
Pagi hari, Richard ingin mengantar Pitaloka ke kampus, tapi Pitaloka menolaknya karena Sesil yang akan menjemputnya.
"Kalau begitu aku pergi duluan, beritahu aku alamat kos barumu, aku akan menyempatkan waktu bermain disana."
Dalam dua hari ini, Richard merasa sudah sangat dekat dengan Pitaloka. Baru kali ini dia mempunyai teman wanita.
"Tentu, aku akan mengabarimu."
Pitaloka dengan memegang kopernya tersenyum kepada Richard, dia merasa mendapat sosok kakak laki-laki dari Richard.
Baru beberapa detik Richard pergi dari sana, Sesil juga sudah sampai.
"Kamu terlambat."
Ucap Pitaloka sambil memasukkan kopernya ke dalam mobil.
"Terlambat?"
Tentu Sesil bingung.
"Iya, priamu baru saja pergi."
Pitaloka tersenyum lalu masuk ke dalam mobil.
Mendengar sahabatnya menyebut pria miliknya, Sesil mengerti yang sahabatnya maksud itu Richard. Dalam hati Sesil sangat berharap jika itu akan segera terjadi.
Keduanya tidak ada kelas sepagi itu, jadi mereka menyempatkan untuk mencari kos buat Pitaloka terlebih dahulu.
__ADS_1
Dan saat sampai di depan sebuah kosan puteri, Pitaloka meminta Sesil menghentikan mobilnya.
"Kos ini terlalu jauh dari kampus."
Ucap Sesil.
"Aku sengaja, apa kamu merasa berat menjadi supirku?"
Ucap Pitaloka, dia sengaja mencari kos yang agak jauh dari kampus. Agar, tidak mudah ditemukan oleh Raihan.
"Tentu tidak, tapi apa segitunya kamu menghindari paman?"
Sesil tentu tau alasan Pitaloka memilih kos yang jauh dari kampus.
"Sudahlah, kamu mau temani aku atau tidak?"
"Tentu mau, ayo."
Keduanya kemudian berjalan ke arah kos tersebut, lalu melihat nomor pemiliknya yang tertera disana.
Pitaloka menghubungi nomor tersebut dan mengatakan akan menempati kos itu mulai hari ini.
"Tunggu sebentar, aku akan membawa kuncinya kesana dalam 5 menit." Ucap pemilik kos di seberang telpon.
Dan dalam waktu kurang lebih lima menit, seorang wanita paruh baya datang membawa kunci kos tersebut.
Mereka hanya membicarakan uang sewa lalu pemilik kos tersebut pergi dari sana setelah menyerahkan kuncinya kepada Pitaloka.
__ADS_1
Pitaloka hanya menyimpan kopernya ke dalam kos tersebut lalu pergi ke kampus.
...
Sore hari, saat kelas selesai Sesil mengantar Pitaloka kembali ke kosnya, dan membantu Pitaloka membereskan barangnya.
"Halo, iya aku sudah menemukan kos yang lumayan bagus. Tidak jauh dari apartemen kamu."
Pitaloka mengangkat telpon Richard dan mengatakan jika dirinya sudah mendapatkan kos yang baru.
"Sesil saat ini ada disini, kalau mau datang buruan, nanti aku kirimkan alamatnya." Bisik Pitaloka dan berjalan sedikit menjauh dari Sesil, agar sahabat yang kini serius membereskan pakaiannya itu tidak mendengarnya.
"Ide yang bagus, oke aku berangkat sekarang."
Richard yang sedang dalam perjalanan pulang, menuju alamat kos yang Pitaloka kirim setelah memutuskan panggilannya.
"Kamu tidak buru-burukan?" Tanya Pitaloka pada Sesil.
"Tidak, aku juga tidak ada kegiatan di rumah. Ibuku juga sudah jauh lebih sehat beberapa hari ini, jadi aku tidak perlu cemas dan pulang cepat." Jawab Sesil, tidak menyadari jika saat ini sahabatnya itu mengatur rencana untuknya.
"Aku mau ke supermarket depan sana, kamu tunggu disini saja, bantu aku membersihkan kamar ini."
Pitaloka tadi melihat ada supermarket di depan kosnya, dia mendapat alasan yang tepat untuk memberikan waktu kepada Richard dan Sesil saat Richard sampai nanti.
"Oke. Tenang saja, saat kamu kembali semuanya sudah beres."
Sesil yang tidak juga menyadari rencana Pitaloka, terus fokus membereskan barang-barang Pitaloka lalu mengambil sapu yang ada disana untuk membersihkan ruangan sederhana itu.
__ADS_1