First Love Casanova

First Love Casanova
Si Bucin


__ADS_3

 Ayumi kini tengah bersantai di ruang keluarga di rumah nya sambil menonton televisi di depannya dengan serius, hari miggu ini tak ada yang bisa ia lakukan. Abi tadi pagi sudah meminta izin jika hari ini ia akan ke bermain futsal bersama dengan teman-temannya. Abi awalnya sudah menawarkan pada Ayumi jika gadi nya itu ingin ikut namun Ayumi menolak nya. Abi akan menemuinya saat sore nanti.


“Tumben ada dirumah. Gak main?” tanya Ibu Ayumi kini berjalan ke arah anaknya itu dan kini duduk di samping Ayumi. Ayumi yang mendengar ucapan ibunya itu segera menoleh sambil menggelengkan kepalanya.


“Abi lagi main sama temennya,” ucap Ayumi pada ibunya itu yang kini hanya menganggukkan kepalanya mendengar ucapan anaknya itu.


“Mama harap kamu bisa untuk menjaga diri kamu dan gak ngulang kesalahan kakak kamu,” ucap ibu Ayumi pada anaknya itu yang kini tersenyum sambil menganggukkan kepalanya mendengar ucapan ibunya itu.


“Mama tenang aja Ma,” ucap Ayumi dengan senyuman menenangkannya sambil mengelus tangan ibunya itu ang kini duduk di samping nya.


“Mama percaya sama kamu,” ucap ibu gadis tersebut yang kini ikut tersenyum sambil menganggukkan kepalanya.


Suara bel rumah Ayumi membuat kedua perempuan berbeda usia itu segera menoleh ke arah pintu utama sehingga mereka sama-sama mengerutkan kening nya. Ayumi memilih untuk segera menuju ke arah pintu untuk membukakan pintu untuk tamu nya.


Saat membuka pintunya ternyata yang datang adalah Abi melihat itu Ayumi menaikkan sebelah alisnya.


“Katanya lagi main futsal,” ucap Ayumi pada Abi dengan tatapan bingung nya.


“Males gak ada kamu jadi aku pulang duluan,” ucap Abi yang kini berhasil membuat Ayumi menganga mendengar ucapan dari kekasih nya itu.


“Dasar bucin,” ucap Ayumi sambil menggelengkan kepalanya mendengar ucapan dari kekasih nya itu.


“Biarin aja sih,” ucap Abi dengan wajah cemberut nya yang kini membuat Ayumi terkekeh mendengar nya.


“Ayo masuk dulu,” ucap Ayumi pada Abi. Setelah nya Ayumi segera membawa Abi untuk masuk ke dalam rumah nya. Ayumi mengajak Abi menuju ke arah ruang keluarga. Kini ibu nya juga berada di sana. Melihat kedatangan Abi, ibu Ayumi menaikkan sebelah alis nya.


“Abi?” tanya ibu Ayumi pada Abi yang kini menyalami tangannya.


“Iya tante,” ucap Abi dengan senyumannya.

__ADS_1


“Katanya lagi main futsal?” tanya ibu Ayumi pada Abi yang kini malah menggaruk tengkuknya yang tak gatal. Kini ia bingung harus memberikan jawaban apa. Tak mungkin ia memberikan jawaban yang sama seperti ia menjawab seperti yang ia berikan pada kekasih nya tadi.


“Udah selesai kok Tan,” ucap Abi dengan cengirannya pada ibu Ayumi yang kini tersenyum sambil menganggukkan kepalanya mendengar ucapan Abi.


“Duduk dulu. Biar tante buatin minum sambil ambil makanan ringan,” ucap wanita paruh baya yang masih tampak cantik itu pada Abi yang kini menganggukkan kepalanya.


“Makasih tante,” ucap Abi dengan senyumannya yang dibalas dengan anggukan dan senyuman oleh ibu Ayumi.


Ayumi kini duduk di tempat nya semula yang diikuti oleh Ayumi. Setelah nya ia malah meletakkan kepalanya dan paha Ayumi.


“Aku capek banget tau Ay,” ucap Abi yang kini mengadu pada Ayumi. Ayumi mengelus rambut Abi dengan begitu lembut nya dengan matanya yang kini fokus dengan layar di depannya.


“Tidur aja kalau mau tidur,” ucap Ayumi pada Abi yang kini hanya menganggukkan kepalanya. Lalu setelah nya laki-laki itu memilih memejamkan matanya.


Ibu Ayumi yang tak lama untuk membawakan makanan dan minuman kini mengerutkan kening nya melihat Abi yang sudah tertidur.


“Capek katanya,” jelas Ayumi pada ibunya itu yang kini menganggukkan kepalanya lalu hanya meletakkan minuman dan makanannya saja di meja. Setelah nya ia memilih untuk segera pergi dari sana.


***


“Boleh aja sih. Mumpung luang juga sih nanti gue,” ucap Ayumi yang kini ikut menanggapi.


“Gue ngikuti Ayumi,” ucap Abi dengan senyumannya yang kini malah membuat teman-temannya bersorak mendengar ucapan Abi.


“Bucin banget dia nih,” ucap Ivan sambil menggelengkan kepalanya mendengar ucapan sahabat nya itu. Abi memang begitu mencintai Ayumi hingga ia terlihat seperti budak cinta nya Ayumi. Abi yang selama ini terkenal playboy kini malah seperti berada di bawah Ayumi. Pengaruh Ayumi bagi Abi nyatanya memang begitu besar.


“Biarin sih terserah gue. Punya pacar mangkanya, julut mulu lo,” ucap Abi dengan kekesalannya pada sahabat nya itu yang kini hanya memutar bola matanya malas mendengar ucapan Abi.


“Udah gak perlu di dengerin. Berantem mulu gue tinggal nanti lo ya,” ucap Ayumi mengancam kekasih nya itu yang kini hanya cemberut mendengar ucapan Ayumi.

__ADS_1


“Lo tahan banget punya pacar kayak Abi, Yum,” ucap Dion sambil menggelengkan kepalanya. Abi yang mendengar ucapan Dion kini sudah berdiri namun Ayumi segera menahannya.


“Duduk,” tegas Ayumi pada Abi yang kini akhirnya menuruti ucapan Ayumi. Abi kini kembali duduk. Mereka kii tahu Ayumi akan menjadi kelemahan terbesar bagi Abi. Laki-laki itu bahkan begitu penurut bagi Ayumi.


“Nurut banget lagi,” ucap Kitri sambil menggelengkan kepalanya.


“Udah sih diem aja, nanti beneran jadi buas nih,” ucap Ayumi pada temannya itu. Ia juga sebenarnya merasa aneh dengan apa yang Abi lakukan. Ia seolah begitu takut pada Ayumi. Namun Ayumi senang karena ia bisa melihat jika Abi begitu mencintainya hingga Abi mau melakukan apapun demi Ayumi.


“Emang suka nyarik gara-gara mereka tuh Ay,” ucap Abi pada Ayumi yang hanya diam saja dan memilih untuk memakan makanannya.


“Nanti pulang sekolah langsung main atau ganti baju dulu?” tanya Kaya sambil melihat satu persatu dari mereka dengan tatapan penuh tanya nya.


“Langsung aja lah,” ucap Abi menjawab yang dijawab dengan anggukan oleh teman-temannya yang lain.


“Mau langsung nonton gak?” tawar Ivan pada temannya yang lain.


“Gue sih ayok aja,” ucap Dion menyetujui begitupun dengan temannya yang lain.


“Lo gimana Yum?” tanya Kitri pada Ayumi.


Ayumi menoleh ke arah Abi seolah meminta persetujuan pada kekasih nya itu yang kini menjawab pertanyaan dari temannya yang lain.


“Gue sama Ayumi skip lah. Kita jam lima balik,” ucap Abi. Mengingat mereka memang setiap sore selalu meluangkan waktu untuk melihat senja. Sesuai dengan yang pernah Abi katakan jika ia akan selalu mengajak Ayumi melihat Senja setiap Sore. Laki-laki itu benar-benar menepati ucapannya.


“Sok banget lo pulang awal,” ucap Dion pada Abi.


“Gue mah ada rencana sendiri,” ucap Abi dengan sinisnya pada Dion.


“Kalau kalian mau nonton gak papa nonton aja,” ucap Ayumi yang kini kembali membuka suaranya. Temannya yang lain akhirnya hanya menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


***


__ADS_2