GADIS NAKAL PAMAN KECIL

GADIS NAKAL PAMAN KECIL
Syuting


__ADS_3

Saat Pitaloka dan Sesil sampai di lokasi syuting yang berada di pinggir pantai, produser dan semua kru menyambutnya dengan sangat baik.


Mereka semua sangat hati-hati karena tau jika yang akan menjadi bintang iklan mereka merupakan kekasih CEO perusahaan produk mereka. Dan siapa lagi yang menyebarkan berita itu yah tentunya dia adalah Sesil. Dia tidak mau sahabatnya mengalami masalah dan kekurangan disana, terlebih jika sampai ada yang menindasnya jadi Sesil menghubungi produser atas izin Raihan dan memperingati produser bahwa bintang iklan yang akan datang hari ini merupakan kekasih Raihan Saloka, CEO perusahaan Saloka Grup.


"Apa perlu terlalu mengistimewakan pendatang baru sepertiku?" Bisik Pitaloka pada Sesil karena merasa cara dan sikap semua kru disana terlalu berlebihan.


Sesil hanya tersenyum dan berkata "Tentu saja."


...


Saat proses syuting sedang berlangsung, Raihan dan asistennya datang ke tempat syuting.


Pitaloka dengan pakaian bikini musim panas melekat di tubuhnya menjadi sangat gugup, tapi yang tidak kalah gugup adalah produser dan kru disana sendiri.


Mereka gemetar melihat Raihan kini duduk di lokasi syuting dan menyaksikan langsung proses syuting.


Kameramen tidak berani mengatur terlebih mengkritik Pitaloka, tetapi kini Pitaloka menjadi bingung bagaimana selanjutnya.

__ADS_1


Melihat Pitaloka sepertinya gagal fokus karena kehadirannya, Raihan mendekati produser dan berkata dengan suara dingin yang menekan "Lakukan seperti yang anda inginkan, tapi ingat jangan ada yang berani menyentuh kulitnya sedikitpun."


Selesai berkata, Raihan melihat ke arah Pitaloka dan tersenyum lalu pergi bersama asistennya dari sana.


Sebenarnya Raihan agak kesal melihat Pitaloka harus berpakaian seksi dihadapan banyak orang, tapi dia sadar jika itu merupakan impian Pitaloka untuk mencapai mimpinya.


Produser dan para kru bernafas legah sekarang.


"CEO itu benar-benar seperti malaikat pencabut nyawa, aura dan suaranya sangat mengerikan." Kata Salah satu kru disana kepada kru yang lain.


"Iya, tapi lihat saat dia melihat kekasihnya itu, dia tersenyum sangat manis." Kata kru lainnya.


"Sudah diam, sekarang pikirkan bagaimana menyelesaikan syuting ini dan mendapat hasil yang memuaskan tanpa menyentuh sedikitpun kulit gadis itu." Kata produser sambil memijit keningnya.


Yang benar saja, seorang bintang iklan pemula dan masih perlu bantuan untuk berpose tapi tidak boleh disentuh sedikitpun, lalu bagaimana mengajarinya?


...

__ADS_1


"Cut."


Akhirnya syuting hari ini selesai dengan hasil yang sangat memuaskan. Produser sangat takjub dengan Pitaloka yang sangat pandai berperan meski hanya di tuntun dengan sebuah naskah dan aba-aba saja.


"Waw waw waw, kamu sangat sangat menakjubkan." Kata Sesil sambil berlari memeluk Pitaloka.


"Sungguh?" Pitaloka mengelap keringatnya sambil berjalan ke ruang ganti bersama Sesil.


"Hmm sungguh, aku yakin tidak lama lagi kamu akan menjadi terkenal dan membuat semua orang yang pernah menyakitimu menutup mulutnya rapat-rapat saat melihatmu menjadi bintang, apalagi saat kamu menjadi bibi kecilku." Kata Sesil membuat Pitaloka kaget.


"Apa kamu bilang?" Tanya Pitaloka.


"Hah tidak, ayo cepat ganti pakaianmu atau kamu akan masuk angin nantinya." Sesil yang kecoplosan mendorong Pitaloka ke dalam ruang ganti lalu memukul pelan mulutnya.


...


"Kita mau kemana?" Tanya Pitaloka saat melihat Sesil mengemudikan mobilnya ke arah lain.

__ADS_1


"Makan siang, paman mengirim pesan katanya dia menunggu kita di cafe depan sana." Jawab Sesil sambil menyetir mobilnya.


__ADS_2