
“Tadi tepuk nya mana sayang? Tuan sini pelan-pelan,” ucap Monika pada Ayumi.
Kini mereka tengah membuat kue sesuai dengan niat awal Ayumi datang ke rumah Abi untuk membuat kue bersama dengan ibu Abi. Wanita itu kini dengan telaten mengajari Ayumi membuat cake.
“Biar gue aja Ay,” ucap Abi yang kini mengambil alih tepung dari tangan Ayumi. Ayumi yang melihat itu kini menaikkan sebelah alisnya. Namun tetap saja pada akhirnya ia memberikan tepung yang ia bawa pada Abi.
Dengan senyuman senang nya kini Abi malah menuang semua tepuk itu pada adonan yang kini masih di mixer. Apa yang Abi lakukan kini malah membuat tepung itu kini berterbangan ke wajah mereka. Kini wajah mereka malah sudah puti-putih akibat ulah Abi.
Abi meniup ke depan, hingga tepung yang menempel di wajah nya kini kembali berterbangan. Tawa Abi kini meledak melihat wajah kedua perempuan di de[annya itu. Namun saat melihat wajah mereka kini hanya datar menatap Abi dengan tatapan tajamnya kini akhirnya membuat menyengir lebar.
“Abi,” teriakan dari kedua perempuan itu begitu kompak yang membuat Abi kini segera pergi dari sana dengan berlari karena terlalu takut terkena amarah kedua perempuan yang ia sayangi itu. Abi kini juga memilih untuk membersihkan wajah nya.
“Dasar emang badung banget,” ucap Monika sambil menggelengkan kepalanya melihat tingkah anaknya itu yang kini membuat Ayumi terkekeh mendengar ucapan dari wanita di samping nya itu.
“Kamu mending cuci wajah kamu dulu Ay, biar ini Tante yang lanjut,” ucap Monika pada Ayumi yang kini mengangguk sambil tersenyum. Setelah nya ia segera menuju ke arah kamar mandi yang berada di dapur untuk membersihkan wajah nya yang masih kotor.
Setelah selesai dengan mencuci wajah nya Ayumi kini segera kembali menuju ke arah ibu Abi yang kini ternyata sudah selesai membuat adonan dan tengah meletakkan kue yang berada di dalam cetakan pada oven.
“Udah sayang?” tanya Monika pada Ayumi yang kini sudah kembali menemuinya, Ayumi yang mendengar itu kini tersenyum sambil menganggukkan kepalanya.
“Udah tante,”ucap Ayumi yang kini mendekatkan dirinya pada Monika.
“Tante bersihin muka dulu ya, abis itu kita ke ruang tamu,” ucap Monika berpesan pada Ayumi yang kini menjawabnya dengan anggukan.
Setelah nya Ayumi memilih untuk segera menuju ke arah mini bar yang ada di sana sambil memainkan ponselnya. Dengan iseng gadis itu kini mengambil foto dapur Abi untuk ia jadikan story. Bahkan ia baru saja memposting nya namun kini akunnya sudah di serbut DM dari sahabat nya juga sahabat Abi yang ternya juga di rumah nya.
Kayana.area
Wah lagi di mana lo Yum?
__ADS_1
Kitri.mut
Bukan rumah lo nih. Ada mo lo?
Sebastian.ian
Di rumah Abi ya lo?
Dionputra
Cia lagi di rumah Abi ya
Satupun tak ada yang Ayumi balas. Ayumi kini memilih untuk menutup ponselnya. Biarkan saja mereka bertanya-tanya di mana Ayumi saat ini.
“Mama mana Ay?” tanya Abi saat tak melihat keberadaan ibunya di sana.
“Ke ruang tamu aja yuk. Ngapain dah lo sendirian di sana,” ucap Abi sambil berjalan ke arah kulkas dan mengambil dua minuman kaleng. Satu untuknya dan juga untuk Ayumi. Abi segera memberikan minuman pada Ayumi yang segera diterima dengan senyuman oleh laki-laki itu.
“Thanks,” ucap Ayumi yang Abi balas dengan anggukan. Hingga akhirnya mereka memutuskan untuk menuju ke arah ruang tamu lebih dulu sambil menunggu ibu Abi.
“Bokap lo mana Bi? Gak keliatan,” ucap Ayumi saat tak melihat keberadaan ayah Abi saat ini. Padahal ini adalah hari minggu namun laki-laki itu malah tak kelihatan.
“Lagi ada perjalanan bisnis,” jawab Abi yang kini membuat Ayumi mengangguk mendengar nya.
Tak lama ibu Abi datang dan kini sudah terlihat bersih juga rapih. Ia segera menghampiri anak nya juga calon kekasih anaknya itu untuk di antara mereka. Bukannya berniat mengganggu namun kini Monika juga ingin menghabiskan waktu dengan Ayumi yang begitu menarik perhatiannya.
“Ay, lihat tante bawa album. Ini foto-foto aib Abi,” ucap Monika dengan begitu bersemangat nya yang kini justru membuat Abi membelalakkan matanya mendengar ucapan ibunya itu.
“Mama,” teriak Abi dengan kekesalannya yang kini menatap ibunya itu dengan kekesalannya.
__ADS_1
“Kenapa? Orang lucu,” ucap Monika dengan sinisnya dan setelah nya ia segera memperlihatkan foto masa kecil Abi pada Ayumi dengan sesekali menceritakan bagaimana Abi semasa kecil. Tentu saja keburukan Abi yang mampu membuat Ayumi tertawa mendengar nya.
“Abi tuh nakal banget dulu. Masak ikan papa nya di tarik di kasur dikasih selimut biar gak kedinginan katanya, udah nakal rada ngelag lagi. Papa nya tuh marah banget sama dia, tapi juga gak bisa marah sih karena Abi anak nya,” ucap Monika dengan kekehgannya menceritakan kebodohan Abi semasa kecil nya.
“Itu Abi lagi baik Ma. Kasihan kan dalam air mulu,” ucap Abi dengan senyumannya yang kini malah membuat ibunya itu kini menatap anaknya itu dengan tatapan datar nya.
“Itu mah bukan baik. Tapi bodoh,” ucap Monika pada Abi yang kini hanya berdecak mendengar ucapan ibu nya itu.
Mereka melanjutkan cerita nya. Hingga cake yang dibuat akhirnya matang juga. Monika segera menuju ke arah dapur untuk mengambil cake yang dibuat oleh wanita itu. Setelah nya ia segera membawa nya pada Ayumi agar gadis itu bisa mencicipi nya.
“Enak gak?” tanya Monika pada Ayumi yang kini tersenyum sambil menganggukkan kepalanya mendengar pertanyaan Monika.
“Enak banget ini Tante,” uap Ayumi dengan senyumannya. Karena cake yang dibuat oleh Monika memang enak.
“Ini enak juga karena bantuan gue,” ucap Abi dengan senyumannya.
“Yang cuma bantu ngancurin dapur mending diem aja,” ucap Ayumi yang kini membuat Monika mengangguk mendengar nya.
“Tante siapin buat di bawa pulang ya,” tawar Monika yang Ayumi balas dengan gelengan.
“Gak perlu repot-repot Tante. kta buat juga cuma dikit gara-gara abi ngerusak dan buang-buang bahan,” ucap Ayumi pada Monika yang kini menjawabnya dengan anggukan.
“Iya juga sih. Ya udah biar besok deh Tante buati buat kamu sama Mama kamu,” ucap Monika dengan senyumannya yang membuat Ayumi kini tersenyum ke arah Monika.
“Terimakasih Tante,” ucap Ayumi yang di balas dengan anggukan dan senyuman oleh Ayumi.
Ayumi berada di rumah Abi hingga sore. Hingga akhirnya ia memutuskan untuk segera pulang saja. Padahal Monika meminta untuk tetap tinggal dan makan malam bersama. Namun Ayumi menolak nya karena ibunya di rumah pasti juga sudah memasak untuk nya. Akhirnya Monika hanya mengizinkannya saja.
***
__ADS_1