GADIS NAKAL PAMAN KECIL

GADIS NAKAL PAMAN KECIL
Sumpah Raihan


__ADS_3

Awalnya Raihan tidak mau mengangkatnya, akan tetapi orang itu terus menelpon dan membuat Raihan kesal karena takut suara dering handphone itu akan membangunkan Pitaloka.


Raihan keluar kamar dan mengangkat telpon tersebut.


"Haha akhirnya kamu mengangkatnya juga."


Raihan baru saja mau memarahi orang itu, tapi orang itu berkata duluan.


"Kamu pikir bisa selamanya bersembunyi dariku? tidak sayang. Dengarkan aku, pulanglah dengan baik-baik atau aku akan mengirim orang untuk memaksamu."


(tit tit tit)


Raihan mau menanyakan siapa pria di seberang sana, tapi orang itu terlebih dahulu memutuskan sambungannya.


...


"Terima kasih nona Clara, karena anda saya bisa menemukan orang saya kembali."


Modan, bos sekaligus pemilik tempat hiburan malam asal Pitaloka, menjabat tangan Clara.


"Tidak perlu berterima kasih, justru saya yang berterima kasih jika bos bisa membawa Pitaloka kembali kesini."


Clara yang mengetahui Pitaloka memiliki ketergantungan dengan obat pe****sa** dari Vina, menggunakan hal itu sebagai awal dari penyelidikannya tentang Pitaloka.


Dan entah bagaimana, dia bisa mengetahui jika Pitaloka itu mantan wanita penghibur di tempat yang kini dia datangi.


Clara sangat bahagia, dia mendengar sendiri saat bos itu menelpon Pitaloka dan Pitaloka tak bersuara. Clara berpikir jika saat ini Pitaloka pasti sangat cemas.

__ADS_1


Membayangkan wajah cemas Pitaloka, sudah menjadi kebahagiaan tersendiri bagi Clara. Apalagi jika melihat Pitaloka diseret kembali ke tempat kotor itu.


...


Raihan kembali ke kamar dan menatap Pitaloka yang masih tertidur nyenyak.


"Apa ini ada hubungannya dengan obat yang selama ini merusakmu?"


Raihan berpikir, mungkin orang yang baru menghubungi Pitaloka merupakan orang yang telah memberikan Pitaloka obat secara paksa selama ini.


Raihan hanya tau jika Pitaloka dulunya pernah dipaksa seseorang untuk memakan obat itu dan pada akhirnya membuat Pitaloka kecanduan.


Raihan belum pernah bertanya pada Pitaloka siapa orang itu dan kenapa orang itu melakukannya.


"Sesil, dia pasti mengetahuinya."


"Iya paman, ada apa?"


Sesil yang bersiap tidur mengangkat telponnya.


"Kamu tahu siapa yang telah memberi obat itu pada Pitaloka untuk pertama kalinya?"


Tanya Raihan yang membuat Sesil terkejut, kenapa tiba-tiba pamannya menanyakan itu.


"Apa Pitaloka kambuh? paman Pitaloka tidak membawa obatnya dan dia melarangku memberi tau paman. Tapi tolong paman, sekarang minta orang kepercayaan paman untuk mengirimkan obat Pitaloka, dia pasti..."


Sesil bicara panjang lebar, membuat Raihan berteriak memotongnya.

__ADS_1


"Diam! Aku bertanya apa kamu tau orangnya?"


Suara Raihan yang penuh penekanan tidak pernah Sesil dengar, membuat Sesil terpaku.


"Maaf, maafkan paman. Tapi tolong katakan semua yang kamu ketahui tentang Pitaloka pada paman saat ini."


Raihan menyadari dirinya telah membuat ponakan yang selama ini dia manjakan takut. Raihan kembali memelankan suaranya.


"Tapi paman, aku sudah berjanji pada Pitaloka untuk menutupi rahasianya." Ucap Sesil.


"Rahasia?" Tanya Raihan, dia tidak tau jika ada rahasia dalam hidup Pitaloka yang berhubungan dengan obat itu.


"Iya, tapi..." Sesil menyadari dirinya telah kecoplosan.


"Dengarkan paman, ini demi kebaikan Pitaloka. Apa kamu tidak percaya pada pamanmu ini?"


"Baiklah tapi paman jangan mengatakan pada Pitaloka kalau aku yang memberi tahu paman."


"Emm baik."


Mulailah Sesil menceritakan asal usul Pitaloka yang berakhir kabur dari tempat hiburan itu dan semua tentang obat yang selama ini membuat Pitaloka kecanduan.


"Berarti tebakanku benar." Gumam Raihan setelah mendengar penjelasan Sesil.


"Baiklah paman akan menanganinya. Paman berjanji, para bajingan itu akan berlutut di hadapan sahabatmu sebentar lagi."


Selesai mengatakan itu, Raihan langsung memutuskan panggilannya.

__ADS_1


Raihan kembali ke kamar dan memeluk Pitaloka. Dia merasa simpati atas semua yang telah gadis itu alami selama ini.Dia bersumpah, pasti akan menghancurkan orang-orang yang telah menyiksa wanitanya selama ini.


__ADS_2