus wajah pipi gadis tersebut.
“Aku gak tau kalau kamu cengeng,” ucap Abi sambil mengelus wajah kekasih nya itu. Ayumi yang m,mendengar ucapan Abi kini mengerucutkan bibir nya.
“Gak usah ngejek deh. Sekarang ceritakan sama aku semua nya. Gak boleh nyembunyiin apapun lagi,” ucap Ayumi pada Abi. Abi yang mendengar nya menganggukkan keplanya. Lagi pula kini Ayumi sudah mengetahui semua nya jadi lebih baik ia mengatakan pada Ayumi tanpa ada yang disembunyikan lagi.
“Aku udah jalan kok jemput kamu setelah kamu nelpon itu. Terus Abqa yang baru sampek juga ngehubungin aku. Waktu itu juga hujan deres banget kan. Aku tau kamu gak suka hujan dan takut petir jadi aku bawa motornya buru-buru, jalanan juga lagi licin,” ucap Abi yang kini menghentikan cerita nya. Abi kembali menarik nafas nya.
Tanganya kini terus mengelus wajah kekasih nya itu dengan sayang.
“Karena jalanan yang terlalu licin dan aku yang gak hati-hati ban motor aku tergelincir dan dan aku yang juga gak liat-liat pas mau nyalip gak tau kalau di depan ada truk kontainer. Aku belokin stir yang akhirnya malah nabrak pembatas jalan. Aku kepental dan motor aku hancur ketabrak truk,” jelas Abi yang kini membuat tangia Ayumi semakin keras.
“Kamu jangan makin nangis dong. Aku gak bisa liat kamu nangis. Kalau kamu masih nangis aku gak mau lanjut ceritanya,” ucap Abi yang kini mengancam Ayumi. Ayumi bukannya menghentikan tangis nya kini malah menggelengkan kepalanya.
“Gimana bisa aku gak nangis denger semua itu? Kamu kecelakaan karena aku?” ucap Ayumi dengan tangis nya. Ayumi kini akhirnya mengetahui mengapa Abqa selalu membawa mobil.
“Jangan nyalahin diri kamu sendiri, semua ini bukan salah kamu. Aku aja yang gak hati-hati,” ucap Abi dengan begitu lembut nya pada Ayumi sambil mengelus puncak kepala Ayumi.
__ADS_1
“Tapi emang karena harus jemput aku kan,” ucap Ayumi yang kini membuat Abi menggelengkan kepalanya.
“Gak sama sekali,” ucap Abi pada Ayumi.
“Terus setelah itu gimana kamu bisa ngerencanain Abqa yang jadi kamu?” tanya Ayumi dengan penasarannya. Abi menipiskan bibirnya.
“Aba kebetulan lewat saat itu pas aku kecelakaan. Sebelum aku koma aku minta dia buat jagain kamu, dan minta dia gak ngasih tau kamu tentang keadaan aku, maaf,” ucap Abi pada Ayumi dengan tatapan bersalah nya.
“Kamu koma?” tanya Ayumi pada Abi yang membuat Abi menganggukkan kepalanya.
“Aku koma satu bulan lebih,” ucap Abi pada Ayumi yan kini membuat Ayumi terkejut mendengar nya.
“Dan kamu gak ngasih tau aku?” tana Ayumi dengan tatapan kesal nya pada Abi.
“Kalaupun bisa mengulang waktu aku tetep gak akan ngasih tau kamu. Aku gak mau kamu ngomong dan aku malah mengabaikan kamu,” ucap Abi dengan tegasnya.
Abi tak ingin jika Ayumi melihat nya dalam keadaan nya yang begitu buruk. Ayumi yang mendengar ucapan Abi kini semakin menangis. Ia begitu bahagia di cintai Abi dengan begitu hebat nya.
“Gimana keadaan kamu setelah mimisan waktu itu?” tanya Ayumi lagi dengan mengerutkan kening nya.
“Aku pingsan selama dua hari setelah itu,” ucap Abi dengan kekehannya.
Ayumi yang mendengar nya memukul tangan Abi.
“Kamu pingsang malah ketawa lagi,” kesal Ayumi yang kini hanya membuat Abi tersenyum melihat nya.
“Sekarang aku udah baik-baik aja, jadi kamu gak perlu khawatir,” ucap Abi pada Ayumi yang setelah nya ia segera memeluk kekasih nya itu. Abi memeluk Ayumi dengan begitu erat.
Air matanya kini bahkan sudah menetes. Ia tak kuat saat melihat keadaan Ayumi seperti ini.
__ADS_1
“Kamu harus selalu bahagia Ay,” gumam Abi dalam tangis nya. Namun Abi berusaha meredam tangisnya karena ia tak ingin Ayumi semakin merasa khawatir pada nya.
***