First Love Casanova

First Love Casanova
Minggu Ayumi


__ADS_3

Hari minggu yang sebenarnya ingin Ayum habiskan di atas ranjang nya kini malah harus terkubur karena. Karena kini saat jam menunjukkan pukul 9.00 Ayumi malah harus bersiap-siap karena Niclas yang kini malah mengajaknya untuk menemani laki-laki itu untuk mencari hadiah untuk temannya.


“Kau benar-benar mengganggu waktu libur ku Niclas,” ucap Ayumi dengan kekesalannya yan kini malah membuat Niclas tertawa mendengar nya.


“Ayolah, aku akan mentraktirmu apapun setelah ini. Kau boleh meminta apapun sepuas nya,” ucap Niclas memberikan penawaran pada Ayumi.


“Kau akan menyesalinya,” ucap Ayumi sambil menunjuk Niclas yang kini malah terkekeh mendengar ancaman dari sahabat nya itu.


“Tidak. Kau tenang saja,” ucap Niclas dengan senyumnya sambil menepuk puncak kepala Ayumi dengan sayang.


Ayumi akhirnya memilih untuk diam saja dan akhirnya ia malah memejamkan matanya. Tidur nya begitu kurang, bahkan ia baru tidur setelah sholat subuh karena menyelesaikan drama korea yang di tontonnya. Dan kini Niclas sudah mengajaknya untuk pergi.


Hingga Ayumi kini malah tertidur di mobil. Sepertinya gadis itu memang masih begitu mengantuk. Tak sampai beberapa lama kini mereka akhirnya sampai di sebuah mall besar yang berada di kota mereka. Namun Niclas tak langsung turun. Ia malah memainkan ponselnya sambil memberikan waktu untuk Ayumi tidur selama setengah jam. Sedangkan ia kini memilih untuk menyelesaikan pekerjaannya yang belum selesai.


Setelah setengah jam lebih baru lah Niclas membangunkan sahabat nya itu.


“Ayumi bangun lah,” ucap Niclas sambil menepuk pipi Ayumi untuk membangunkan sahabat nya itu.


Ayumi yang merasa tidur nya diganggu segera membuka matanya dan melihat ke sekeliling. Hingga kini ia menyadari jika mereka ternyata sudah sampai.


“Bisakah aku hanya menunggu di sini saja?” tanya Ayumi dengan begitu malasnya. Rasanya kini ia masih begitu mengantuk dan ingin melanjutkan tidurnya. Bahkan kini gadis itu, bukannya membuka seat belt nya malah memposisikan kursi nya untuk tidur. Niclas yang melihat itu kini memejamkan matanya berusaha bersabar menghadapi tingkah sahabat nya yang satu itu.


Niclas lebih dulu keluar dari mobilnya lalu segera menuju ke arah pintu mobil Ayumi lalu segera membukanya dan membukakan seat bleat Ayumi. Dan menarik sahabatnya itu untuk segera keluar dari mobil.


“Kau benar-benar menyebalkan Niclas,” kesal Ayumi yang kini segera menepis tangan Niclas dan berjalan lebih dulu dari sahabat nya itu. Niclas yang melihat itu menggelengkan kepalanya lalu segera mengikuti Ayumi dan menyeimbangkan langkah mereka.


“Kemana lebih dulu?” tanya Ayumi dengan nada nya yang masih terdengar begitu kesal pada Niclas.


“Menurutmu, hadiah apa yang cocok untuk diberikan pada perempuan?” tanya Niclas yang kini berhasil menghentikan langkah Ayumi saat mendengar pertanyaan dari sahabat nya itu.


“Perempuan? Apa kekasihmu? Kau sudah memiliki kekasih? Wow Niclas,” ucap Ayumi yang kini terlihat begitu terkejut. Bahkan kini gadis itu membekap mulut nya tak percaya.


Sebelumnya Niclas pernah memiliki kekasih. Namun kekasih nya malah meninggal dalam sebuah tragedi. Saat kekasih nya itu menyelamatkan seorang anak kecil yang terjebak di kerumunan orang yang saling berdesakan. Dan saat itu memang banyak korban jiwa yang berjatuhan. Kekasih Niclas menjadi salah satu nya.

__ADS_1


Setelah itu Niclas sudah tak pernah lagi untuk memiliki kekasih. Laki-laki itu seolah memberi batasan untuk perempuan. Tentu saja selain Ayumi yang merupakan sahabat nya sedari kecil.


“Apa yang kau katakan bocah kecil? Jangan sembarangan berbicara,” ucap Niclas sambil merangkul pundak Ayumi dan membawa Ayumi untuk segera pergi dari sana.


“Kau sungguh memiliki kekasih? Bawa aku menemuinya Niclas. Akan aku katakan semua hal baik tentang mu pada nya,” ucap Ayumi dengan senyumannya sambil menoleh ke arah Niclas. Walaupun kini Niclas masih saja merangkulnya.


“Jangan berbicara sembarangan. Dia hanya rekan ku saja,” ucap Niclas dengan senyumannya. Melihat Niclas yang mengatakannya sambil tersenyum kini malah semakin membuat Ayumi merasa curiga jua penasaran.


“Dan kau menyukainya, lihat lah. Bahkan senyummu begitu cerah saat mengatakan tentang nya,” goda Ayumi pada Niclas yang kini hanya terkekeh mendengar nya.


“Jangan berbicara sembarangan, kau mengerti? Lebih baik sekarang kau bantu aku memilih hadiah untuk nya,” ucap Niclas dengan tegas dan mengacak rambut Ayumi dengan gemas. Ayumi yang melihat itu segera melepaskan rangkulan Niclas lalu membenarkan rambutnya yang berantakan.


“Kau sangat sangat sangat menyebalkan,” kesal Ayumi sambil memukuli Niclas yang kini malah membuat laki-laki itu tertawa karena nya.


Niclas menghentikan langkah nya lalu segera menoleh ke arah Ayumi.


“Hadiah apa yang harus aku berikan?” tanya Niclas sambil menahan kepala Ayumi yang kini masih saja memukul mukul udara karena tangannya yang tak sampai untuk memukul Niclas. Merasa lelah akhirnya Ayumi menghentikan aksinya lalu membenarkan rambut nya.


“Bagaimana jika kalung? Tas? Dompet? Atau sepatu?” tanya Ayumi memberikan opsi pada Niclas yang kini tampak berpikir.


“Kau juga bisa membeli satu untuk ku,” ucap Ayumi dengan senyumannya yang kini membuat Niclas menatap datar pada Ayumi.


“Hey jangan lupa dengan ucapan mu,” ucap Ayumi dengan tatapan menentang nya pada Niclas yang kini akhirnya hanya bisa memutar bola matanya malas dan menjawabnya dengan anggukan.


“Baiklah,” ucap Niclas yang akhirnya menyetujui.


Mereka memilih untuk segera menuju ke arah toko perhiasan. Saat sampai di toko perhiasan kini Ayumi malah sibuk memilih miliknya sendiri. Niclas bahkan harus beberapa kali menarik Ayumi untuk membantunya memilih namun lagi-lagi Ayumi harus terlepas.


“Aku seperti tengah menjaga anak,” ucap Niclas sambil menggelengkan kepalanya. Karyawan yang sedari tadi memperhatikan bahkan di buat menggeleng melihat itu.


“Kak, itu pacar nya?” tanya salah satu karyawan pada Niclas yang langsung menggeleng.


“Sahabat saya,” ucap Niclas yang membuat mereka mengangguk.

__ADS_1


“Ayumi. Bagaimana dengan ini?” tanya Niclas sambil memanggil Ayumi yang segera menoleh.


“Biar aku lihat,” ucap Ayumi yang setelah nya langsung mengambilnya.


“Bagus,” ucap Ayumi dengan senyumannya.


“Ini milik ku,” ucap Ayumi sambil memberikan satu paket perhiasan yang kini berhasil membuat Niclas menganga melihat nya. Bahkan ia hanya membeli satu kalung namun Ayumi malah mengambil satu paket.


“Seperti aku memberimu hati dan kau meminta jantung sekaligus,” ucap Niclas dengan menggelengkan kepalanya. Namun pada akhirnya ia hanya mengambilnya dan membayar nya sekaligus.


“Aku ingin es krim,” ucap Ayumi pada Niclas yang hanya mengangguk dengan lemas.


Mereka akhirnya memilih untuk segera menuju ke arah cafe es krim yang berada di mall iti.


“Nic, apa kau percaya dengan persahabatan laki-laki dan perempuan?” tanya Ayumi tiba-tiba yang kini malah membuat Niclas menaikkan sebelah alisnya mendengar pertanyaan itu.


“Kau percaya?” tanya Niclas pada Ayumi yang kini menjawabnya dengan anggukan.


“Aku tidak,” ucap Niclas yang kini membuat Ayumi menaikkan sebelah alisnya mendengar ucapan tersebut.


“Bukankah kita bisa?” tanya Ayumi yang kali ini membuat Niclas mengangguk.


“Aku pernah menyukaimu. Namun karena aku takut kau akan pergi dari ku saat mengetahui perasaan ku akhirnya aku memilih untuk menghapus  nya, Lagi pula kita berbeda agama, bagaimana bisa kita bersama bukan?” jelas dan tanya Niclas yang kini berhasil membuat Ayumi terkejut mendengar nya. Sebelumnya ia tak pernah mendengar semua fakta ini.


“Sudahlah tak perlu dipikirkan lagi,” ucap Niclas dengan senyumannya yang kini membuat Ayumi tersenyum sambil menganggukkan kepalanya mendengar ucapan Niclas. Ia tak pernah tahu jika Niclas pernah mencintainya. Namun beruntung saja laki-laki tak mengatakan nya dulu atau ia akan merasa bersalah. Dan memang mereka juga berbeda agama.


“Ah iya, tentang laki-laki yang mengganggumu. Bagaimana hubungan kalian saat ini?” tanya Niclas pada Ayumi yang kini malah tersenyum sambil tersenyum. Hal itu tentu saja membuat Niclas kini mengerutkan kening nya.


“Hey, ada apa denganmu?” tanya Niclas dengan bingung. Hingga akhirnya Ayumi mulai menceritakan apa saja yang terjadi padanya belakangan ini.


“Kau menyukainya!” ucapan tegas itu membuat Ayumi kini malah semakin tersenyum mendengar nya sedangkan Niclas hanya menggelengkan kepalanya melihat semua itu. Namun ia senang karena akhirnya sahabat nya itu percaya akan cinta. Meskipun bukan ia yang mengajarkan tentang cinta pada Ayumi namun Niclas senang karena ada orang lain yang mengajarkan itu pada Ayumi. Ia kini hanya berharap jika laki-laki itu memang tulus pada sahabat nya itu.


Jika sampai laki-laki itu menyakiti sahabat nya. Jelas ia tak akan tinggal saja. Ia akan membuat perhitungan untuk laki-laki itu.

__ADS_1


***


__ADS_2