
Ayumi masih saja menatap tak percaya pada laki-laki yang kini memejamkan matanya dengan begitu damai. Tak tahukah laki-laki tersebut jika kini ada gadis yang menunggu nya untuk bangun namun hanya diam membeku di depannya tanpa bisa untuk berteriak dan meminta laki-laki itu membuka matanya?
"Yumi," suara yang mengalun begitu lembut itu menyadarkan Ayumi yang sedari tadi hanya diam sambil menatap Abi yang kini sudah memejamkan matanya dengan tenang.
"Abi beneran ninggalin aku ya?" Tanya Ayumi tanpa mengalihkan tatapannya dari Abi. Matanya kini terpejam hingga air yang sedari tadi memang mengalir semakin mengalir dengan deras.
"Abi kamu beneran ninggalin aku? Kamu udah gak mau jagain aku lagi? Kamu sekarang lagi bercanda kan? Kamu bilang mau berjuang lulus dan masuk kuliah bareng, tapi kenapa sekarang kamu malah pergi?" Tanya Ayumi dengan tangis nya yang kini sudah semakin kencang.
Ayumi yang sedari tadi hanya diam di samping Abi kini sudah mengguncang tubuh Abi namun tetap saja tidak ada reaksi dari laki-laki itu.
Sahabat nya mereka yang melihat itu hanya memejamkan matanya karena tak kuat melihat keadaan Ayumi saat ini.
Mereka jelas saja mengerti bagaimana kacaunya Ayumi saat ini. Tak hanya Ayumi mereka pun kini tak kalah kacau dari Ayumi.
__ADS_1
Monika bahkan kini pingsan setelah mengetahui jika anak bungsu nya itu harus menghembuskan nafas terakhirnya.
Ayumi kini sudah menangis sambil memeluk Abi. Tangis nya semakin menjadi dalam pelukan tunangannya itu.
"Abi jangan tinggalin aku Bi. Bangun Bi," ucap Ayumi dengan tangis nya.
"Banyak hal yang belum kita lakuin Bi, kamu gak bisa pergi gini aja Bi. Kamu udah janji buat selalu nemenin aku liat sunset tapi kenapa sekarang malah pergi?" Tangis Ayumi.
Abqa yang melihat tunangan adiknya itu merasa tak tega, hingga setelah nya ia segera menarik Ayumi ke dalam pelukannya. Ayumi hanya terdiam sambil menangis.
Abqa kini hanya menatap kembarannya itu dengan tatapan sendu nya. Ingatannya kembali pada pembicaraannya dengan Abi beberapa waktu lalu saat ia akan berangkat ke sekolah.
"Qa, bantu gue jaga Ayumi ya," ucapan itu membuat Abqa yang tengah memakai sepatu nya menoleh ke arah Abi dengan menaikkan sebelah alisnya.
__ADS_1
"Masih pagi," tegur Abqa yang tak suka dengan ucapan Abi.
"Gue serius Qa. Jagain Ayumi. Gue tau lo mulai suka kan sama dia? Jagain dia kayak gue Jagain dia, bahkan harus lebih. Cintai dia melebihi cinta gue ke dia, sayangi dia melebihi sayang gue ke dia. Dia gadis yang baik. Keliatan bar bar tapi asli nya lemah jadi lo harus lindungi dia Qa. Jangan sakitin dia ya, susah buruk nya," ucap Abi dengan kekehannya sambil tersenyum pada Abi.
Perasaan Abqa menjadi tak enak mendengar ucapan Abi. Namun ia masih berusaha untuk berpikir positif. Lagi pula cinta terbesar yang pernah Ayumi dapatkan adalah dari Abi. Bahkan saat diri nya berada di ujung kematian waktu itu, Abi masih memikirkan bagaimana dengan Ayumi yang takut hujan dan petir?
"Gak usah ngelantur deh. Gue berangkat sekolah dulu, pulang nya gue sama yang lain dateng," ucap Abqa pada adiknya itu.
"Jangan lupa buat ajak dia liat sunset tiap sore ya. Oh iya dia juga pengen naik gunung, gue belum sempet ngajak dia. Gantiin gue ya," lanjut Abi sambil berteriak pada Abqa yang sudah keluar dari ruangannya.
Mengingat pesan Abi kini Abqa tahu jika saat itu Abi sudah merasa tak baik-baik saja.
Tatapannya begitu sendu menatap adik nya itu.
__ADS_1
"Sialan lo Bi, lo minta gue buat Jagain cewek yang nyatanya gak bisa lupain lo dan cuma cinta sama lo," ucap Abqa pada kembarannya itu.
***