Gadis Nakal Om Dokter

Gadis Nakal Om Dokter
Bismillah, semoga berhasil!


__ADS_3

Gale kembali bergabung dengan Pandawa.


"Buset! Loe semua ngikut hamil juga apa gimana? Cemilan 2 toples digasak semua?! Bener-bener,ck!!" Gale menggelengkan kepalanya, abis mungut anak yatim ga tau malu darimana?


"Makanya ada tamu tuh ajak makan kek! Kan lapar Le," ujar Faisal.


"Dih, dikasih hati minta empedu. Gue kasih isian usus juga nih!" mereka malah cengengesan, biasanya memang seperti itu, dimana ada Pandawa makanan pasti habis.


"Le, loe ga kangen si snowy apa? Ga loe bawa kesini?" tanya Lila.


"Engga, gue cuma suka nengokin aja. Nanti aja lah gue males bawa-bawa sama ngurusinnya. Biar sama momy sama Andro aja!"


"Le, gue penasaran. Loe ga kepengen ngidam gitu kaya orang lain? Yang sampe nyusahin orang?! Kaya di sinetron piring terbang atau kebanyakan emak-emak?" tanya Andini.


"Iya, sampe bikin kepala lakinya botak karena stres nyariin barang kesana kemari," tambah Irvan.


Gale menggeleng, "engga tuh sejauh ini aman! Lagian kalo gue tiba-tiba kepengen sesuatu dalam artian normal-normal aja abang jarang kasih, malahan kasihnya yang bukan keinginan gue. Aneh emang, tapi gue fine-fine aja!" jelas Gale.


"Kok gitu? Loe ga cemberut dikasih beda barang? Om dokter aneh," Faisal menggaruk kepalanya merasa bingung dengan Fatur.


"Loe nya aja yang be*go, semua bisa dijelaskan secara teori," pungkas Gale ikut memasukkan tangan ke leher toples mengambil kue biskuit coklat.


"Kalo kata abang sih teori mudahnya begini ya, ngidam bisa terjadi karena hamil itu merupakan pembentukan jaringan baru di tubuh seorang ibu, ibaratnya di dalem itu lagi nyusun kehidupan baru belum lagi pembentukan jaringan si ibunya sendiri, dengan otomatis tubuh si ibu itu bakalan butuh banyak banget gizi dan nutrisi ye kan?" mereka menyimak sambil mengangguk-anggukan kepalanya, terkadang alisnya menekuk.


"Kehamilan juga memancing beberapa hormon meningkat contohnya Peptida Opioid Endogen (POE) nah si POE ini berhubungan kuat dengan asupan makanan, belum lagi beta endorfin dan met enkafelin, hal ini memicu ibu hamil cenderung menginginkan makanan yang bisa memuaskannya. Balik lagi ke awal, karena tubuh lagi membentuk jaringan atau kehidupan baru dan butuh banyak nutrisi serta gizi, otomatis tubuh bakalan minta nutrisi itu lebih banyak, kaya semisal ibu hamil ngidamnya biasanya tuh makanan asem kaya rujak!"


"Iya..iya bener tuh!" seru Lila.


"Itu artinya dia lagi kekukarangan vitamin c, kaya pengen yogurt berarti dia lagi kekurangan kalsium, begitupun kalo lagi pengen coklat berarti lagi kekurangan vitamin b. Bukan masalah si makanannya tapi lebih kepada kandungan salah satu nutrisi di dalem makanannya itu."


"Ohh! Sekarang gue baru ngerti, jadi kalo loe minta es krim bang dokter kasihnya susu atau yogurt tanpa lemak gitu?" tanya Faisal.


"Nah itu! Kalo es krim kan mengandung lemak, gue kemaren pengen sundae topping buah gitu, abang malah kasih beri-berian seger dipakein yogurt, tapi gue suka-suka aja, apa sih yang ga gue suka!" jawab Gale, ditertawai yang lain, inilah kesamaan mereka, tak ada makanan yang dipantang.


"Ibarat kalo makanan itu kan 'modal' ibu hamil buat bikin kehidupan si janin biar jadi manusia sehat, kalo modalnya kuat secara otomatis tubuh juga ga akan minta macem-macem!" lanjut Gale.


"Idih ga kepikiran gue sampe situ! Bisa ya om dokter, ck...makin lovedeath (cinta mati) gue sama laki loe Le," jawab Lila.


"Otewe cari pacar dokter Lo!" ajak Andini.


"Yuk!" angguk Lila kembali mengunyah kue.

__ADS_1


"Dokter juga pilih-pilih kali, ga mau punya bini yang oon-oon banget kaya loe!" sarkas Faisal dihadiahi toyoran oleh Andini.


"Oh iya, gue suka liat loh! Kalo suami ikutan ngidam juga padahal istrinya kalem. Itu kenapa gitu ya?" tanya Irvan.


"Itu cuma sugesti, sebenernya kaya semacam syndrom simpatik gitu, pernah denger ngga sih, gue juga ga terlalu ngerti sih? soalnya bukan dokter. Karena terlalu khawatir sama pasangannya jadinya ia tersugesti sendiri, takut istrinya pengen macem-macem, atau butuh apa-apa, kurang gizi atau gimana-gimana, kaya dulu momy pernah cerita nih, waktu hamil gue, momy tuh ngalamin morning sickness, terus depresi antenatal, jadinya waktu hamil Andro ayah kaya tersugesti gitu mual-mual, khawatir berlebihan jadi dia berfikir lebih baik dia yang menderita, so sweet ga sih ayah gue?!" jawab Gale acuh.


"Iya, liat istrinya morning sickness, atau ngeliat orang-orang morning sickness jadinya ikutan mual muntah,"


"Jangankan suaminya, loe juga kalo serumah sama orang hamil, terus dia morning sickness parah, loe juga bisa ikut-ikutan mual muntah!" jawab Gale.


"Iya, kaya tante gue, dia mual parah, gue liatnya tiap hari kaya mau ikut muntah gitu!" gidik Irvan.


"Pada ikut makan yuk!" ajak mama dari arah ruang tengah memecah obrolan mereka.


"Aduh mama baik banget ya Allah, gue bersyukur dilahirin diantara orang-orang baik, mungkin cuma loe semua doang yang kurang akhlak?!" Faisal beranjak mengekori mama.


"Si*@lan loe!"


"Lelel bontot, calon momy harus belajar ngurangin pake bahasa menusuk jiwa, nanti ponakan gue di dalem sana nyatet loh, kata-kata absurd emaknya!" ucap Andini.


"Kaya loe nyatet contekan ujian kemaren?!" tawa Gale.


"Kimvrittt,"


"Mama, masak banyak banget ma?!" tanya Gale melihat makanan yang tersaji di meja.


"Ga apa-apa Le, sekalian temen-temen kamu ikut makan,"


"Elah Lele sayang, jangan pelit-pelit sama calon mahasiswa. Nanti kuburan loe dikeroyok BEM,"


"Idih, amit-amit!" Gale mengetuk-ngetuk jidat dan meja.


"Duduk.. duduk, ikut makan!" pinta Fatur, Fathya pun ikut tersenyum tak banyak berkata-kata, begitulah sifat Fathya, pendiam jika menghadapi orang lain, ia akan cerewet pada orang-orang terdekatnya saja.


"Gue itung satu-satu kalo udah keluar dari sini, kaya warteg!" jawab Gale mengacung-acungkan centong nasi, ia sendiri malah melayani dulu Fatur mengambilkan piring dan nasi serta lauk pauknya.


"Hih! Temen loe Cal, kebangetan Qarunnya, padahal mertua sama lakinya fine-fine aja!" ucap Lila ditertawai semua.


...****************...


Gale menatap dirinya di cermin, dari segi manapun benar kata teman-temannya, ia nampak sehat, mon tok, se mok, dan...big dari ibu hamil pada umumnya, meski tersamarkan dengan baju dress bumilnya.

__ADS_1


"Abang, Gale malu!"


"Orang-orang yang ikutan UTBK slim, Gale bawa dua badan gini?!" Fatur berdiri di belakangnya.


"Kenapa harus malu? Sejak kapan seorang Gale jadi ga percaya diri? Kamu makin cantik malahan!"


"Nanti pulangnya abang jemput, Sekalian periksa?"


"Ga usah, abang jangan kebanyakan keluar. Biar Gale naik taksi online aja,"


"Minta jangan ngebut jalaninnya," pinta Fatur.


Fatur melirik ke samping, terlihat sekali Gale tengah gugup.


"Berusaha semaksimal mungkin, fokus ujian aja. Ga usah mikirin pandangan orang, harus pede! Yakin Gale bisa masuk, katanya mau jadi dokter anak? Ini langkah awal,"


"Masalah ketakutan lainnya, seiring berjalannya waktu bisa beradaptasi. Abang anter ke dalem!" Fatur keluar lebih dulu dan membukakan pintu untuk Gale.


"My pleasure," ucapnya menyerahkan tangan.


Gale berjalan bersama Fatur menuju ruangan tempatnya mengadakan ujian tertulis, sudah banyak juga calon-calon peserta ujian disana, beberapanya melihat Gale.


Fatur mengeratkan pegangannya di tangan Gale.


"Abang do'ain lancar ya sayang," ia mengecup punggung tangan Gale setibanya di depan ruangan, dimana Gale tak mengenali siapapun.


"Biar kamu tersugesti juga otak dokter!" Fatur menempelkan dahinya dan dahi Gale, membuat Gale tertawa, "mana bisa!"


"Aya-aya wae kang,"


"Kamu masuk, abang pergi ya!"


Gale mengangguk, "hati-hati."


Bumil ini menghirup nafas rakus, "bismillah,"


.


.


.

__ADS_1


Noted:


Peptida Opioid Endogen, beta endorfin dan met enkafelin : suatu hormon yang diproduksi di neuron tertentu dalam sistem saraf pusat dan saraf tepi kita.


__ADS_2