
Seharian ini Ayumi rasanya sudah begitu lelah setelah menjalankan aktivitas magangnya di rumah sakit yang merupakan milik keluarga Abqa. Dan kini ia Tengah berada di dalam mobil yang akan membawanya menuju cafe yang biasa ia datangi bersama dengan teman-temannya.
“Capek banget hari ini, tadi juga ada operasi yang kebetulan lama banget,” cerita Ayumi Abqa yang kini berada di samping nya dan tengah fokus menyetir. Abqa yang mendengar keluhan dari Ayumi kini tersenyum sambil mengelus puncak kepala Ayumi dengan lembut nya.
“Dua bulan lagi kamu mau pindah divisi?” tanya Abqa pada Ayumi yang kini menganggukkan kepalanya mendengar pertanyaan dari Arzan.
“Kan emang pindah-pindah, biar aku bisa memilih nanti aku bakalan stay di mana. Tapi sebenar nya dari sebelum magang aku udah punya sih tujuan,” jelas Ayumi yang kini membuat Abqa menaikkan sebelah alisnya merasa penasaran dengan apa yang akan dipilih Ayumi.
“Apa?” tanya Abqa yang kini membuat Ayumi tersenyum sambil menoleh ke arah Abqa.
“Bedah saraf,” ucap Ayumi yang membuat Abqa menaikkan sebelah alisnya namun tak lama ia menganggukkan kepalanya mengerti mengapa Ayumi menginginkan untuk mengambil ahli bedah saraf. Jelas saja semua tak terlepas dari Abi.
“Aku percaya kamu akan menjaga spesialis bedah saraf yang hebat,” ucap Abqa yang membuat Ayumi tersenyum mendengar nya. Ia merasa begitu beruntung selama ini karena ada Abqa di sisi nya. Walau acap kali setiap melihat Abqa ia hanya akan merasa begitu sakit dan merindukan laki-laki yang sampai saat ini masih menjadi pemenang untuk hati nya.
“Makasih ya, udah selalu nemenin aku. Bahkan sampai di titik ini,” ucap Ayumi yang membuat Abqa kini tersenyum sambil menganggukkan kepalanya mendengar ucapan Ayumi.
“Apapun buat kamu,” ucap Abqa. Perasaannya pada Ayumi sudah semakin besar bukannya berkurang. Walau ia tahu jika Ayumi selama ini hanya lah mencintai Abi dan masih kembarannya itu yang menjadi pemenang nya.
Tak beberapa lama kini akhirnya mereka sampai di sebuah cafe yang bisa mereka datangi. Ayumi kini segera turun dari mobil begitupun dengan Abqa yang kini juga turun dari mobil nya. Dan berjalan memasuki cafe dengan berjalan bersisian.
Mereka kini memilih meja yang berada tak jauh dari jendela. Hingga tak lama kini waiters datang untuk mencatat pesanan mereka. Abqa bahkan sudah begitu hafal dengan pesanan Ayumi hingga kini Abqa lah yang menyebutkan apa yang Ayumi pesan.
“Besok libur mau kemana?” tanya Abqa saat kini mereka tengah menunggu pesanan mereka datang. Ayumi kini seolah berpikir sebentar. Sebenar niya ia hanya sengaja mengerjai Abqa dan ingin membuat gadus tersebut menunggu nya menjawab.
__ADS_1
“Gak ada sih,” jawab Ayumi dengan begitu santainya yang membuat ABqa kini memutar bola matanya malas mendengar ucapan Ayumi.
“Harusnya gak usah belagu mikir kelamaan sih kalau gak bakal kemana-kaman,” sungut Abqa yang kini hanya membuat Ayumi tertawa mendengar ucapan dari laki-laki di depannya itu.
“Sengaja aja sih mau bikin kamu kesel,” ucap Ayumi dengan tawanya yang membuat Abqa kini hanya bersedih mendengar nya.
“Nyebelin sih emang,” kesal Abqa namun akhirnya ia tetap saja tertawa.
Tak beberapa lama kini pesanan mereka sudah sampai dan mereka memilih untuk menyantap makanan yang sudah mereka pesan terlebih dahulu.
“Besok pagi aku jemput,” ucap Abqa. Ayumi yan mendengar ucapan tiba-tiba dari laki-laki tersebut kini menaikkan sebelah alisnya.
“Mau kemana?” tanya Ayumi dengan bingung.
“Lihat besok aja deh,” ucap Abqa dengan misterius niya yang kini malah membuat Ayumi berdecak mendengar nya.
“Ya kayak sekarang aja kita cuma bisa ketemu sore sampai malam, atau di hari libur aja. Kalau kita sudah sama-sama menghadapi real nya pekerjaan kita nanti pasti bakalan lebih sibuk lagi. Apa lagi yang aku tau, dokter spesialis bedah kayak kamu tuh bisa aja tiba-tiba ada telpon mendadak, meskipun itu hari libur,” jelas Abqa menyampaikan maksud dari ucapannya. Ayumi yang mengerti ucapan laki-laki tersebut kini menganggukkan kepalanya mengerti.
“Bisa jadi, tapi sesibuk apapun kita nanti. Kita harus bisa meluangkan waktu untuk ketemu,” tegas Ayumi.
Hubungan yang entah sebenar nya seperti apa di antara Ayumi dan Abqa. Mereka tidak lebih dari sekedar sahabat. Namun dengan segala sikap dan bagaimana mereka memperlakukan satu sama lain mereka adalah seperti sedang menjalin hubungan.
Mereka sama-sama tidak pernah dekat dengan gadis atau laki-laki lain. Mereka hanya fokus dengan dunia mereka berdua. Hingga jika ada yang mendekat mereka memilih untuk menjauh.
__ADS_1
“Akan aku usahain. Aku akan sering dateng buat ketemu sama kamu di ruangan kamu,” ucap Abqa yang membuat Ayumi kini mengacungkan jari jempol nya. Tak lama ia segera menenggak minumannya.
“Kamu memang yang terbaik,” ucap Ayumi dengan senyumannya setelah ia mengelap mulut nya dengan tisu yang berada di sana.
“Aku lagi males pulang. Boleh gak kita jalan dulu?” tanya Ayumi dengan tatapan penuh harap nya pada Abqa yang kini menaikkan sebelah alisnya namun akhirnya ia menganggukkan kepalanya mendengar ucapan dari Ayumi.
“Apapun buat kamu, jadi kamu mau kemana?” tanya Abqa sambil mengangkat tangannya untuk memanggil waiter dan meminta bill makanan mereka.
“Jalan-jalan aja, pengen keliling,” jelas Ayumi yang dijawab dengan anggukan dan senyuman oleh Abqa.
Tak lama mereka kini akhirnya segera menuju ke arah mobil mereka terparkir untuk segera pergi dari sana. Mereka pun memutuskan sekedar pergi tanpa memiliki tujuan dengan mobil yang melaju dengan kecepatan pelan. Menikmati hembusan angin malam.
Ayumi membuka jendela mobil nya untuk menikmati angin di luar sana dengan kepalanya yang kini bertumpu pada jendela yang masih tertutup sedikit.
“Jangan lama-lama, nanti masuk angin,” ucap Abqa mengingat kan Ayumi. Ayumi kini hanya menganggukkan kepala sambil memejamkan mata nya untuk menikmati hembusan angin yang kini menerpa wajah nya.
“Udah, tutup jendela nya,” perintah Abqa lagi pada Ayumi.
“Padahal masih pengen,” sungut Ayumi namun tetap saja akhirnya gadis tersebut kini menutup jendela mobil nya. Abqa yang mendengar nya kini hanya menggelengkan kepalanya.
Dan akhirnya malam itu hanya mereka habis kan dengan jalan-jalan menikmati malam tanpa tahu tujuan mereka akan kemana. Hingga akhirnya saat hari semakin malam Abqa memutuskan untuk mengantar Ayumi pulang.
Namun sepertinya gadis tersebut begitu lelah hingga ia malah tertidur di mobil. Abqa rasanya begitu gemas melihat wajah cantik gadis di samping nya itu yang kini sudah tertidur dengan begitu pulasnya.
__ADS_1
“Bahagia selalu Ayum.”
***