Gadis Nakal Om Dokter

Gadis Nakal Om Dokter
Aku mirip papah!


__ADS_3

Gale melepas mukenanya lalu melipat dan memasukkannya ke dalam tas mukena bernuansa ungu.


"Kenapa gue mesti mewek sih!" gumamnya mengusap sudut matanya.


...Terkadang orang kuat pun butuh lelah, agar ia tau kalau ia pernah kuat. Terkadang orang periang pun ada saatnya ia bermuram, agar tau jika hidup bukan sekedar lelucon. Orang optimis dan percaya diri pun ada kalanya ia menunduk, agar tau bagaimana ia pernah gagal dan tersisih hingga tau caranya untuk kembali bangkit....


Fatur masuk ke dalam kamar, awalnya tangannya terkepal. Marah? Jelas, laki-laki mana yang tak marah melihat wanitanya dipeluk oleh pria lain, terlebih disaat ia menangis.


Apa perkataannya semalam pada Gale, tak didengarkan oleh Gale?


"Ada apa?" tanya Fatur lembut.


Gale tak menoleh sama sekali. Fikirnya, kenapa Fatur tak membelanya disaat Sarah menatap penuh kemenangan.


"Gale mau tinggalin abang ke Amerika? Apa janji Gale kemarin buat abang, cuma sekedar harapan abang yang ga mungkin Gale wujudkan?" Fatur duduk di tepian ranjang sedangkan Gale hanya membuang mukanya ke samping yang lain, mengusap sudut mata yang mulai panas dan berair.


"Gale.." paraunya. Ia sendiri bingung, kenapa emosinya tak dapat dikontrol, melihat Sarah yang dipuji kedua orangtuanya dan Fatur yang mengaminkan do'a Sarah, membuat Gale merasa sakit. Tak ada ucapan pembelaan dari Fatur untuknya.


Fatur berdiri, ia menarik Gale ke dalam pelukannya, "kalo ada yang kamu tidak suka, bilang sama abang!"


"Gale benci Sarah! Gale benci dibandingkan!" ucapnya teredam dada Fatur.


"Gale benci abang," lanjutnya.


"Abang? Abang salah apa?" tanya Fatur, rasanya ia tidak mengatakan apapun sejak tadi.


"Abang ngaminin do'a Sarah! Apa Sarah mantan abang juga? Apa Sarah juga istimewa di hati abang?" tanya Gale mendongak, Fatur mengernyit rupanya gadis kecil ini sedang cemburu.


"Sarah..."


"Udah Gale duga!" Gale menguraikan pelukan Fatur.


"Apa dugaanmu, abang pingin denger?" tanya Fatur.


"Sarah gebetan abang sejak di Pondok, kalian kepisah karena cita-cita. Balik lagi siapa tau bisa clbk, cinta lama bersemi kembali!" jelas Galexia, membuat Fatur mengulum bibirnya.


"So tau!" Fatur mengusap wajah Gale membuat gadis ini makin manyun.


"Emang bener kan?! Oh iya, yang kemaren abang ngotot pengen mandi karena takut ketemu Sarah kan, jangan-jangan waktu Gale tidur abang udah ketemuan sama Sarah terus kalian udah niat mau jadian?!" seru Gale semakin berfikir jauh.


"Masih mau nuduh orang sama kehaluan kamu yang ketinggian ngga? Besok-besok abang kayanya mesti cabut siaran tv yang suka nayangin sinetron ga bermutu, ngajarin istri-istri di rumah jadi suudzon sama suaminya!" Fatur menyerahkan selembar kartu berbungkus plastik bening.


SARAH ❤ ANDREW

__ADS_1


Save the date 15, Maret 202X


Gale melongo melihat kartu itu.


Ngelobang sono Le, di galian Lapindo Brantas! Sekalian mandi lumpur dan ngilang dari bumi!!


"Ini.."


"Ini undangan nikahan Sarah sama calon suaminya, sayang!" Fatur mengusap sisa-sisa air mata Gale. Sungguh ia ingin tertawa melihat wajah cengo Gale.


Tanpa sadar gadis ini sudah memperlihatkan pengakuannya atas perasaan cintanya terhadap Fatur.


"Ha-ha-ha!" Gale menertawakan dirinya sendiri dalam hati.


Mati sono ke laut Le, biar ketemu spongebob sama plankton.


"Ga ada yang mau bandingin kamu sama siapapun, termasuk ayah sama momy!" Fatur menarik pinggang Gale membuat keduanya menempel, dilihatnya kedua mata Gale yang sedikit memerah karena menangis.


"Ayah ngomong kaya gitu, cuma mau kamu bisa berfikir lebih bijak lagi dalam menentukan pilihan. Otak kamu tuh pinter, sayang kalo cita-cita kamu cuma digantungin buat dance. Dance itu kan mempertontonkan lekukan tubuh seringnya juga buka-buka aurat. Ayah cuma mau anaknya jadi perempuan terhormat."


"Kalo abang jadi ayah, abang juga akan melakukan hal yang sama."


"Tapi abang ijinin Gale buat dance kan kemaren?" jawab Gale.


"Kapan abang bilang iya, kamu sendiri yang menyimpulkan. Termasuk kejadian barusan, kamu ambil kesimpulan sendiri sebelum bertanya dan berfikir dua kali."


"Jadi abang ga ijinin Gale juga?" tanya nya seraya menunduk.


"Menurut kamu? Abang anggap kamu setuju seperti yang kamu bilang kemarin, kamu akan berada dimana ridho abang ada untuk kamu," jawab Fatur.


"Tapi ijinin Gale buat ikutan kegiatan sekolah minggu besok. Udah itu Gale bakalan coba buat pilih universitas yang Gale anggap cocok!"


"Oke, hanya acara di ruang lingkup sekolah saja abang ijinkan. Tapi tidak di luaran sekolah!" perintah sudah turun, sepertinya ia harus membatalkan kembali niatannya untuk mengikuti dan bersaing di ajang bergengsi impiannya.


"Iya," jawab Gale.


Cup!


Fatur mengecup kening Gale.


"Jadi ceritanya istri abang cemburu nih?! Jadi udah mulai sayang nih," tanya Fatur menggoda.


"Enggak!" tukasnya cepat salah tingkah.

__ADS_1


"Biasa aja tuh!" lanjut Gale segera mencari kesibukan lain, dengan membuka koper dan mencari-cari bajunya.


"Abang siap-siap dulu, ayah bilang tes kesehatan dimulai jam 9 pagi. Sarapan dulu ya!" pinta Fatur.


"Gale mau ikutan senam sama anak Pondok dulu bang!"


"Sarapan dulu, nanti asam lambung naik!" jawab Fatur meraih t shirt dan snelli-nya.


Gale mengepang rambutnya dua, gadis itu sudah lengkap dengan celana legging dan rok pendek juga t shirt putihnya, juga sepatu.


"Wedeww! Udah kaya zin zumba ini mah!" seru Shania.


"Kan mau senam!" jawab Gale duduk di kursi samping Fatur.


"Gue kirain itu kaosnya bacaan aku mirip papah!" ucapan Ori membuat orang sekelas Arka tertawa kecil.


"Ini orang minta diempanin ke lon_t3!" desis Gale.


"Udah bisa bales, berarti udah ga ngambek lagi!" Ori menggosokkan kedua telapak tangannya.


"Tadinya gue mau beli yang bacaan godain kita dong!" jawab Gale.


"Yu ah, Kia mau beli juga Le!" jawab Kia. Fatur tak banyak bicara, ia benar-benar mirip mertuanya jika di luar. Ia rasa Gale saja sudah cukup mendominasi suasana.


"Yuk! Gale mau beli tulisan aku sayang mama papa, tapi lebih sayang suami tetangga!" jawab Gale membuat Kia dan yang lain tertawa.


"Wah bagus tuh Le!"


Uhukk!


Semua menoleh pada Fatur yang terbatuk, "eh..minum-minum bang. Makanya kalo makan pelan-pelan bang, tenang aja ga akan ada yang minta, Gale jagain!" jawabnya.


"Dih watados!" decak Shania.


Fatur menatap sinis istri nakalnya, sedangkan Ori sudah tertawa terbahak.


"Bocah! Bocah!"


Hari ini hari yang sibuk untuk Pondok, setelah melakukan senam pagi, penghuni Pondok satu persatu di cek kesehatannya dengan bantuan beberapa perawat yang di datangkan oleh pihak Pondok termasuk Sarah, dengan pimpinan kegiatan Fatur dan Ori. Mereka juga mengadakan penyuluhan tentang gaya hidup sehat.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2