GADIS NAKAL PAMAN KECIL

GADIS NAKAL PAMAN KECIL
Apa Kamu Tidak Merindukan Kekasihmu Ini?


__ADS_3

Pitaloka dengan canggung duduk di sebelah Raihan.


Raihan melirik Pitaloka sekilas lalu berkata pada Sesil.


"Saat dalam perjalanan ke kampus kamu, aku melihat Edwar sedang ngobrol dengan seseorang di pinggir sebuah gang, lalu..."


Raihan mulai menceritakan segalanya pada Sesil, namun sesekali matanya melirik gadis cantik yang sangat dia rindukan itu.


"Wah paman, paman keren sekali. Saat ini bajingan itu pasti sedang diseret oleh polisi."


Sesil berkata dengan heboh, membuat semua mata melihat ke arahnya.


"Husst pelankan suaramu." Tegur Raihan.

__ADS_1


Ponakannya itu bikin malu saja.


"Terima kasih."


Ditengah kesebalan Raihan pada Sesil, suara yang sangat dia rindukan terdengar di telinganya.


Raihan menatap Pitaloka tak percaya.


"Apa dia baru saja berterima kasih padaku?" Pikir Raihan, tak berani percaya.


Pitaloka mengerti jika Raihan pasti terkejut mendapati dirinya mau bicara dengannya.


Saat di perjalanan, Sesil yang merasa perbedaan Raihan dan Pitaloka harus segera dihentikan, memutuskan memberitahu sahabatnya itu tentang Raihan yang telah menghancurkan tempat usaha kotor Modan dan bahkan telah membebaskan para wanita disana serta memberi mereka tempat tinggal yang layak dan aman. Raihan juga memberikan mereka pekerjaan halal, dengan mendirikan sebuah restoran untuk mereka memulai usaha. Sesil juga mencoba menjelaskan pada Pitaloka, jika kejadian dua tahun silam, tidak sepenuhnya salah Raihan. Raihan hanya terpengaruh oleh ejekan teman-temannya dan Raihan juga tidak tau jika saat itu Pitaloka yang sudah menunggunya di kamar berada dalam pengaruh obat. Raihan melakukan itu karena mengira Pitaloka dengan suka rela menginginkannya. Bahkan karena percintaan satu malam itu, Raihan terus mengingat Pitaloka saat masih di London. Dan saat kembali dari sana, Raihan langsung ketempat Modan untuk mencari Pitaloka sebelum Raihan kerumahnya sendiri. Namun saat sampai disana Pitaloka sudah tidak ada. Dan sampai pertemuan Raihan dan Pitaloka yang terpaksa membuat Raihan menyentuh Pitaloka lagi, hingga keduanya saling jatuh cinta, sampai saat itu Raihan belum tau jika Pitaloka lah gadis yang dia cari. Dalam hati Raihan saat itu pun meminta maaf pada Pitaloka, karena masih memikirkan gadis lain saat mereka sedang bersama. Hingga saat Raihan tau jika Modanlah yang bertanggung jawab atas ketergantungan Pitaloka pada obat itu, Raihan mendatangi tempat Modan dan meratakannya dengan tanah. Disitulah Modan yang marah mengatakan jika gadis yang Raihan cari adalah Pitaloka.

__ADS_1


"Tidak perlu berterima kasih, itu memang kewajibanku untuk melakukan apa pun agar kamu aman dan nyaman."


Rasanya Raihan ingin sekali memeluk tubuh Pitaloka. Dia benar-benar merindukan gadis itu. Entah sudah berapa lama gadis itu marah padanya, tapi rasanya itu sudah seperti ratusan tahun bagi Raihan yang setiap detik merindukannya.


"Aduuh, perutku... Aku ke toilet dulu, kayaknya bakal lama."


Sesil yang mengerti jika dia tidak pantas berada disana saat ini, karena akan membuat keduanya tidak bebas berbicara. Meremas perutnya lalu berlari ke toilet.


Pitaloka dan Raihan bukan anak balita, tentu mereka mengerti dengan maksud Sesil.


Namun Raihan masih tidak berani memulai obrolan dengan Pitaloka. Entah kenapa seorang Raihan Saloka menjadi penakut dan tidak percaya diri dihadapan gadis yang dia pikir masih marah padanya itu.


Namun perkataan Pitaloka selanjutnya, membuatnya terkejut.

__ADS_1


"Apa kamu tidak merindukan kekasihmu ini?"


__ADS_2