
"Ayumi ayo buruan ke kantin," ajak Kitri sambil berteriak dari arah pintu kelas. Ayumi yang sedang membereskan buku pelajarannya dengan segera menyelesaikan nya dan menyusul Kitri dan Kayana yang sudah menunggunya.
"Ayo," ajak Ayumi setelah berada di hadapan kedua temannya itu.
Mereka berjalan beriringan menuju kantin, dengan sesekali bercanda hingga mata Kayana menangkap pemandangan yang sebenarnya sudah biasa mereka lihat.
"Yum pacar lo lagi sama pacar nya tuh," tunjuk Kayana pada laki-laki yang kini tengah merangkul seorang gadis dengan sesekali bercanda bersama. Kayana terenyum menggoda ke arah sahabat nya itu yang kini hanya memutar bola matanya malas mendengar ucapan Kayana.
"Bukan pacar gue," dengus Ayumi masih sambil melanjutkan jalannya hingga mereka tak sengaja berpapasan dengan laki-laki dan gadis tersebut.
"Hai pacar kesayangan," sapa laki-laki tersebut yang tak lain adalah Abi dengan senyuman nya yang membuat Ayumi menatap jengah laki-laki tersebut. Abi sedang menggandeng kekasihnya tapi tetap menyapa Ayumi seperti itu, rasanya Ayumi ingin memasukkan Abi ke dalam bundaran HI sekarang juga.
"Oh iya kenalin ini mantan aku," tunjuk Abi pada gadis yang tadi dia rangkul tapi kini rangkulannya sudah terlepas. Ayumi yang mendengar nya kini hanya menatap nya dengan tatapan datar sama sekali tidak peduli dengan apa yang di katakan oleh Abi.
"Abi kok mantan pacar? Kapan kita putus?" tanya gadis tersebut yang tak pernah merasa jika Abi memutuskannya.
"Oh gue belum bilang ya? Ya udah sekarang deh gue bilang. Kita putus," ucap Abi pada gadis tersebut yang menatap tak percaya pada Abi yang baru saja memutuskan hubungan mereka. Tak hanya gadis itu, bahkan Ayumi dan kedua sahabatnya di buat geleng kepala dengan sikap Abi. Mereka jadi bertanya-tanya apa memang semudah itu untuk abi memutuskan kekasih nya?
"Tapi kenapa Bi?" tanya gadis tersebut yang bersusah payah menahan air matanya agar tidak mengalir. Sebenarnya ini sudah menjadi resiko berpacaran dengan seorang Abigail, diputuskan tanpa alasan atau hanya dengan alasan bosan. Tapi gadis itu masih saja bertanya kenapa Abi memutuskannya.
"Gue udah bosen," ucap Abi santai dan langsung merangkul Ayumi yang masih dibuat melongo dengan sikap Abi hingga ia hanya bisa mengikuti Abi yang kini mlangkah pergi sambil merangkul pundak nya. Hingga saat kesadarannya sudah kembali dengan segera Ayumi melepaskan rangkulan Abi pada pundaknya.
"Lo gila," ucap Ayumi penuh penekanan dan langsung meninggal kan Abi yang masih bingung dari sisi mana dia bisa dikatakan gila?
Sahabat Ayumi segera mengikuti langkah Ayumi meninggal kan Abi yang sedang kebingungan.
Ayumi tak habis pikir dengan sikap Abi yang semudah itu memutuskan kekasihnya. Ayumi benar-benar harus membentengi dirinya agar tidak jatuh pada pesona seorang Abi. Jika ia sudah terjatuh maka ia harus siap menanggung rasa sakit itu, namun kini Ayumi masih tak siap itu merasakan yang namanya sakit hati.
****
Seorang gadis cantik kini tengah meregangkan tubuhnya setelah membuka matanya. Gadis yang tak lain adalah Ayumi itu kini tengah menatap jam yang terpasang di dinding kamarnya yang ternyata sudah pukul lima pagi. Dengan segera Ayumi berjalan ke arah kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
Tak membutuhkan waktu lama untuk nya berada di kamar mandi, hanya dalam waktu dua puluh menit Ayumi dengan segera menggunakan bajunya dan mulai melaksanakan ibadahnya. Setelah selesai, gadis itu langsung saja memakai polesan make up tipis, hanya bedak dan lip gloss. Ayumi segera mengambil tas dan sepatunya lalu berjalan ke arah ruang makan untuk sarapan.
__ADS_1
Senyuman Ayumi tak pernah luntur saat keluar dari kamarnya, menuruni satu persatu anak tangga. Ayumi segera berjalan menuju ruang makan, senyum yang awalnya mengembang dengan sempurna itu kini luntur saat melihat laki-laki yang berada di sana tengah mengobrol bersama orang tuanya.
Laki-laki yang selalu bisa merusak mood nya itu kini tengah mengobrol bersama orang tua Ayumi, masih pagi tapi mood Ayumi sudah rusak hanya karena laki-laki tersebut.
"Ayumi ayo sini sayang kita sarapan dulu," ajak Mama nya dengan senyumannya menyambut anaknya itu yang baru saja datang dengan wajah di tekuk.
"Itu muka kenapa di tekuk gitu? harusnya seneng dong pagi ini di jemput pacar," goda Papa nya membuat Ayumi memelototkan matanya mendengar ucapan sang Papa, Pacar? siapa yang papanya maksud? Abi? laki-laki itu pacar Ayumi, Ayumi tak habis pikir dengan ucapan papa nya itu.
"Dia bukan pacar Ayumi Pa," elak Ayumi dengan wajah cemberutnya. Mengapa papanya itu menyebut buaya jantan itu sebagai kekasihnya? Bisa gadis itu tebak pasti Abi yang mengatakan hal tersebut, papanya hanya tak tahu saja bagaimana tingkah buaya satu itu.
"Sudah cepat selesaikan sarapan mu kasihan Abi sudah menunggu lama," ucap Mamanya memotong perdebatan anak dan ayah itu. Selanjutnya Ayumi mulai memakan makananya dengan cepan tanpa menghiraukan keberadaan Abi di sampingnya.
Setelah selesai dengan sarapannya Ayumi segera berpamitan pada orang tuanya begitupun Abi yang juga ikut berpamitan pada orang tua Ayumi. Lalu mereka berjalan beriringan keluar dari rumah Ayumi.
Namun saat sampai di depan teras Ayumi, hewan lucu berbulu lembut berwarna hitam menghampiri mereka lebih tepatnya menghampiri Abi yang langsung membuat Abi berteriak.
"Anjir setan," maki Abi pada hewan tersebut yang tak lain adalah kucing. Ia benar-benar merasa geli melihat hewan tersebut.
"Itu kucing bukan setan kalo lo lupa," ucap Ayumi dan langsung mengambil kucing kesayangan nya itu mengelus nya dengan lembaut.
Ayumi yang melihat sikap Abi memicingkan matanya curiga jika Abi takut pada hewan berbulu lembut itu.
Ayumi dengan iseng mendekatkan kucingnya pada Abi dan reaksi laki-laki itu sukses membuat Ayumi tertawa lepas.
"Mati lo, jauhin tu kucing dari gue," bentak Abi dan segera berlari pergi menjauh dari Ayumi yang malah tertawa. Abi yang berlari tak melihat jalan sampai tersandung dengan pembatas taman yang berada di halaman rumah Ayumi dan hal itu malah membuat Ayumi tertawa lebih keras.
Melihat Abi yang terjatuh dengan segera Ayumi berjalan menghampiri cowok itu dan berniat membantu nya berdiri masih dengan membawa kucing nya.
"Jauhin kucing nya dari gue," sentak Abi yang langsung Ayumi turuti.
Hari ini sudah cukup ia mengerjai laki-laki itu.
Setelah menurunkan dan mengusir kucingnya dengan segera Ayumi membantu Abi berdiri.
__ADS_1
"Sama kucing aja takut," hardik Ayumi yang di hiraukan oleh Abi yang malah menyeret tangan Ayumi untuk masuk ke mobilnya.
Jika saja sekolah boleh membawa hewan sudah dapat di pastikan Ayumi akan membawa kucing nya, namun sayang sekali tak di perbolehkan membawa hewan ke sekolahnya.
"Cuma kita yang tahu kalau gue gak suka kucing, jangan buka mulut lo buat ngasih tahu siapapun kalau gue gak suka kucing," ucap Abi setelah melajukan mobil nya keluar dari halaman rumah Ayumi. Mengancam Ayumi dengan ketegasannya.
"Gak usah di perhalus gitu deh bahasanya, bilang aja lo takut kucing bukannya gak suka kucing," celetuk Ayumi dengan senyuman mengejeknya.
"Gue gak takut kecing gue cuma jijik aja," elak Abi yang tak mau mengakui jika ia takut pada kucing, Abi memang tidak takut dengan kucing ia hanya merasa geli dengan bulu kucing tersebut. Andai Kucing tidak memiliki bulu mungkin Abi tak akan takut, biarkan Abi berkreasi dengan hal itu.
"Padahal lo lebih menjijikkan dari kucing," hardik Ayumi dengan tawa nya membuat Abi memutar matanya malas dan mulai melajukan mobil nya dengan kecepatan tinggi membelah jalanan sepi yang sengaja ia lalui tanpa Ayumi sadari.
Sudah cukup Ayumi menertawakan nya kini giliran gadis itu yang mendapatkan ketakutannya. Dan benar saja saat Abi melajukan kecepatan mobilnya dengan kecepatan penuh Ayumi langsung memasang wajah yang menurut Abi begitu lucu hingga Abi harus sekuat tenaga menahan tawa nya agar tidak pecah.
"Crocodile gila jangan ngebut woy gue masih pengen nikah jangan ajak gue mati dulu," ucap Ayumi sambil berpegangan dengan erat pada pegangan di sampingnya dengan mulutnya yang tidak pernah berhenti merapalka doa.
"Iya sayang besok gue nikahin tenang aja, lo gak bakal meninggal kok," ucap Abi dengan tawa nya yang sudah pecah ia tak bisa lagi menahan tawa nya melihat ekspresi Ayumi.
"Abi pelanin mobilnya," teriak Ayumi lagi yang masih memejamkan matanya namun bukan Abi namanya jika mau menuruti ucapan Ayumi.
Hingga tak beberapa lama mobil Abi sudah deket dengan sekolah, baru Abi memelankan laju mobilnya.
"Udah Abi pelamin kok Umi, sekarang Umi buka matanya," ucap Abi yang terdengar menjijikkan di telinga Ayumi.
Setelah merasakan mobil Abi berhenti dengan segera Ayumi membuka matanya.
"Kresek dong gue mau muntah dengar omongan lo," ucap Ayumi sambil berlagak ingin muntah membuat Abi terkekeh melihatnya.
Abi merasa begitu nyaman dan bahagia bersama Ayumi. Karena hanya gadis itu yang mampu membuat Abi merasa berbeda dengan gadisnya yang lain yang lebih sering bersikap manja dengan meminta barang-barang mewah.
"Lo bar-bar banget ya, gue jadi tambah suka," ucap Abi sambil mengelus puncak kepala Ayumi yang mampu membuat gadis itu terdiam terpaku dengan elusah lembut di kepalanya.
Percayalah salah satu hal yang mampu membuat cewek blushing adalah elusan di kepalanya. Dan Ayumi merasakan itu, rasanya beribu kupu-kupu yang berada di perutnya berterbangan. Namun dengan segera Ayumi menggeleng dan langsung keluar dari mobil Abi meninggal kan Abi dengan senyum kemenangan nya saat melihat Ayumi yang salah tingkah.
__ADS_1
****