First Love Casanova

First Love Casanova
Sedih dan Bahagia


__ADS_3

Senyuman Ayumi yang sudah lama tak terlihat kini akhirnya kembali terlihat. Dan semua itu berkat Niclas. Seharian ini Ayumi begitu bersenang-senang bersama dengan Niclas. Tadi  setelah membeli apa yang Ayumi perlukan. Niclas juga mengajak Ayumi untuk bermain terlebih dulu di time zone. Ayumi kini merasa semua bebannya rasanya terangkat untuk sejenak.


“Lihat, kau lebih cantik saat tersenyum seperti ini,” ucap Niclas dengan senyumannya sambil mengajak rambut Ayumi yang kini membuat Ayumi berdecak mendengar ucapan sahabat nya itu. Namun senyum nya kini juga mengembang dengan begitu indah nya.


“Ya ya ya, dan aku berterima kasih untuk itu pada mu,” ucap Ayumi dengan senyumannya pada Niclas yang kini tersenyum sambil mengacak rambut Ayumi. Hal itu membuat Ayumi membelalakkan matanya sedangkan Niclas kini malah tertawa mendengar nya.


“Niclas,” teriak Ayumi dengan kekesalannya sedangkan Niclas kini malah tertawa dan berlari menghindar dari Ayumi. Ayumi kini segera mengejarnya lalu ia langsung melompat dan merangkul pundak Niclas hingga laki-laki itu kini harus berjalan dengan menunduk untuk menyeimbangkan tubuhnya dengan Ayumi yang memang lebih pendek darinya.


“Haha lihat lah rambutmu sangat lucu,” ucap Niclas dengan tawanya yang kini semakin membuat Ayumi keal hingga gadis itu kini malah membuat rambut Niclas juga berantakan.


“Ayumi kau sangat tidak sopan dengan orang tua,” uap Niclas yang kini malah membuat Ayumi segera melepaskannya.


“Ampun orang tua,” ucap Ayumi sambil menyatukan kedua tangannya dan memperlihatkannya pada Niclas lalu ia tertawa yang kini malah membuat Niclas menatap nya dengan datar.


“Ayumi,” suara panggilan tersebut bukanlah berasal dari Niclas melainkan suara yang kini berada di belakang Ayumi. Ayumi yang mendengar namanya dipanggil oleh suara yang tak asing baginya kini segera menoleh ke arah sumber suara hingga kini ia dapat melihat Abi bersama dengan seorang perempuan tengah menatapnya dengan tatapan datar nya.


“Abi?” tanya Ayumi dengan tatapan penuh tanya nya juga terkejut nya saat melihat keberadaan Abi yang kini menatap nya dengan tatapan marah nya.


***


Seorang laki-lak kini tengah berjalan dengan wajah datar nya bersama dengan gadis yang kini tengah berjalan di samping nya dengan senyuman yang mengambang di wajah gadis itu. Sangat berbanding terbalik memang dengan laki-laki di samping nya.

__ADS_1


“Kamu cuma mau diem aja? Kita udah lama gak ketemu lo,” ucap gadis tersebut pada laki-laki di samping nya yang kini sonta membuat laki-laki itu menoleh ke arah gadis tersebut dengan wajah nya yang semakin datar.


“Kenapa?” tanya gadis itu lagi pada laki-laki di samping nya yang kini malah hanya diam saja. Tak ingin menjawab pertanyaan gadis itu, laki-laki yang bersama nya memilih untuk berjalan lebih dulu.


“Kamu masih marah?” tanya gadis itu lagi pada laki-laki yang kini ia merangkul tangannya. tapi laki-laki itu segera melepaskan rangkulan tersebut.


“Bisa diem kan tangan lo?” tanya laki-laki itu pada gadis di samping nya itu yang kini hanya bisa menghembuskan nafasnya kasar mendengar ucapan laki-laki tersebut.


“Kalau bukan karena Mama lo yang minta gue temenin lo belanja bulanan gue gak bakalan mau nemenin lo,” ucap laki-lak tersebut pada gadis di samping nya itu yang kini hanya berdecak kesal mendengar ucapan tersebut kini.


Hingga tak lama tatapan laki-laki tersebut kini tertuju pada seorang gadis yang tengah bersama dengan seorang laki-laki yang terlihat begitu akrab.


“Lo pulang duluan. Gue ada urusan. Awas lo ngikutin gue,” ancam laki-laki tersebut pada gadis yang kini mengepalkan tangannya mendengar ucapan tersebut.


“Ayumi,” ucap nya pada gadis yang tak lain adalah Ayumi. Ayumi yang mendengar panggilan tersebut langsung menoleh ke arah laki-laki yang tak lain adalah Abi.


“Abi,” ucap Ayumi dengan wajah terkejut nya melihat Abi yang kini berada di sana. Melihat itu Abi segera menghampiri Ayumi dan menarik tangan gadis itu untuk menjauh dari Niclas.


“Kamu kenapa bisa ada di sini? Bukannya kamu lagi sibuk?” tanya Ayumi dengan tatapan penuh tanya nya pada Abi. Kini ingin sekali Ayumi tak curiga pada Abi namun melihat keberadaan Abi yang malah berada di mall membuat Ayumi tak bisa untuk tidak berpikir negatif.


“Aku ada urusan di sini. Kamu ngapain disini sama cowok lain?” tanya Abi dengan tatapan tajam nya pada Ayumi yang kini malah menaikkan sebelah alisnya menatap Abi mendengar pertanyaan dari laki-laki itu.

__ADS_1


“Kan tadi aku bilang dan minta kamu nganterin aku ke mall. Tapi kamu malah gak mau nganter jadi aku ajak Niclas aja. Lagian kamu sebelum nya gak masalah kan kalau aku sama Niclas?” tanya Ayumi dengan tatapan bingung nya pada Abi. Abi yang mendengar penjelasan Ayumi seolah menulikan telinga nya dan lebih memilih untuk segera menarik Ayumi pergi dari sana.


“Abi kamu kenapa sih?” tanya Ayumi dan langsung melepaskan tangan Abi yang menurut nya begitu aneh.


“Tidak masalah Ayumi. pergi lah,” ucap Niclas dengan senyuman menenangkannya pada Ayumi.


“Udah denger?” tanya Abi pada Ayumi. Hingga setelah nya laki-lak itu kembali menarik tangan Ayumi untuk pergi dari sana.


Ayumi yang melihat itu hanya bisa menahan kekesalannya pada laki-laki di depannya itu. Ia begitu bingung dengan sikap Abi sekarang.


“Kamu kenapa sih Bi? Kamu aneh banget tau,” ucap Ayumi pada Abi yang malah mengabaikan ucapannya dan kini laki-laki itu hanya diam sambil membawa Ayumi menuju ke arah mobilnya. Ayumi yang melihat itu hanya mengepalkan tangannya.


Setelah sampai di depan mobil Abi, Ayumi segera menghempaskan tangan Abi.


“Mau sampai kapan sikap kamu kayak gini Bi? Kamu aneh banget Abi, kamu bukan kayak Abi yang aku kenal. Makin lama aku sama kamu sekarang, aku malah ngerasa hambar setiap aku di dekat kamu. Aku rindu kamu yang dulu Abi,” ucap Ayumi pada Abi dengan tatapan sendu nya yang kini berhasil membuat Abi terdiam mendengar ucapan Ayumi. Namun kini laki-laki itu hanya bisa menunduk dalam sebelum akhirnya ia mendongak dan menatap Ayumi dengan tatapan seriusnya.


“Kita pulang, aku anter kamu,” ucap Abi yang membuat Ayumi trsenyum sinis mendengar nya. Selalu saja Abi akan mengalihkan perhatiannya setiap kali Ayumi membahas tentang perubahan sikap Abi, laki-laki itu selalu saja menghindar dan lebih memilih untuk mengalihkan pembicaraan.


Dengan kekesalannya Ayumi segera memasuki mobil Abi dan hanya diam saja selama perjalanan dengan menahan kekesalan nya. Abi pun tak berniat untuk membuka pembicaraan. Hingga perjalanan selama menuju ke arah Ayumi mereka hanya saling diam. Keheningan lah yang memenuhi mereka.


Bahkan saat sampai di rumah Ayumi. Abi tak mengatakan apapun begitu pula dengan Ayumi. Abi segera melajukan mobil nya begitu saja membuat Ayumi berusaha untuk menahan tangis nya agar tidak tumpah.

__ADS_1


“Jangan pernah nangis karena cowok Ay,” ucap Ayumi memberi semangat pada dirinya sendiri. Ayumi akhirnya memilih untuk segera menuju ke arah rumah nya. Senyumannya yang pagi ini mengembang kini harus diganti dengan kesedihan. Nyatanya memang benar. Jangan terlalu berlebihan dalam tertawa atau pada akhirnya kita akan merasakan kesedihan yang lebih dari bahagia yang kita dapatkan sebelumnya.


***


__ADS_2