Gadis Nakal Om Dokter

Gadis Nakal Om Dokter
Bumil milik Fatur


__ADS_3

Awal yang baru untuk bumil, semoga do'a sang suami menjadi jimat keberuntungannya hari ini. Perjuangan baru dalam meraih cita-cita harus ia lakoni.


Gara-gara dikerjai Fatur semalam, akhirnya Gale harus bangun terlambat. Fathya bahkan sudah meninggalkannya sejak pukul 5 pagi tadi.


Bukannya ia menganggap remeh acara ini, tapi fisiknya tak memungkinkan Gale untuk gesit berlari.


"Gara-gara abang nih!! Gue pasti kena omel kating! Telat 5 menit ga apa-apa kali ya?!" gerutunya sepanjang jalan, apalagi Fatur tak mau mengantarnya dengan motor, katanya bahaya. Makin saja ia terlambat, semoga kartu joker bisa ia gunakan sebagai penyelamatnya.


Langkahnya terhenti menghadapi para senior yang sudah berjejer bak pagar betis. Berharap hati mereka baik seperti malaikat.


"Maaf kak, maaf banget tadi jalanan macet!" Gale sampai membungkukkan badan beberapa kali pada beberapa orang memakai jas kebanggaan kampus. Lirikan mata mereka tertumbuk pada perut Gale, senyum miring penuh ejekan mewarnai wajah beberapa diantaranya. Gale tak peduli dengan anggapan mereka. Bukankah memang begitu seharusnya, jika di dunia pernovelan pandangan orang-orang akan memuja dan memuji si cantik yang sempurna dan mereka akan bersorak kegirangan jika si cantik mengandung pasangannya. Berbanding terbalik dengan kenyataan yang Gale hadapi sekarang. Gadis manis, dan putih, 11 13 sama susu kental manis, ditambah cantik tapi dalam keadaan hamil, pasti asumsi mereka saat pertama kali melihat adalah hamil di luar nikah atau biasa mereka sebut kecelakaan, dan secara sepihak menarik kesimpulan jika si gadis adalah perempuan murahan.


Gale menyerahkan sebuah kertas yang menyatakan jika ia tak bisa mengikuti kegiatan fisik di acara ospek.


"Nama kamu?!" tanya seorang pemuda tinggi dengan warna kulit kecoklatan dan alis sedikit tebal bernama Wisnu. Seorang perempuan berjilbab bernama Aisyah mengulurkan tangannya untuk melihat name tag Gale yang terbalik.


"Galexia Adhara Mahesa, Kedokteran," bilangnya.


"Ya udah buruan masuk!" pinta seorang pemuda dengan rambut depan menyentuh alis, potongan wajahnya lumayan tampan, sedikit mirip Fatur, hanya saja terlihat lebih sinis, sama-sama dingin seperti Fatur.


"Makasih kak," jawab Gale berjalan masuk melewati para seniornya.


"Cih! Udah hamil telat lagi! Bisa banget ngandelin kartu ijin, biar ga kena hukuman. Harusnya dievaluasi kalo yang kaya gini tuh Ran?! Ga adil!" sengak menyebalkan gadis dengan rambut panjang dicat pirang, juga gigi berpagar pada si tampan judes.


Deg!


Gale menghentikkan langkahnya yang baru saja 3 langkah. Ia bukan tipe manusia licik seperti yang dikatakan, kalau memang kartu itu tidak bisa mentolerir keterlambatannya, tinggal bilang saja, Gale paling tak suka dengan orang yang berucap di belakang.


"Maaf, maksudnya apa ya?" mereka masih mengurusi sesama camaba yang terlambat seperti Gale lainnya, sontak langsung menoleh ke arah Gale.


"Ya kamu pikir aja, masa calon mahasiswi kedokteran ga bisa menyimpulkan?!" gayanya membuat Gale eneg, dalam hati ia mengucap lantang amit-amit semoga si kembar bentukannya tak seperti si gigi pagar di depannya jika terlahir sebagai perempuan.


"Kalo memang kartu itu ga bisa mentolerir keterlambatan saya, kakak tinggal bilang aja saya dihukum. Saya ngerti kok! Saya bukan tipe orang yang suka kebanyakan drama,"


"Udah, udah ga usah diperpanjang Ven," Wisnu mencoba menengahi.


"Oh oke, miss jagoan yang no drama drama. Kamu saya hukum," ia sampai maju beberapa langkah di depan Gale, tapi tak ada tatapan gentar dari Gale.


"Oke," jawab Gale, ia menyeringai menampakkan wajah bak pemeran dendam nyi pelet kalo lagi dapet mangsa.


"Ven," tegur Aisyah, sedangkan laki-laki dengan name tag Randi diam saja memperhatikan tak ikut andil dalam melerai ataupun menegur.


Vena mengedarkan pandangannya ke arah dalam kampus.


"Karena saya masih punya hati, kamu cukup jadi penghibur para kating, panitia, dan camaba disini yang seharian udah panas-panasan! Terserah kamu mau nyanyi, joget-joget kek atau stand up," tantangnya, mungkin niatnya ingin mempermalukan Gale atau niat lain, Gale tak tau.


"Iya kak," jawab Gale.


"Ya udah Galexia, silahkan kamu bergabung dengan yang lain." Pinta Aisyah dan Wisnu, sebelum mereka menegur gadis pirang itu.


Mata Randi tak lepas melihat Gale, tatapan yang tak dapat ditebak apa artinya.

__ADS_1


Gale mengembungkan pipinya melepaskan rasa kesal dan jengah yang bercokol seraya menendang udara.


Setidaknya kartu itu meringankan beban Gale dalam aktivitas fisik. Gale benar-benar menjalankan amanah Fatur dengan baik, ia mengikuti acara tanpa membuat masalah selain keterlambatan tadi pagi, tak ada tujuan lainnya sekarang selain kuliah dengan sungguh-sungguh, uang yang Fatur gelontorkan untuk kuliahnya tak boleh terbuang sia-sia.


"Ale!" Fathya memutuskan menemui Galexia saat di sela-sela acara, untuk melihat keadaan Gale.


"Cabe, loe ninggalin gue!" gerutu Gale, kesal saja..Fathya meninggalkannya.


"Abisnya loe lama, loe kan punya kartu ijin, nah gue?" bela Fathya menggidikkan bahu.


"Telat?" tanya Fathya.


"Iya,"


"Hey kamu! Kamu yang namanya Galexia Adhara Mahesa, dipanggil kakak panitia!" sapa seorang mahasiswa baru sepertinya.


"Cabe, gue duluan ya! Mau setor hukuman dulu," jawabnya.


"Iya, hati-hati Le. Mau gue bantu ngga?" tanya Fathya khawatir jika hukuman itu melibatkan fisik.


"Engga usah, ga apa-apa. Ga berat kok!" jawabnya tersenyum. Ex gadis yang tengah mengandung buah hati kakaknya itu menjauh dari tempatnya hingga hilang di belokan menuju satu ruangan.


Gale menghampiri kaka tingkatnya yang bertugas jadi panitia di waktu istirahat yang seharusnya ia gunakan untuk makan. Diantara mereka ada yang duduk melantai, ada pula yang duduk di kursi sambil senderan dan mengangkat kaki, bersantai.


Ia terbilang cukup berani sebagai seorang calon mahasiswa baru, mengingat menghadapi segerombolan panitia seorang diri tanpa siapapun menemani.


Dari netranya ia bisa melihat banyak juga camaba tengah menjalankan hukuman dengan berbagai jenis hukuman yang berbeda, wajah mereka merengut pasrah, begitulah nasib camaba jika melakukan kesalahan. Gale terkekeh, akhirnya ia merasakan camaba sesungguhnya.


"Akhirnya datang juga, kirain mau ngehindar ngasih alasan bertele-tele," senyumnya miring, seraya menyedot teh botolnya.


"Mau ngehibur apa, mumpung lagi waktu istirahat?" tanya nya pada Gale.


"Maaf kak, tapi nanti saya makan sama minumnya gimana?" tanya Gale.


Ia hampir bangkit mendengar alasan Gale, "lebih cepat kamu jalanin hukuman, lebih cepet juga kamu bisa makan!" Gale mengangguk.


"Ven, ga usah keterlaluan. Lagi tekdung tuh!" seru temannya.


"Engga kok, hukumannya cepet ga cape lagi. Udah baik tuh gue!" jawabnya judes.


"Oke," jika saat-saat begini ia jadi merindukan Pandawa, biasanya mereka akan menghabiskan waktu hukuman bersama.


"Bi, kasih dia panggung!" pinta Wisnu pada Robi.


Robi tersenyum ramah, mungkin dari sekian banyak panitia, senyumnya lah yang paling ramah dan humoris.


"Dihukum tampil ya?! Semangat! Lagi hamil?" tanya nya.


"Iya kak," jawab Gale sopan, kesabarannya sangat diuji sekarang, mendadak ia jadi domba gembala Mary yang penurut padahal aslinya ex gadis ini tak akan mau di jajah begini.


"Mau nampilin apa? Ga mungkin dance kan?" tebak Robi tertawa, Gale ikut tertawa kecil berjalan di belakang badan tegap Robi.

__ADS_1


"Engga lah, yang ada saya lahiran sekarang!" terdengar suara kekehan dari depannya.


"Kak, mau nyanyi aja. Ada keyboard kan disini?" tanya Gale celingukan menyapu setiap alat musik.


"Oh, bisa? Keren lah!" sahut Robi mengacungkan jempol.


"Dikit-dikit kak," raut wajah Gale sedikit mencair tak setegang dan sekaku tadi.


"Oke, sebentar."


"Yo! Yo! Keyboard dong! Nyalain!" teriak Robi pada Yovi.


Gale sedikit banyak bisa bermain alat musik dan bernyanyi dari ayah dan onta-ontanya. Beberapa kali ia hadir di konten Denial's channel bersama Deni meng-cover lagu-lagu hits Indonesia ataupun barat.


Gale memang bukan gadis pemalu, tapi diperhatikan hampir semua orang disini, mendadak ia dilanda demam panggung. Keringatnya mengalir di sekitaran tengkuk dan pelipis.


"Oke, siap! Saya tinggal ya," ujar Robi melompat dari atas panggung kecil tempat dimana tadi Rektor, Dekan, dan salah satu dosen disini menyampaikan kata sambutannya.


Bola mata Gale mengedar dari ujung kiri ke kanan, salivanya seketika kering hingga sulit ia telan.


Sudah dipastikan suaranya nanti akan terdengar jelas di seputaran area ini.


Gale membuang nafas kasar, mengusir rasa gatal yang tiba-tiba muncul. Kating pirang itu berdiri paling depan, menjadi orang pertama yang akan menertawakan Gale jika ia melakukan kesalahan. Ada Wisnu, dan Robi di belakangnya, dan Randi beserta panitia lainnya.


Gale mulai menarikan jemari lentiknya di keyboard dengan semua perasaan tulus merindukan Pandawa, sampai ia terbawa suasana, sekejap suasana jadi hening, membuat suara Gale jernih terdengar di setiap sudutnya.


#Berdiri, ku memutar waktu. Teringat, kamu yang dulu.


Ada disampingku setiap hari. Jadi sandaran ternyaman. Saat ku lemah, saat ku lelah.


Tersadar, kutinggal sendiri. Merenu..ngi, semua yang tak mungkin.


Bisa ku putarkan kembali s'perti dulu. Kubahagia tapi semuanya hilang tanpa sebab kau hentikan semuanya.


Terluka dan menangis tapi kuterima, Semua keputusan yang telah kau buat. Satu yang harus kau tau, Ku menanti kau tuk kembali.


Jujur ku tak ingin kau pergi, Tinggalkan semua usai disini, tak tertahan air mata ini, mengingat semua yang t'lah terjadi.


Ku tau kau pun sama s'perti aku, tak ingin cinta usai disini, tapi mungkin inilah jalannya, harus berpisah.


Berharap suatu saat nanti, kau dan aku kan bertemu lagi, s'perti yang kau ucapkan, s'belum kau tinggalkan aku.


Keisya Levronka-- Tak ingin usai.


Gale turun dari panggung, sebenarnya suara Gale tak terlalu bagus seperti Celine Dion, tapi ia berhasil meninggalkan audiens terhanyut dengan penampilannya, rasa rindunya untuk teman-temannya. Tak ada yang menyangka bumil di hadapan mereka ini, bisa membawakan sebuah lagu dengan epik. Jika sudah begini, nama Galexia akan mendadak ngartis disini.


Semua orang akan penasaran dengan kehidupan si bumil cantik milik Fatur.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2