First Love Casanova

First Love Casanova
Siapa Yang Berhasil?


__ADS_3

Senyuman tak pernah luntur dari wajah Ayumi. Pagi ini mood gadis itu sedang baik. Kini ia sudah memikirkan rencana untuk melawan Abi. Senyumannya tak pernah luntur saat melihat ekspresi Abi jika mengetahui rencananya.


Kini ia ingin membalaskan perbuatan laki-laki yang suka sekali mengganggunya itu. Lihat saja nanti saat laki-laki itu menghampirinya untuk mengganggu Ayumi lagi, maka ia mengeluarkan boneka kucing yang sudah di bawanya.


Kemarin Ayumi sedang jalan-jalan di mall saat ia melihat boneka kucing yang begitu mirip dengan hewan aslinya. Melihat itu ia jadi mengingat Abi membuat Ayumi akhirnya memutuskan untuk membelinya. Dan kini ia malah membawanya ke sekolah untuk menakut-nakuti Abi.


Saat masuk ke kelas nya sahabat nya kini mengerutkan keningnya saat melihat wajah Ayumi yang terlihat begitu cerah. Sangat berbeda dari biasanya yang selalu Ayumi tampilkan. Karena biasanya Ayumi terus saja di ganggu oleh Abi. Kini seolah aura negatif itu sudah menghilang.


“Cerah banget Yum,” sapa Kitri saat melihat Ayumi yang baru saja memasuki kelas dengan senyuman cerah nya.


“Woh ya jelas. Gak ada pengganggu pagi ini,” ucap Ayumi dengan senyumannya sambil duduk di belakang sahabat nya itu yang kini ikut membalikkan tubuh mereka untuk agar lebih nyaman berbincang dengan Ayumi.


“Dasar nya emang anak yang punya sekolah ya. Diskors tetap aja masuk, aneh emang,” ucap Kayana saat mengingat kejadian kemarin saat Abi malah masuk padahal ia masih di skors.


“Emang dasar nya aja sok rajin,” ucap Ayumi dengan begitu sinisnya yang membuat kedua sahabat nya hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya mendengar ucapan Ayumi yang penuh akan kekesalan.


“Jangan gitu ah, nanti cinta lo,” ucap Kayana menggoda sahabat nya itu yang kini membuat Ayumi kinimalah bergidik ngeri mendengar nya.


“Yang bener aja lo gue suka sama buaya kayak gitu. Udah lah buaya, mana pendekatannya udah kek lagi ajang balas dendam gitu. Demen banget ngebully gue,” ucap Ayumi bersungut kesal saat mengingat tentang Abi.


“Emang agak laen pendekatan Abi tuh,” ucap Kitri dengan kekehannya saat mengingat bagaimana Abi suka sekali menjahili Ayumi.


“Love language nya dia emang beda sih,” ucap Kayana yang kini ikut tertawa mendengar ucapan sahabat nya itu. Ayumi yang mendengar nya kini hanya menatap kedua sahabat nya itu dengan tatapan datar nya.

__ADS_1


“Yang bener aja lo. Aksi pembullyan lo kata love language?” tanya Ayumi dengan tatapan tak percaya nya. Bagaimana bisa sebuah aksi pembullyan di sebut love language? Jika memang seperti itu maka tak akan ada yang namanya depresi hingga berujung slay.


“Khusus Abi buat lo aja sih Yum. Lagian Abi begitu juga bentuk perjuangan,” ucap Kaya dengan tawanya yang kini hanya membuat Ayumi memutar bola matanya malas mendengar ucapan dari teman-temannya itu.


“Terserah lo pada aja dah,” ucap Ayumi yang sudah malas menanggapi ucapan teman-temannya itu.


Tak lama bel masuk akhirnya berbunyi dan Ayumi di buat keheranan karena Abi yang tumben tidak datang untuk menganggunya.


Ayumi menggelengkan kepalanya berusaha mengenyahkan Abi dari pikirannya, ia meyakinkan dirinya agar tidak masuk dalam jebakan Abi.


***


“Bi, lo yakin ngelakuin ini? Kalau kata gue mah ini lo lagi usaha mempermalukan diri sendiri,” ucap Ivan pada sahabat nya itu saat melihat apa yang kini tengah Abi lakukan pada salah satu mobil miliknya.


“Gue yakin dia gak bakalan bisa nolak,” ucap Abi dengan senyumannya saat memikirkan rencana nya sendiri. Ketiga sahabat nya kini hanya bisa menggelengkan kepalanya mendengar ucapan Abi yang penuh dengan rasa percaya diri. Seolah apa yang dia lakukan memang sulit untuk ditolak.


“Kalau beneran di tolak jangan dendam ye lo,” ucap Ivan dengan tegas nya pada Abi yang kini hanya tersenyum sambiul mengedikkan bahunya.


“Tergantung cara dia nolak sih,” ucap Abi dengan cengiran nya yang membuat sahabat hanya bisa menggelengkan kepalamnya mendengar ucapan Abi.


“Aneh emang. Udah bilang gak mau tetep di paksa. Sekalinya di tolak dendam. Ribet lo Bi,” ucap Tian yang kini ikut menimpali. Abi yang mendengar ucapan sahabat nya itu kini memelototkan matanya mendengar ucapan sahabat nya itu yang memang benar ada nya. Namun meskipun begitu tetap saja Abi tak terima harus dikatakan demikian.


“Terserah gue lah. Lo yang ribet,” kesal Abi pada Tian yang kini hanya menyengir saat melihat wajah Abi yang kini berubah menjadi datar dengan tatapannya yang kini menatap Tian dengan tatapan tajam nya.

__ADS_1


“Kata gue sih gitu Bi. Ini kan rencana lo. Jadi ya kalau lo di tolak gak usah ngamuk,” ucap Dion pada Abi yang kini menghembuskan nafasnya mendengar ucapan dari teman-temannya itu.


“Kata gue kan liat cara dia nolak gue, kalau cara nolak nya baik-baik mah gue gak bakalan dendam sama dia,” ucap Abi dengan begitu tegas nya.


“Tapi lo gak kalau di baikin makin maksa Bi,” ucap Ivan mengingat sahabat nya itu bagaimana sikap nya. Abi yang mendengar nya kini hanya menatap nya dengan tatapan datar nya.


“Udah lah liat nanti aja. Mending sekarang kini langsung berangkat,” ucap Abi pada sahabat nya yang kini hanya mengangguk lalu mereka segera menuju ke arah motor mereka masing-masing. Sedangkan Abi kini memasuki mobilnya.


Setelah nya mereka melajukan kendaraan mereka menuju ke arah sekolah. Sangat tidak tahu diri dan tidak tahu waktu memang karena kini jam sudah menunjukkan pukul 14.15 mereka baru akan datang ke sekolah.


Mereka seolah menyuarakan mobil secara terang-terangan saja saat ini. Saat sampai di depan gerbang. Abi segera membuka jendela mobilnya.


“Pak bukain dong, gue mau masuk nih,” ucap Abi pada satpam penjaga gerbang dengan begitu santainya.


“Loh Aden dari mana?” tanya Satpam tersebut karena tak melihat Abi keluar tapi kini malah akan masuk. Satpam tersebut jelas tak mengira jika Abi dan teman-temannya sebenarnya datang terlambat. Karena jam yang kini bahkan sudah akan waktu nya pulang sekolah.


“Abis dari luar bentar. Cepet bukain,” tegas Abi lagi seolah tak menerima bantahan. Akhirnya mau tak mau satpam tersebut membukakan gerbang untuk Abi. Karena ia terlalu takut jika ia dipecat oleh Abi begitu saja mengingat jika Abi adalah anak dari pemilik tempat na bekerja.


Setelah Gerbang dibuka dengan segera keempat murid nakal itu memasuki sekolah. Abi kini bahkan membawa mobilnya menuju ke arah lapangan membuat murid yang tengah beristirahat kini menatap Abi yang keluar dari mobil dengan tatapan bingung nya.


Abi sama sekali tidak menghiraukannya dan kini ia malah berjalan menuju ruang informasi membuat banyak yang semakin bertanya-tanya dengan apa yang akan Abi lakukan.


***

__ADS_1


__ADS_2