First Love Casanova

First Love Casanova
Perubahan Abqa


__ADS_3

Jika bukan karena Abi mungkin kini Abqa tak akan berada di rumah besar berlantai dua dengan chat berwarna vintage itu. Abqa kini tengah berada di depan rumah Ayumi. setelah Abi meminta nya untuk menggantikan saudara kembar nya itu untuk sekolah dan menjaga Ayumi. Dan sial nya lagi kini ia harus menjemput Ayumi karena paksaan dari Abi.


Tak lama Abqa menunggu kini Ayumi sudah keluar dengan senyumannya saat melihat Abqa yang kini menunggunya. Ayumi kini segera berjalan ke arah Abqa.


“Udah lama nunggu?” tanya Ayumi pada Abqa saat kini gadis itu sudah berada di depannya.


“Nggak,” ucap Abqa dengan begitu datar nya. Ayumi yang melihat sikap Abqa saat ini menaikkan sebelah alisnya. Abqa yang ia pikir Abi kini sudah berubah lagi sikap nya. Padahal malam tadi mereka masih baik-baik saja, mengapa Abi sekarang berubah?


Abqa kini membukakan pintu mobil untuk Ayumi. Setelah nya Ayumi segera masuk. Abqa juga membantu Ayumi menutup pintunya. Setelah nya ia segera mengitari mobil menuju ke arah kemudi. Setelah dirasa aman, Abi segera melajukan mobilnya menuju ke arah sekolah mereka.


Namun selama diperjalanan mereka kini hanya saling terdiam. Abqa yang memang tak terbiasa memulai pembicaraan dan tak banyak bicara. Jelas tak akan bisa untuk bersikap seperti Abi.


Ayumi yang merasa aneh dengan sikap Abqa kini memilih untuk diam. Namun kini Ayumi terus saja melihat ke arah Abqa jelas saja hal itu membuat Abqa bingung.


“Kenapa?” tanya Abqa pada Ayumi dengan menaikkan sebelah alisnya.


“Aku aneh aja sama kamu, nanti pendiam terus dingin uda gitu cuek. Kadang bawel, hiperaktif, dan bucin. Kamu dua orang ya?” tanya Ayumi pada Abqa dengan matanya yang menyipit curiga. Abqa yang mendengar ucapan Ayumi tentu saja merasa terkejut.


Abqa kin malah meledakkan tawanya untuk menutupi keterkejutannya itu meskipun taa tersebut terdengar begitu begitu hambar.


“kamu ngomong apa sih? Aneh aja kamu tuh, mana mungkin dua orang,” ucap Abqa pada Ayumi. Aymi yang mendengar ucapan tersebut menghembuskan nafas nya kasar.


“Lagian kamu aneh aja sih,” ucap Ayumi pada Abqa.

__ADS_1


“Aku gak papa Yumi,” ucap Abqa yang kini membuat Ayumi menaikkan sebelah alisnya. Karena tak biasanya Abi memanggilnya dengan nama belakang nya.


“Yumi?” tanya Ayumi pada Abqa yang membuat Abqa kini mengerutkan keningnya sambil menganggukkan kepalanya.


“Ayumi,” ucap Abaqa pada Ayumi.


“Aku aneh banget. Gak biasanya kamu manggil aku Yumi. Biasanya juga Ay,” ucap Ayumi pada Abqa yang membuat Abqa kini berdehem mendengar ucapan Ayumi. Abi memang sialan tidak memberitahunya lebih dulu. Harusnya Abi prepare dulu ia harus mengetahui apa saja tentang hubungannya dengan Ayumi. Jika sudah begini Abqa yang juga yang bingung.


“Lagi pengen yang beda aja,” ucap Abqa pada Ayumi yang membuat Ayumi kini menaikkan sebelah alisnya sambil mengangkat kepalanya mendengar ucapan Abqa meskipun ia masih merasa aneh dengan panggilan itu.


 “Oh iya aku bawa sarapan nih buat kamu,” ucap Ayumi yang segera mengeluarkan kotak makannya. Abqa melihat sekilas ke arah Ayumi. Kini ia tahu mengapa Abi begitu mencintai gadis di samping nya itu karena Ayumi pun memang begitu baik dan tulus pada Abi tak heran jika Abi begitu menghargai dan mencintai Ayum.


“Aku suapin aja ya?” ucap Ayumi yang kini sudah membuka kotak makannya namun Abqa langsung menahannya.


“Gak perlu, biar aku aja nanti makan di kelas. Makasih ya,” ucap Abqa yang membuat Ayumi mengerutkan kening nya bingung namun tetap saja akhirnya ia menganggukkan kepalanya mendengar ucapan Abqa.


Hingga tak lama kini akhirnya mereka sampai di parkiran sekolah. Abqa segera keluar dari mobil begitupun dengan Ayumi.


“Aku anter ke kelas?” tawar Abqa pada Ayumi yang kibni mengerutkan kening nya mendengar ucapan Abqa yang menurut nya terdengar lucu.


“Kamu kenapa sih aneh banget? Biasanya juga gak pake nanya dulu,” ucap Ayumi dengan kekehannya pada Abqa yang kini hanya diam mendengar ucapan Ayumi.


“Ya udah ayo aku anter,” ucap Abqa pada Ayumi. Setelah nya mereka berjalan bersama menuju ke arah kelas Ayumi. Dengan sesekali Ayumi tersenyum saat ada yang menyapanya.

__ADS_1


“Makasih ya,” ucap Ayumi pada Abqa yang kini menganggukkan kepalanya.


Tanpa mengatakan apapun kini Abqa segera pergi dari sana. Ayumi yang melihat itu mengerutkan kening nya bingung namun akhirnya ia segera masuk ke kelas nya.


Abqa kini jua segera menuju ke arah kelas yang langsung disambut oleh sahabat nya.


“Adik lo gimana?” tanya Dino pada Abqa tanpa menyebut nama Abi karena tak ingin ada yang curiga.


“Belum ada perkembangan. Tapi seenggaknya udah sadar,” ucap Abqa dengan helaan nafas kasar nya. Ivan yang kini berada di samping Abqa menepuk pundak sahabat nya itu.


“Kita sama-sama berdoa buat kesembuhan adik lo,” ucap Ivan yang kini membuat sahabat nya yang lain menganggukkan kepalanya mendengar ucapan Ivan.


“Pulang sekolah ke rumah sakit dulu lah kasian juga dia gak ada temen,” ajak Tian pada sahabat nya yang lain yang langsung setuju. Mereka juga belum menjenguk Abi semenjak Abi sadar.


“Kalian duluan aja, gue ada janji buat nganter Ayumi liat sunset,” ucap Abqa pada sahabat nya yang lain yang kini menganggukkan kepalanya mendengar ucapan Abqa.


“Lo jangan sampai suka sama Ayumi ya Ab,” ucap Ivan pada Abqa yang kini membuat laki-laki itu membelalakkan matanya mendengar ucapan Ivan.


“Gue juga tau,” ucap Abqa.


Sahabat Abi hanya mengangguk. Kini mereka hanya bisa mendukung apa yang dilakukan oleh saudara kembar itu. Dan berharap mereka tak akan saling berebut Ayumi nanti nya.


“Emang keadaan adik lo seburuk itu ya Ab?” tanya Tian pada Abqa. Ia begitu penasaran dengan keadaan Abi yang sebenar nya. Abqa yang mendengar pertanyaan dari sahabat nya itu. Menghembuskan nafasnya kasar sebelum akhirnya ia menganggukkan kepalanya. Sebenarnya sulit untuk nya menjelaskan tentang kondisi adik nya itu.

__ADS_1


“Gue gak bisa jelasin lebih panjang lagi yang jelas dia Abi gak baik-baik aja,” ucap Abqa pada sahabat nya itu yang kini hanya bisa menganggukkan kepalanya mendengar ucapan sahabat nya itu. Melihat keadaan Abi yang kini memang semakin lemah pun mereka tahu jika Abi kini memang sedang tak baik-baik saja dan keadaannya yang mulai memburuk.


***


__ADS_2