
Selama di perjalanan kini Abi dan Ayumi saling bercerita dan bercanda banyak hal. Abi selalu saja bisa untuk mencairkan suasana di antara mereka.
“Jadi lo serius belum pernah pacaran atau suka sama orang?” tanya Abi dengan tatapan tak percaya nya pada Ayumi yang kini justru menjawabnya dengan senyuman dan anggukan.
“Nyatanya emang gitu,” ucap Ayumi meyakininya yang kini membuat Abi tak percaya mendengarnya. Ia tak percaya di jaman sekarang masih ada orang seperti Ayumi.
“Kalau gue berhasil buat lo jatuh cinta sama gue, berarti gue orang pertama?” tanya Abi dengan menaikkan sebelah alisnya pada Ayumi yang kini tersenyum sambil menganggukkan kepalanya. Mendengar itu membuat Abi kini malah tersenyum. Ayumi mengatakannya seolah ia sudah bisa menerima Abi.
“Kalau boleh tau alasan lo menghindar dari cowok tuh kenapa? Kan pasti ada nih alasannya.Kayak gue kan juga ada alasan tuh kenapa gue suka mainin cewek. Kalau lo kenapa?” tanya Abi dengan tatapan penuh tanya nya pada Ayumi. Kini mereka sedang berada di lampu merah jadi kini Abi bisa melihat bagaimana ekspresi wajah Ayumi.
“Kalau gak bisa cerita gak papa Ay, jangan di paksa, karena gue gak maksa kok,” ucap Abi dengan senyuman menenangkannya pada Ayumi.
Ayumi yang mendengar itu menghembuskan nafasnya kasar sebelum akhirnya gadis itu memulai cerita nya.
“Gue bakalan cerita,” ucap Ayumi dengan senyuman meyakinnya pada Abi. Yang mendengar nya itu mengelus tangan Ayumi yang kini saling bertaut.
“Pelan-pelan aja,” ucap Abi menenangkan yang kini membuat Ayumi mengangguk mendengar nya.
“Gue dulu punya kakak perempuan. Dia orang yang baik yang cantik. Tapi bodoh nya dia salah milik laki-laki. Laki-laki yang dianggap baik ternyata suka mainin cewek, sampai akhirnya kakak gue hamil tapi dia gak mau buat tanggung jawab. Dan akhirnya kakak gue malah bunuh diri. Setelah itu gue males yang mau percaya sama cowok,” jelas Ayumi yang mulai menceritakan pada Abi yang membuat nya begitu tak ingin untuk dekat dengan laki-laki. Abi yang mendengar ucapan Ayumi kini begitu terkejut. Ia tak menyangka jika sikap Ayumi yang begitu tangguh yang selama ini gadis itu tampilkan semua karena untuk membentengi dirinya juga rasa trauma yang ia rasakan.
“Sorry ya Ay udah buat lo ingin kakak lo.” ucap Abi dengan tatapan berslaha nya melihat sekilas ke arah Ayumi yang kini tersenyum. Namun matanya tak bisa berbohong meskipun bibirnya tersenyum, namun matanya kini sudah mengeluarkan air mata.
“Gak papa kok,” ucap Ayumi dengan senyumannya.
Abi kini menghentikan laju mobilnya lalu ia segera menoleh ke arah Ayumi dengan tatapan kagumnya. Melihat wanita kuat di samping nya itu.
“Mau pulang?” tawar Abi pada Ayumi. Namun Ayumi menggeleng kan kepalanya. Abi yang melihat itu kini malah langsung memeluk Ayumi membiarkan Ayumi menangis dalam pelukannya. Ia tahu pasti sulit untuk Ayumi jika mengingat kembali bagaimana ia harus kehilangan kakaknya.
“Percaya sama gue Ay. Gue gak akan ninggalin lo kayak kakak lo ataupun kayak mantan kakak lo yang brengse itu,” tegas Abi pada Ayumi yang kini sudah menangis dalam pelukannya. Ayumi kini terus saja menangis dalam pelukan Abi dan Abi hanya membiarkannya saja. Membiarkan Ayumi menangis dalam pelukannya.
__ADS_1
Setelah tenang baru lah Ayumi melepaskan pelukannya dari Abi. Meskipun kejadian itu sudah berlangsung selama tujuh tahun lalu namun sampai saat ini Ayumi masih tak menyangka jika kini ia sudah kehilangan kakak nya.
“Kita balik sekarang?” tanya Abi setelah Ayumi tenang. Ayumi menghapus sisa air matanya dan menganggukkan kepalanya.
Setelah nya Abi segera melajukan motornya meninggalkan tempat mereka kini berada.
***
“Ayumi, gawat gue lupa ngerjain Pr Ay,” ucap Kitri dengan begitu heboh nya pada Ayumi saat gadis itu baru saja memasuki kelas nya.
“Sengaja lo mah kagak ngerjain,” ucap Ayumi dengan gelengan kepalanya. Setelah nya gadis itu segera memberikan buku nya pada Kitri yang kini hanya menyengir mendengar ucapan sahabat nya itu.
“Ayumi,” suara teriakan selanjut nya memanggil Ayumi. Ayumi segera mendongakkan kepalanya dan kini ia melihat Kayana berjalan terburu-buru ke arah nya.
“Pr?” tanya Ayumi yang kini membuat Kayana menyengir sambil menganggukkan kepalanya.
“Noh di Kitri,” ucap Ayumi sambil menggelengkan kepalanya melihat sahabat nya karena tak ada yang mengerjakan pr nya.
“Kenapa?” tanya Ayumi saat melihat yang memanggil nya ternyata adalah Abi.
Dengan senyuman cerah nya kini Abi berjalan ke arah Ayumi sambil memamerkan paper bag yang dibawanya. Ayumi yang melihat itu menaikkan sebelah alisnya.
“Apaan nih? Mau gangguin gue lagi lo?” tanya Ayumi dengan menaikkan sebelah alisnya menatap Abi dengan tatapan curiga nya.
“Curigaan aja lo. Nih dari mama,” ucap Abi yang membuat Ayumi segera mengambil nya lal melihat isi dari paper bag itu.
“Wah thank ya. Bilang ke Mama lo,” ucap Ayumi pada Abi.
“Bilang sendiri aja sih,”ucap Abi yang kini malah duduk di samping Ayumi karena kursi samping Ayumi memang lah kosong.
__ADS_1
“Nanti pulang sekolah ikut gue ya,” tawar Abi pada Ayumi yang kini mengerutkan kening nya sambil menatap Abi dengan tatapan penuh tanya nya.
“Kemana?” Tanya Ayumi bingung.
“Liat ntar deh,” ucap Abi pada Ayumi yang kini malah berdecih mendengarnya.
Ayumi kini mengeluarkan isi dari paper bag yang diberikan oleh Monika yang tak lain adalah cake yang pernah mereka buat.
“Kitri, Kayana. Mau coba gak?” tawar Ayumi sambil menyodorkan dua cake untuk sahabat nya itu yang dengan segera mengambilnya.
“Tencu Yum,” ucap mereka bersamaan.
“Gue mau juga dong Ay,” ucap Abi sambil mengambil sendiri dari paper bag nya. Ayumi sama sekali tidak peduli dan lebih memilih untuk memakan milik nya.
“Pilih kasih nih emak gue. Gue gak pernah dah di buatin beginian,” ucap Abi pada Ayumi yang kini malah terkekeh mendengar nya.
“Lo ngeselin sih,” ucap Ayumi dengan tawanya yang kini hanya membuat Abi menatapnya dengan tatapan yang begitu datar.
“Mak bapak gue juga gak kalah ngeselin,” ucap Abi yang kini lagi-lagi membuat Ayumi tertawa mendengar nya.
“Di denger tau rasa lo,” ucap Ayumi yang kini membuat Abi menatap Ayumi dengan tajam.
“Gak bakal kayak nya,” ucap Abi dengan kekehan nya.
Hubungan mereka kini memang cukup dekat. Meskipun sesekali terkadang mereka masih sama-sama jahil namun hubungan mereka kini cukup dekat.
Abi sering mengajak Ayumi menghabiskan waktu luang mereka. Sekedar sunmori ataupun nongkrong di cafe. Dari sana Ayumi tahu jika Abi sebenar nya adalah orang yang baik.
Ayum hanya berharap, jika Abi akan terus menunjukkan ketulusannya pada Ayumi.
__ADS_1
***