First Love Casanova

First Love Casanova
Salah Kah?


__ADS_3

Ayumi baru saja keluar dari kamar mandi setelah mengganti pakaiannya dengan pakaian baru yang memang ia selalu siapkan di dalam lockernya. Ayumi memang selalu menyediakan pakaian ganti di lokernya setiap pergantian seragam, takut jika tiba-tiba ia malah PMS di sekolah.


Saat ia baru saja keluar dari kamar mandi kini ia malah dikejutkan dengan kehadiran Abi yang sudah berada tepat di depan kamar mandi. Kitri yang juga baru saja keluar bersama dengan Ayumi juga dibuat tak kalah terkejut juga bingungnya melihat kedatangan Abi.


“Pergi duluan sana gue mau ngomong sama temen lo,”  usir Abi pada Kitri saat melihat gadis itu malah tetap saja berada di tempatnya tanpa mau meninggalkan Ayumi sendiri.


Tentu saja karena kita takut Abi malah bertindak yang macam-macam pada Ayumi. Namun pada akhirnya setelah mendengar sebuah ucapan tegas dari Abi juga Ayumi yang kini menganggukkan kepalanya seolah membiarkan Kitri untuk pergi dan menyetujui ucapan Abi akhirnya Pergi juga membiarkan Ayumi dan Abi kini berbicara berdua.


“Mau apa lo?”  tanya Ayumi dengan tatapan sinisnya pada Abi kini ia sudah tidak bisa lagi untuk menatap Abi dengan Tatapan yang biasa saja, tatapan penuh kebencian bahkan ingin sekali ia tunjukkan pada Abi melihat. Bagaimana sikap laki-laki tersebut padanya membuat Ayumi kini semakin muak dengan laki-laki tersebut.


“ Gue cuman mau nanya sih, gimana rasanya dibull. Enak?”  tanya Abi dengan senyuman sinisnya pada Ayumi yang kini malah terkekeh mendengar ucapan laki-laki tersebut.


“ Jadi lo datang cuman mau nanya itu? Wah kayaknya Otak lo emang udah nggak berfungsi dengan baik ya? masih aja lo bisa nanya bagaimana rasanya di-bully?  kalau  rasanya di bully itu enak, nggak mungkin kasus pembullyan bahkan sampai memakan korban jiwa begitu banyak, membuat mental rusak juga mengakibatkan banyaknya keluarga yang harus kehilnganbakibat dari pembullyan,”  ucap Ayumi dengan panjang lebar untuk menasehati laki-laki tersebut.

__ADS_1


Pertanyaan  yang ambil lontarkan pada Ayumi memang begitu tidak wajar atau malah di luar nalar. Bagaimana bisa laki-laki tersebut masih mempertanyakan hal yang sudah jelas jawabannya. Meskipun ia tanya kepada siapapun juga jawabannya akan sama Bagaimana rasanya di bully bisa jadi enak Jika setiap hari kita hanya diberikan asupan perusak mental?


“Semua ini juga gue lakuin karena sikap lo yang udah keterlaloan juga sama gue,”  ucap Abi yang kini malah membuat Ayumi menaikkan sebelah alisnya mendengar ucapan dari laki-laki tersebut.


“Keterlaluan? Harusnya lo ngaca Bagaimana sikap lo selama ini ke gue. Bahkan lebih banyak kejahilan yang lo lakuin ke gue daripada apa yang gue lakuin ke lo tapi kenapa lo hanya menyalahkan gue aja daripada lo juga intropeksi diri kita sebenarnya lo juga salah,”  tegas Ayumi yang kiri menatap Abi dengan tatapan tajamnya.


Abi kini menatap Ayumi yang terus saja berbicara dengan begitu menusuk padanya seolah apa yang laki-laki itu lakukan memanglah salah. Ayumi mengatakan begitu banyak hal yang begitu menusuk untuk Abi.


“Yang gue lakuin ke lo hanya sebuah kejahilan dan Lo harusnya tahu gue ngelakuin itu karena Gue pengen narik perhatian lo. sedangkan apa yang lo lakuin adalah sebuah ajang untuk balas dendam. Padahal saat itu gue tulus buat nyatain perasaan gue ke lo, gue bagkan udah siap jika pada akhirnya gue harus putus dengan pacar gue yang lain demi lo, Tapi yang gue dapet malah penolakan yang begitu keras dari lo juga buat bendera perang yang lo kibarkan buat gue.”  Abi kini seolah menyadarkan Ayumi jika yang Ayumi lakukan kemarin adalah sebuah tindakan yang cukup keterlaluan setelah apa yang Abi  lakukan untuknya ia malah membalasnya dengan sebuah kejahilan apalagi itu menyangkut sebuah fobia untuk Abi.


Setelah mengatakan hal tersebut Abi kini memilih untuk segera pergi dari sana meninggalkan Ayumi yang kini masih membeku di tempatnya, ia tak menyangka jika akhirnya ialah yang akan mendapatkan sebuah wejangan dari Abi.


Setelah tersadar dengan keterkejutannya kini akhirnya ia memilih untuk segera kembali ke kelasnya daripada setelah ini ia harus mendapatkan kejahilan lain dari fans-fans Abi yang begitu Barbar itu.

__ADS_1


Saat kembali ke kelas kini ia langsung disambut oleh sahabatnya yang menatapnya dengan penuh rasa khawatir.


“Yum lo nggak papa?” Tanya Kayana saat sahabatnya itu kini sudah duduk di mejanya. Kitri tadi memang sudah bercerita pada Kayana jika Ayumi Tengah berbicara dengan Abi dan saat melihat wajah Ayumi yang terlihat berbeda setelah kembali berbicara dengan Abi membuat mereka semakin khawatir, merasa jika ada hal besar yang sudah di lakukan pada Ayumi.


“Apa menurut kalian yang gue lakuin sama Abi kemarin  keterlaluan?”  tanya Ayumi dengan tatapan penbuh tanyanya pada sahabatmu itu yang kini kebingungan dengan pertanyaan Ayumi, mereka bingung mengapa tiba-tiba Ayumi menanyakan hal tersebut dan mereka juga bingung harus menjawab apa.Pada satu sisi menurut mereka Ayumi tidaklah salah menolak Abi, namun disisi lain apa yang Ayumi lakukan memang sedikit berlebihan. Bukan tanpa alasan, jika musuh Abi mengetahui apa yang aku takutkan bisa saja mereka gunakan itu untuk meneror Abi, mengingat laki-laki itu memang memiliki banyak musuh.


“lo nggak salah kok nolak Abi, lagian emang dari awal lo nggak pernah ngasih harapan kan ke dia, lo juga udah bilang kalau lo nggak mau sama dia dari awal tapi tetep aja kan Abi yang ngejar-ngejar elo? Udahlah nggak perlu dipikirin lagi,” Ucap Kitri dengan senyumannya berusaha untuk menenangkan sahabatnya itu.


“ Iya lagian juga sebelum-sebelumnya dia sering tuh gangguin elo pake apa yang elo takutkan. Emang dasarnya dia sama fansnya aja yang berlebihan udah lah nggak perlu dipikirin,  nanti juga lama-lama mereka bakalan lupa sendiri,”  ucap kayana yang kali ini juga ikut menimpali ucapan sahabatnya itu. Ayumi yang mendengarnya kini hanya menganggukkan kepalanya berusaha untuk tetap menenangkan dirinya dan mendengarkan apa yang dikatakan oleh sahabatnya.


Meskipun tetap saja pada akhirnya ia kembali lagi memikirkan apa yang telah Abi katakan padanya. Ia sebenarnya juga begitu merasa bersalah karena sudah mengungkapkan apa yang Abi takutkan di depan umum. Apalagi setelah Abi yang menyatakan cintanya dengan begitu tulus namun ia malah menolaknya dengan kejahilan yang juga ia lakukan pada Abi mempermalukan laki-laki itu di depan umum.


Entahlah, memikirkan Semua ini hanya membuat Ayumi pusing saja, dengan apa yang harus ia lakukan. Namun untuk kali ini ia berusaha untuk mengikuti kata hatinya dan menyenangkan dirinya terlebih dahulu. Untuk meminta maaf kepada Abi sepertinya akan ia pikirkan lagi nanti, lagi pula sebelumnya jika Abi melakukan kejahilan padanya Abi tidak pernah meminta maaf kepadanya jadi biarkan untuk kali ini iya dengan apa yang dia inginkan lebih dulu.

__ADS_1


****


__ADS_2