Gadis Nakal Om Dokter

Gadis Nakal Om Dokter
The ending


__ADS_3

"Sistah, saatnya cabut check rutin pasien di ruang rawat! Aku pengen cepet kelar, ada janji liat pentas si adek," ujarnya pada suter Sarah seraya merapikan penampilan.


"Iya dok, ini datanya." Suster Sarah memberikan sederet ruang rawat yang harus ia datangi.


"Oke, berangkat!" Dari ujung kepala sampai ujung kaki lebih cocok disebut model. Bukan apa-apa Gale seperti ini, selain karena memang it's her style cenah (meni balelol mimin nyebutkeunna ge), tapi juga agar image dokter tak sekaku itu di mata anak-anak.


Gale keluar dari ruangannya berjalan bersama suster Sarah, seraya mengobrol santai. Mungkin inilah yang membuat para suster nyaman bersamanya termasuk Sarah.


"Dok, ada pecel bebek yang baru buka di deket jl. Pecenongan! Lagi grand opening biasanya suka ada diskonan! Kata temen-temen sih enak!"


Gale menoleh, "wah?! Seriusan bestie?! Nantilah kesana bareng si duo kembar sama abang, mau coba kali aja kalo makan rombongan gratis nasi sebakul! plus rice cooker-rice cookernya sekalian!" jawab Gale, keduanya tergelak bersama.


"Ih, si dokter bisa aja! Saya seneng jadi asisten dokter Gale, udah kaya temen sendiri. Maaf kalo kurang sopan dok,"


Gale menepis udara, "biasa aja atuh da aku mah bukan Dewa tapi Dewi..." keduanya tergelak.


"Aku bukan orang yang gila hormat atau pujian..." ujar Gale lagi belok ke kanan, melewati poli penyakit dalam.


"Tapi ?" tanya Sarah penasaran, pasalnya dokter-nya ini selalu memiliki jawaban-jawaban absurd, ia memang obat, obat penat orang-orang di sekitarnya.


"Tapi gila harta, tahta, buaya..." Sarah meledakkan tawanya, sampai orang sekitar menoleh ke arahnya.


"Disini ga ada buaya, adanya singa!" jawab suara ngebass di belakang Gale, sontak saja Sarah dan Gale langsung menoleh ke belakang.


"Ups!" Sarah menutup mulutnya dan menunduk.


"Eh ada dokter Fatur, siang dok!" angguk Gale.


"Mau keliling juga ya dok?! Jangan lupa gesek pan tatnya di rumah gedong dok alias VVIP, soalnya kakak Fifah butuh seragam olahraga baru, dek Liyah juga butuh pramuka baru," lanjut Gale.


Kedua suster pendamping mereka tak bisa untuk tidak tertawa, meskipun kedua tangannya mendorong medical instrument trolly.


Fatur masih menatap datar pada istrinya ini, tangannya ia masukkan ke dalam saku snelly.


"Ga usah macem-macem, abang tetep awasin Gale ya,"


"Iya abang," ia membungkuk tersenyum.

__ADS_1


"Abang duluan,"


"Iya,"


...----------------...


Mengikuti info suster Sarah, Gale akhirnya mengajak Fatur dan si kembar makan di pecel bebek yang baru buka, mereka memilih meja dan menu makanan.


"Perhatiannya dong gengs!" pinta Gale.


"Apa sih bun?!" Afifah menyeka keringatnya, sementara Aliyah sedang meneguk minum di tumblernya.


"Bunda punya hadiah buat ayah, kakak sama dedek! Tapi sebelumnya ayah mau ngomong sesuatu,"


"Apa?!" kedua gadis kembar identiknya memasang wajah cerah.


"Monggo ayah," Gale melirik Fatur di sampingnya.


"Ayah mau tanya! Kemaren kalian di rumah granny, yang berantakin meja om Andro siapa?! Ngaku?!" tanya nya berwajah garang.


"Dek Liyah!" ucap mereka bersamaan.


"Ayah lagi ga mau bercanda," jawab Fatur.


"Itu ada banyak file penting usaha opa sama granny, sampe om Andro harus ngrekap lagi, cari satu persatu loh! Ga kasian apa sama om Andro?"


"Maaf," keduanya menunduk.


"Nanti sepulang dari sini, kalian minta maaf sama om Andro. Bilang juga, kalo kalian sering disogok makanan dari cewek-cewek yang suka sama om Andro, biar ga salah paham nantinya! Jangan terima-terima barang atau makanan apalagi uang kalo mereka minta dibales, kaya yang ga dikasih jajan aja!" lanjut Fatur memasang wajah kesal. Gale mengulum bibirnya, melihat kedua anak kembarnya dimarahi begini oleh Fatur mengingatkannya pada kejadian dulu saat ia dimarahi ayah.


"Iya, maaf ayah, bunda..."


"Bunda mau kasih hadiah apa?" tanya Fatur. Gale tersentak, "oh iya, tunggu!" ia merogoh tas selempangnya mengambil satu barang dan menaruhnya di meja.


"Tada!!!! Bunda positif hamil, jadi kak Fifah sama dek Liyah mau punya adek lagi!!!" Fatur tersenyum dan mengusap pipi Gale, sementara kedua anaknya mengernyit.


"Punya adek?" tanya mereka memastikan.

__ADS_1


"Iya, kenapa?" tanya Gale menoleh pada si kembar yang berwajah masam sekaligus syok.


"Kak Fifah ga mau disuruh ngasuh bun, biar adek Liyah aja."


"Engga ah, kak Fifah aja. Yang paling tua!"


"Tua juga cuma beda 1 jam'an !"


"Tapi tetep aja tua,"


"Kalo gitu kakak yang berhak atur, dek Liyah kakak kasih tugas buat jagain adek kalo ayah bunda belum pulang dari rumah sakit?!"


"Ah ogah ah!" gidiknya acuh.


"Kalian berdua emang ga mau punya adek lagi gituh?"


"Enggaa!!!!" teriak keduanya.


"Ini rejeki sayang, jangan ditolak," tawa Fatur.


"Iya rejeki yang direncanakan," kekeh Gale.


..._The end_...


Akhirnya kisah Gale-Gale Pong dan Fatur sudah selesai ya sayang. Semoga kalian terhibur, mungkin tak banyak pelajaran dan hikmah yang bisa dipetik dari kisah ini, tapi lumayan lah buat refreshing otak yang udah ngebul di tengah-tengah kondisi dompet cekak, dan suami yang ga setampan pangeran katak, ngehalu-halu dikit biar ga gila buaya kaya si Gale🤣🤣 Maaf jika tidak sesuai ekspektasi, jangan disamakan dengan dunia nyata perbandingannya karena jelas cerita ini hanya fiktif belaka dan HANYA ADA DALAM DUNIAKU SAJA. Makasih juga kalian seperti menganggap jika karakter si Gale-gale ini seperti nyata, terharu mimin euyy! 😭😭 Ijinkan Keluarga abang dan ale-ale pamit. Ada pertanyaan yang patut dimunculkan ke permukaan dari keluarga online minggu lalu.


Question \=> "Mak mimin, sesayang itu ya sama N^^T? sampe-sampe nolak tawaran temen buat goresin tinta di son__ohhh!"


Answer \=> "Tepatnya bukan sayang N^^T, tapi lebih pada sayang dan menghargai teman-teman pembaca setia saya selaku mimin Sin meskipun hanya segelintir saja tak sebanyak koloni semut, apalagi yang tidak memiliki apk lain, selain ini. Karena bagiku uang bisa dicari, mau yang segede apa?! Segede pintu? Tapi rasa kekeluargaan, saling mendukung, dan penghargaan para pembaca setia sampai mengikuti semua karya bubuk rengginangku tak dapat ditukar dengan apapun."


Question\=> "Di'son__ohhh uangnya lebih besar min, lu oneng min, ditawarin uang segede gaban kagak mau?!"


Answer\=> "Aku bukanlah penulis high quality, bukan merendah but it's true. Hanya menuangkan isi otak amburadulku saja biar ga kebuang ke tempat sampah, karena sejujurnya aku orang yang so so'an sibuk di real life, biar dikata wanita karier (kariripuhan) Menurut paduka suami : Dimanapun kamu menulis, selama kamu dikelilingi orang-orang baik saya ijinkan. Suka sad sama pembaca yang ditinggal setelah jadi pembaca setia, meskipun mereka mau ngikut kemanapun kamu pergi🤔 ke jurang mau tak? Apalagi sampai digantung tanpa kepastian, sakitnya tuh disini💔. Meskipun tak seberapa tapi insyaallah saya ikhlas karena dibalik uang yang tak seberapa itu ada senyum dan tawa juga penghiburan yang dapat saya lihat tentu saja bisa jadi pahala buat saya."


Akhir kata mimin ucapkan terimakasih atas dukungannya, semua mawar berduri yang merah merona, secangkir kopi espresso yang asoy geboy, kupon sembako buat antri di kelurahan biar mimin ga kelaperan, piso setajam silet yang bisa buat nusuk temen dari belakang, dan lainnya lagi. Dukungan kalian sangat berharga buat mimin dan keluarga dokter.


Salam sayang dari mimin si kaum rebahan😘😘

__ADS_1


__ADS_2