Gadis Nakal Om Dokter

Gadis Nakal Om Dokter
Pintarnya gadis nakal om dokter


__ADS_3

Gale sampai di sebuah cafe dimana Seli memintanya untuk datang, ditemani motor trail legenda milik sang ayah yang sering ia pakai. Ia segera mencari tempat untuk parkir.


"Ini kali ya cafenya," gumam Gale membuka helm fullfacenya.


Gadis ini masuk ke dalam cafe, mencari-cari seorang perempuan yang wajahnya sudah ia tandai dan masuk ke dalam daftar hitamnya.


Kemudian bibirnya tersungging manakala menemukan sosok yang ia cari.


Gale melepas headset yang sedari tadi menyumpal kupingnya.


"Assalamualaikum, maaf lama nunggu ya tante dokter ?" sapa Gale.


Dokter perempuan spesialis kandungan yang tengah menyeruput jus ini mendongak. Ia meneliti Gale dari atas sampai bawah.


Ia nampak so special meskipun tak ada yang istimewa dari penampilannya. Wajah manis nan menggemaskan, dengan rambut panjang yang dikepang menyerupai elsa from Arrandelle, t-shirt putih polos dipadukan dengan jaket kulit juga celana jeans hitam, tak lupa sepatu warrior yang ia pakai cukup bermerk bagi kaum pelajar, polesan make up tipis mirip idol grup korea. Mendadak rasa percaya diri Seli turun beberapa persen.


Setaunya dari Fathya, Gale adalah gadis manja nan bar-bar. Tapi ternyata versi manja bar-bar Seli berbeda dengan tampilan Gale sekarang. Gale terkesan lebih rawrrr... namun tak meninggalkan kesan imut, beda dengan dirinya yang terkesan high class dan dewasa.


"Ah, engga. Baru aja ko," jawab Seli.


Gale menaruh ponselnya di meja.


"Aku boleh duduk ya tante ?" tanya Gale ramah.


"Silahkan !" jawab Seli berseru.


Aturan pertama, jika kamu bertemu dengan sainganmu...tunjukkan jika diri kamu punya levelnya tersendiri. Natckal boleh tapi harus ber-attitude baik, tidak bar-bar macam manusia pra sejarah yang mengedepankan otot dan emosi.


"Jakarta macet ya ?" tanya nya basa basi tak bermutu.


"Tiap hari," jawab Gale.


"Oh, kalo gitu pasti capek, haus..mau pesen minuman atau mungkin makanan ? Belum sempet makan kan sepulang sekolah ? Saya pesankan, saya traktir deh...takut uang jajanmu kurang, soalnya makanan disini lumayan nguras kantong," tanya nya terkekeh terkesan menyindir.


Suerr pengen gue sobekin mulutnya ! Dipikir gue ga punya duit gitu !


Gale menyeringai.

__ADS_1


"Oh boleh tante, karena tante yang nawarin sekalian aja Gale minta pesenin makan, rencananya sih mau makan bareng abang, tapi kayanya obrolan kita bakalan asik dan lama !" jawab Gale.


Waktunya main-main Gale.


"Kalo gitu, Gale mau pesen paket nasi, jus strawberry, caramel chessecake, ice cream sama salad. Oh iya jangan lupa tante ice creamnya yang strawberry, saladnya jangan kebanyakan mayonaise Gale kurang suka !" jelas Gale.


Seli sampai melongo. Terbuat dari apa perut gadis ini. Makan sebegitu banyaknya. Apa jangan-jangan lambungnya punya kantung doraemon ?


"Oh iya, banyak banget," ringis Seli.


"Ga apa-apa, kata abang Gale masih dalam masa pertumbuhan, abang juga bakalan marah kalo Gale sampe sakit, katanya calon ibu dari anak-anaknya mesti sehat !" seru Gale berbicara santai dan tanpa dosa, tak taukah ia perempuan di depannya sudah mulai berapi.


"Mas !" panggil Seli pada pelayan.


"Silahkan bilang sama pelayannya saja pesanan kamu,"


"Tante aja yang bilang deh, kan tadi Gale udah sampein ke tante. Capek kalo harus ngulang lagi, tenggorokan Gale haus !" jawab gadis itu menyebalkan.


"Kalo gitu minum aja punya saya, biar tenggorokan kamu ga kering. Belum saya minum ko, gampang nanti saya tinggal pesan lagi," jawabnya mulai terpancing tak mau kalah.


"Engga tan, kata momy ga boleh ambil yang bukan punya kita...kecuali kalo sama yang punya udah ga dipake atau dibutuhin lagi, lagian sayang loh tante, minumannya sengaja dibikinin karyawannya buat tante tapi tante kasih ke orang lain, kan artinya tante ga hargain yang bikin !"


"Udah tante bayar ? Kalo belum berarti itu artinya minuman itu masih punya cafe, terus kalo dah tante minum itu artinya tante masih punya utang sama yang punya cafe, belum sepenuhnya milik tante !" debat Gale. Akhirnya Seli mengalah.


Seli mengulang kembali pesanan Gale pada pelayan dengan sabar, baru duduk 2 menit saja bersama Gale ia sudah menghela nafasnya. Kalau bukan karena sedang jaga image di depan seorang anak kecil, menunjukkan sisi kedewasaannya mungkin Gale sudah ia karungi dan buang ke sungai macam bank_kai tikus.


Cobak ! Seberapa kuat loe jaga image loe dan sabar ngadepin gue ! Gale tertawa dalam hati.


"Jangan dulu bahas apapun ya sampai minuman datang, Gale ga mau banyak ngomong dulu !" pinta Gale.


"Oke," Seli menggertakan giginya kesal. Sekitar 20 menit lamanya pesanan Gale datang, hampir memenuhi meja tempat duduknya dengan Seli, sampai-sampai Seli menurunkan tasnya ke kursi.


"Tante ada perlu apa ngajakin Gale ketemuan ?" tanya Gale to the point setelah menyeruput minumannya.


"Saya..."


"Eh tapi ntar dulu deh, Gale mau makan dulu ! Abisnya tante ngajakin ketemuan pas Gale baru banget pulang, jadi belum sempet makan. Kalo Gale sampe telat makan nanti abang marah !"

__ADS_1


Seli benar-benar ingin mencekik gadis di depannya, jika tidak ingat ini adalah tempat umum.


"Oke," jawabnya lagi, sabar Seli. Kepalanya sudah berasap dibuat Gale, padahal ini sudah lewat dari jam makan siangnya. Terpaksa Seli harus ijin dari rumah sakit hanya untuk bisa mengobrol dengan Gale. Sungguh harga mahal yang harus ia tebus demi bisa meminta Gale meninggalkan Fatur.


"Sudah selesai ?" tanya Seli dengan wajah masamnya, ia sampai 5 kali melirik jam ditangannya demi melihat waktu yang terbuang.


"Udah," jawab Gale kini gadis itu menyendok es krim.


"Sok atuh, tante Seli mau ngomong apa ?" tanya Gale.


"Oke," ia berdehem untuk memulai obrolan.


"Saya tau kamu dinikahi Fatur atas dasar balas jasa, baik kamu ataupun Fatur tidak saling suka ataupun cinta. Kamu tau saya siapa ?" tanya Seli dengan angkuhnya. Dari sini saja sudah terlihat jelas jika tingginya pendidikan ternyata tak menjamin akhlak seseorang.


"Tau, orang !" jawab Gale.


"Maksud saya, kamu tau sejarah saya dengan Fatur ?" jawab Seli memperjelas.


"Engga tau, emang ada ya di buku pelajaran sejarah ? buku sejarah kelas berapa, biar Gale beli terus baca ?" tanya Gale.


Seli menggertakkan giginya, "berhenti main-main !" ia menggebrak meja membuat Gale beserta beberapa pengunjung lainnya terjengkat kaget.


"Wow !" decak Gale. Bukannya menangis ataupun marah Gale malah berdecak kagum. Jangan pikir Gale akan sawan, dia sudah terbiasa dengan sikap jutek dan hukuman ayahnya. So, sikap dokter Seli tak ada apa-apanya dibandingkan hukuman Arka dan sikap geng Kurawa.


"Tante kuat, lumayan tuh bisa bantuin tukang roti bikin adonan !" ucap Gale.


"Cukup !"


"Saya mau kamu tinggalkan Fatur, karena saya dan Fatur dulu berpacaran, Fatur cinta saya dan saya cinta Fatur. Jika hanya urusan balas jasa, berapa yang ayah kamu mau untuk menggantikan jasanya selama ini atas kontribusinya untuk kehidupan Fatur, akan saya bayar ?!"


Deg !


Jika menyinggung ayah dan momynya maka tak seorang pun bisa keluar dari amukan Gale. Gadis itu mengepal kuat, tapi ia tahan. Jika ponselnya saat ini sedang tidak terhubung dengan Fatur disana mungkin jangan harap Seli bisa melihat matahari esok.


Gale menampilkan senyumannya.


"Usul tante boleh juga ! Kalau satu Pondok isinya 200 anak, lalu ayah saya minta peranak disesuaikan dengan pekerjaan mereka nantinya, lumayan tuh ! Bisa dijadiin ladang usaha, untuk ukuran abang yang sukses bisa dituker beberapa puluh atau ratus juta ! Kaya dong Gale sekeluarga, tapi sayangnya ayah Gale terlalu baik, tante. Saking baiknya ayah, abang yang notabenenya cuma anak didik ayah aja minta anaknya buat dijadiin istri dikasih !"

__ADS_1


"Tante tau darimana kabar burung yang bilang abang nikahin Gale karena jasa ? Gale cuma kasih tau ya tante, ga usah so tau ! Tau ngga orang yang so tau itu nanti kuburannya bakal kebanjiran !" bisik Gale mencondongkan badannya lalu kembali memundurkan badannya dan kembali duduk melahap es krim miliknya.


"Lagian Gale suka abang ko, abang ganteng, bertanggung jawab, pinter, tegas, so hot..., baik, walaupun sedikit jutek tapi justru itu yang bikin Gale suka ! Tante tau kan peribahasa witing tresno jalaran soko kulino, cinta datang/tumbuh karena terbiasa."


__ADS_2