
Awan yang kini mulai menghitam menemani Ayumi yang kini masih berada di halte bus. Awan yang menghitam bukan karena sudah malam. Kini jam masih menunjukkan pukul 17.49 namun awan yang mendung malah membuat hari seolah sudah malam.
Hawa dingin menyeruak pada kulit tubuh yang tidak terlapis apapun. Ayumi kaini masih berada di halte karena Abi yang tak juga menjemput nya. Siang tadi sepulang sekolah Ayumi masih ada jam tambahan di kelas nya jadi lah Abi pulang lebih dulu karena ia ada janji bermain futsal dengan teman-temannya.
Ayumi padahal sudah mengatakan agar Abi menjemput nya jam setengah enam sore namun setelah lewat sembilan belas menit kini Abi belum juga menjemput nya.
Ayumi terus saja merutuk dengan kesal. Hari sudah semakin sore juga semakin mending. Ia begitu takut dengan hujan juga ia begitu takut dengan petir. Abi mengetahui itu namun sampai sekarang Abi malah tak juga menjemput nya.
“Abi tuh kemana sih?” tanya Ayumi dengan kekesalannya.
Ayumi memilih untuk mengambil ponselnya dan melihat kini jam sudah menunjukkan pukul 17.55 dengan kesal akhirnya Ayumi memilih untuk menelpon Abi untuk menanyakan keberadaan laki-laki itu.
Panggilan pertama tak juga dijawab, Ayumi tak menyerah. Ia kembali menelpon Abi. Hingga akhirnya tak lama Abi menjawab panggilannya.
“Halo Ay, udah pulang?” tanya Abi pada Ayumi yang kini kembali menyulut kemarahan Ayumi.
“Kamu gak liat jam? Aku minta kamu jemput jam setengah enam Abi. Ini udah hampir jam enam kamu masih nanya aku udah pulang?” tanya Ayumi dengan amarah nya pada Abi yang kini meringis di seberang sana saat mendengar kemarahan dari kekasih nya itu.
“Maaf ya sayang aku gak denger tadi kalau alarm aku bunyi. Aku berangkat sekarang ya ke sana. Jangan ke mana-mana,” ucap Abi di sebrang sana dengan tegas nya pada Ayumi.
Tanpa menjawab pertanyaan dari Abi, Ayumi segera mematikan sambungan teleponnya dengan kesal. Helaan nafas kasar terdengar dari gadis itu.
“Awas aja lama, gue bakalan puasa ngomong sama lo,” ucap Ayumi dengan kekesalannya. Kini akhirnya Ayumi hanya bisa menunggu Abi datang dengan perasaan kesalnya.
Lama Ayumi menunggu bahkan sampai hujan kini perlahan turun pun Abi tak kunjung datang juga.
__ADS_1
Ayumi kembali melihat jam nya dan kini sudah satu jam Ayumi menunggu sejak Abi mengatakan jika akan menjemput nya namun laki-laki itu tak juga kunjung datang.
Ayumi akhirnya memilih untuk menghubungi Abi lagi. Namun tak juga kunjung ada jawaban dari laki-laki itu. Dengan kesal akhirnya Ayumi memilih untuk melihat sekitar. Ia berniat akan pulang sendiri saja karena ia begitu takut dengan hujan.
Sebuah taksi dari kejauhan kini lewat di depan Ayumi. Melihat itu Ayumi segera berdiri. Persetan dengan Abi. Ia benar-benar kesal pada laki-laki itu yang malah tak juga kunjung menjemput nya. Ayumi akhirnya kini memilih untuk pulang sendiri dari saja. Namun ia sudah memiliki rencana sendiri untuk membuat perhitungan pada Abi nantinya.
***
Pagi ini kekesalan Ayumi semakin menjadi. Namun tak hanya kekesalannya sebenarnya kini ia juga khawatir pada Abi. Pasalnya setelah mengatakan jika akan menjemput Ayumi. sampai saat ini Abi tak juga kunjung menjawab telponnya.
Ayumi benar-benar kesal pada laki-laki itu. Namun tak dapat ia sembunyikan Ayumi juga mengkhawatirkannya apalagi saat itu hujan begitu deras. Ia takut terjadi sesuatu pada laki-laki itu. Bahkan sekarang pun hingga hari semakin siang Abi yang biasanya selalu menjemput nya untuk berangkat sekolah bersama kini tak juga datang.
Akhirnya Ayumi harus berangkat sendiri ke sekolah nya. Niat awalnya ingin puasa berbicara dan ngambek pada Abi kini malah tak jadi. Ia yang kini malah dibuat khawatir pada laki-laki itu.
“Ayumi, buru-buru banget lo. Mau kemana?” tanya Kitri saat melihat Ayumi yang baru saja datang ke kelas untuk meletakkan tas nya kini malah sudah akan pergi lagi.
Dengan langkah cepat nya kini Ayumi berlari mencari keberadaan Abi. Namun saat sampai di kelas laki-laki itu Ayumi malah tak mendapati keberadaan Abi. Bahkan teman-temannya pun tak ada.
Ayumi mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi Abi namun tetap saja sampai saat ini panggilannya tak di jawab oleh Abi.
Kekhawatiran Ayumi pada Abi kini semakin menjadi-jadi namun ia juga bingung kemana ia akan mencari laki-laki itu.
“Ayumi, ngapain lo disini?” suara tersebut membuat Ayumi membalikkan badannya hingga kini ia segera menoleh ke arah sumber suara yang tak lain adalah sahabat Abi, Ivan.
“Mau cari Abi,” ucap Ayumi pada Ivan yang kini mengerutkan kening nya mendengar ucapan Ayumi,. Karena tak biasanya Abi tidak mebuntuti Ayumi. Mengingat bagaimana laki-laki itu begitu bucin pada Ayumi.
__ADS_1
“Lah gak berangkat bareng?” tanya Ivan pada Ayumi yang kini menggelengkan kepalanya.
“Enggak. Ini malah gue telpon-telpon gak dijawab sama dia,” ucap Ayumi pada Ivan yang kini semakin mengerutkan keningnya karena tak biasanya Abi seperti itu.
“Lagi berantem?” tanya Ivan yang kini lagi-lagi Ayumi balas dengan gelengan.
“Dia kan kemarin main futsal sama kalian, gue disuruh jemput malah nggak dateng-dateng padahal gue nunggu udah dua jaman, sekarang malah gak ada kabar,” ucap Ayumi menceritakan pada Ivan apa yang terjadi.
“Gue kemaren gak ikutan. Tapi gak mungkin deh Abi gak jemput lo,” ucap Ivan yang kemarin memang tidak ikut untuk bermain bersama temannya karena Ivan yang kemarin harus membawa kucingnya ke dokter.
“Nyatanya nggak ada dia,” ucap Ayumi dengan tatapan kecewa juga khawatir yang kini menjadi satu.
“Qoy ada apaan nih kalian mojok gini? Mau main belakang ya kalian?” suara yang begitu heboh itu membuat kedua orang tersebut menoleh dan kini mereka dapat melihat sahabat Abi yang lain kini datang.
“Mojok pala lo. Si Abi mana?” tanya Ivan pada teman-temannya itu yang kini menaikkan sebelah alisnya mendengar pertanyaan Ivan.
“Lah ngapain nanya kita? Itu ibu negara nya di depan lo. Biasanya mereka kan gak bisa dipisahin,” ucap Dion yang kini menjawab pertanyaan Ivan.
“Abi malah mulai kemarin gak ada sama gue. Gue suruh jemput juga gak ada nongol,” ucap Ayumi yang kini membuat kedua laki-laki di depan mereka terkejut mendengar nya.
“Tapi Abi kemarin balik duluan katanya mau jemput elo,” ucap Tian yang kali ini menimpali. Ucapan Tian kini semakin membuat jantung Ayumi akan copot saja rasanya. Segala pikiran buruk kini bersarang di kepalanya.
Entah terjadi sesuatu pada Abi atau anggapan jika Abi selingkuh. Namun kini ia begitu khawatir pada laki-laki tersebut.
“Udah Yum. Lo tenang aja, nanti gue cari tau Abi kemana. Kalau dia macem-macem gue ada di kubu lo kok,” ucap Ivan berusaha menenangkan Ayumi. Namun Ayumi sama sekali tidak bisa tenang, ia masih saja memikirkan tentang Abi. Ia begitu takut terjadi sesuatu pada laki-laki itu.
__ADS_1
“Mending lo ke kelas lo saja. Nanti kalau ada kabar dari Abi. Kita kasih tau,” ucap Tian yang kali ini ikut menimpali. Tanpa mengatakan apapun kini akhirnya Ayumi hanya mengangguk walau kini dengan berat hati ia harus kembali ke kelas nya.
***