GADIS NAKAL PAMAN KECIL

GADIS NAKAL PAMAN KECIL
Primadona Kampus


__ADS_3

"Tap, tap, tap."


Semua mata terpanah saat melihat kearah sumber suara langkah kaki yang terdengar seperti alunan musik itu.


"Hai manis."


Sapa salah satu pria kepada gadis yang selalu mengguncang kampus itu, sejak dia memasuki kampus tersebut.


"Maaf, belum masuk."


Kata Pitaloka, gadis itu mengacuhkan pria yang menyapanya tadi, maksudnya pria itu belum masuk dalam kategori pria layak untuknya.


Sudah dua minggu pria itu mencoba mendekati Pitaloka, dia sangat terpesona dengan kecantikan Pitaloka yang berbadan seksi dengan kulit putih dan mulus yang telah menjadi primadona kampus disana.


(Hahaha)


Para mahasiswa disana menertawakan pria itu. Pria tersebut hanya diam, dia begitu kesal dan merasa Pitaloka terlalu sombong.


...


Saat kelas selesai, seorang dosen melangkah mendekati Pitaloka.

__ADS_1


"Jam 9 nomor 12." Bisik dosen tampan itu ditelinga Pitaloka tanpa memperdulikan Mahasiswa yang ada disana.


Pitaloka berpikir sejenak lalu mengangguk setuju, dia sudah sering bermain dengan dosen tampan tersebut.


...


Jam 9 malam tepat, Pitaloka memasuki kamar yang sudah dia sepakati dengan dosennya.


"Hai sayang." Edwar, dosen Pitaloka sudah siap dengan permainan malam ini.


"Tunggu dulu." Kata Pitaloka menghentikan Edwar yang sudah tidak sabar memangsanya.


Pitaloka sebenarnya sudah bosan dengan permainan Edwar, tapi dia tidak bisa menolak Edwar, karena Edwar memiliki video mereka saat pertamakali bersama dan meski Pitaloka sudah terkenal bukan perawan dan suka bermain, tapi Pitaloka tidak semurahan itu sehingga tubuhnya bisa dilihat dan dinikmati siapa saja. Dia juga memilah lawan mainnya selama ini.


Pitaloka! Mendengar nama itu hampir semua orang tahu jika dia adalah gadis nakal yang mahal. Tidak berbayar dengan uang, tapi lawan mainnya harus sesuai seleranya yang sangat tinggi.


Dan salah satunya adalah Edwar, dia termasuk tipe Pitaloka, tapi itu awalnya saja, kedua kalinya Pitaloka tidak menginginkan pria yang merupakan dosennya itu lagi karena mengetahui Edwar telah membohonginya dengan mengaku duda tapi nyatanya dia masih berstatus suami orang dan bahkan ayah seseorang. Pitaloka tidak mau disebut perusak rumah tangga orang atau disebut selingkuhan. Tapi karena video yang dimiliki Edwar, Pitaloka harus siap mengikuti permainan Edwar yang awalnya dia sendirilah yang memulainya.


Edwar kembali mencumbu Pitaloka dan memulai permainannya.


Pitaloka hanya bisa pasrah, dia bertekad harus segera mendapatkan videonya agar Edwar yang sekarang membuatnya jijik itu tidak lagi bisa seenaknya menggunakannya.

__ADS_1


Permainan panaspun dimulai di kamar tersebut.


Sekitar 30 menitan saja Edwar sudah kelelahan, sedang Pitaloka masih berada di pertengahan. Inilah yang membuat Pitaloka kesal bermain dengan Edwar yang awalnya terlihat sangat buas tapi ujung-ujungnya payah.


"Edwar?" Panggil Pitaloka, mengecek apa Edwar sudah terlelap nyenyak atau tidak.


Melihat Edwar tertidur nyenyak, Pitaloka diam-diam mengambil ponsel Edwar dan merasa sangat senang karena kali ini ponselnya tidak menggunakan pasword.


Pitaloka mencari video mereka dan akhirnya berhasil menemukannya.


Pitaloka buru-buru menghapus video tersebut lalu menatap pria payah yang sedang tertidur nyenyak di atas kasur. Sambil mendecih Pitaloka segera bergegas pergi dari sana.


...


Saat terbangun dari tidurnya, Edwar merasa kesal karena Pitaloka tidak berada disampingnya.


(Bunyi notifikasi pesan)


Mendengar ponselnya berdering, Edwar segera meraih ponselnya dengan malas, namun saat dia melihat jika dia lupa memasang paswordnya dia buru-buru teringat Pitaloka yang pergi sebelum dia bangun. Edwar mencari videonya dan merasa sangat kesal karena tidak menemukan video itu lagi.


"Sialan." Edwar sangat kesal, dia sudah menyadari kalau Pitaloka mulai bosan padanya tapi dia bisa mengikatnya dengan video itu, tapi sekarang video itu sudah tidak ada.

__ADS_1


__ADS_2