
Raihan sangat murka saat ini, dia melirik perut Ramlah sekilas dan itu sontak membuat Ramlah melangkah mundur.
"Jangan sakiti bayiku." Lirih Ramlah.
Raihan hanya tersenyum miring sambil berkata "Aku tidak sebejat itu sehingga akan membalas perlakuan kalian pada janin itu. Tapi..."
Raihan sengaja menggantung perkataannya sambil menatap Faris.
Faris yang sama sekali tidak bisa bergerak, menelan ludahnya saat Raihan berjalan ke arahnya.
"Aku akan mempertanggung jawabkan perbuatanku, tetapi tolong lepaskan istri dan bayiku."
Faris berusaha sekuat tenaga bersimpuh di hadapan Raihan.
"Cih, istri? lalu siapa dan apa arti kakak aku bagimu?"
Meski tidak terlalu akur dengan Hestie, tapi Raihan tentu menyayangi kakak perempuannya itu. Terlebih hanya Hestie saudara kandungnya yang ada.
"Maafkan aku, aku akan meminta maaf juga padanya setelah ini, tapi..."
Perkataan Faris dipotong oleh suara tegas Raihan.
"Tidak ada setelah ini, sekarang minta maaflah selagi kamu masih bernafas."
Raihan menghadapkan ponselnya yang dari tadi telah tersambung dengan ponsel Hestie melalui panggilan video.
__ADS_1
Terlihat Hestie yang tak mampu membendung air matanya.
"Ma..."
Meski terkejut dan bahkan belum siap. Tapi Faris memberanikan diri menatap Hestie yang entah sejak kapan mulai nenempati hatinya.
Meski awalnya dia hanya menikahinya karena untuk menggali kekayaan keluarga Saloka, tapi harus Faris akui, jika dia telah jatuh hati pada Hestie, dan bahkan perasaannya itu tidak Ramlah ketahui.
Sempat Faris terpikir untuk meninggalkan Ramlah dan seutuhnya bersama Hesti, namun sebelum memiliki keberanian untuk jujur pada Ramlah, Ramlah terlebih dahulu menyampaikan kehamilannya sehingga Faris tentu tidak bisa meninggalkan Ramlah dan janin yang kini berkembang di perut Ramlah.
"Tidak perlu mengatakan apa pun, besok aku akan mengurus perceraian kita."
Faris yang ingin meminta maaf pada Hestie, tidak diberi kesempatan oleh Hesti.
Setelah mengatakan itu, Hestie langsung memutuskan panggilan video tersebut.
"Nenek, hiks hiks."
Hestie berbalik dan memeluk nenek tua.
Di dalam keluarga Saloka, hanya nenek tua yang sangat dekat dengan Hestie. Karena keduanya memiliki watak dan sifat yang hampir sama. Jadi keduanya sangat cocok.
...
"Apa kamu mulai menyukainya?"
__ADS_1
Meski masih dalam keadaan khawatir dan takut, tapi saat melihat suaminya menjatuhkan air mata karena Hestie, Ramlah tak tahan untuk bertanya.
Faris tidak menjawab, dia terus menangis dalam diam.
Entah harus menyalahkan takdir atau keadaan. Kenapa dia tidak dipertemukan sejak awal dengan Hestie sebelum dia dan Ramlah menikah? Dan kenapa Ramlah harus hamil saat dia telah jatuh cinta pada Hestie?
Seandainya demikian, maka keadaan saat ini pasti tidak akan terjadi.
Bahkan Faris juga telah mencoba membunuh Camelia karena mengira Camelia melihat dirinya dan Ramlah sedang bersama.
Padahal saat itu Camelia hanya kebetulan lewat untuk mengambil minum, dan sama sekali tidak melihat keduanya.
Dan karena salah kira itulah sehingga Faris menyuruh Ramlah mencampur racun pada makanan Camelia.
Faris tidak ada dendam dan masalah apapun pada keluarga Saloka. Faris hanya mengincar kekayaan keluarga itu untuk memperbaiki ekonomi keluarga kecilnya. Namun tidak bisa dia elak, dia telah melakukan banyak dosa demi tujuannya itu.
"Apa kamu sungguh telah jatuh hati padanya? kamu mencintai ****** itu hah?" Teriak Ramlah tak terima suaminya terbawa permainannya sendiri.
"Plakk."
Tangan besar Raihan, sukses mendarat di pipi seorang wanita untuk pertama kalinya.
"Berani sekali kamu mengatakan kakak aku seperti itu."
Raihan merasa sangat marah saat Ramlah mengatakan kakaknya wanita ******.
__ADS_1
Ramlah yang tersadar jika disana masih ada Raihan, tertunduk sambil memegang pipinya yang terasa mau pecah.