
Abimanyu langsung melesat turun dari mobilnya menuju ke kamar Bumi. Di sana dia melihat anak itu sedang diperiksa oleh Dokter keluarga.
"Tuan Abi, kebetulan sekali Anda telah datang. Saran saya sebaiknya Bumi langsung di bawa ke rumah sakit saat ini juga," ucap Dokter Faisal.
"Demamnya sangat tinggi, yang kutakutkan dia akan kejang jika dibiarkan di rumah, hanya meminum obat biasa tanpa ada tindakan lebih lanjut."
"Kalau begitu saya akan membawanya bersama Anda," kata Abimanyu. Abimanyu lalu menggendong tubuh mungil Bumi dengan perasaan khawatir dan cemas.
"Aku ikut bersama Ayah," kata Bayu. Abimanyu menganggukkan kepalanya.
"Lina tolong jaga anak-anak," pinta Abimanyu.
"Bisakah saya ikut mengantar dan menjaganya Tuan, anak-anak ada pelayan lain yang menjaganya." Mata Lina sudah memerah dan berkaca-kaca melihat keadaan Bumi yang tertidur lemah. Tidak bergerak.
"Lina, tolong jangan membantahku untuk saat ini!" pinta Abimanyu. "Suruh sopir untuk mengantarkan baju dan perlengkapan Bumi nanti."
"Baiklah," ucap Lina lemas.
Abimanyu lalu ikut dalam mobil Dokter Faisal. Sepanjang perjalanan Bumi memanggil nama Ibu, meminta dia untuk tidak meninggalkannya.
"Kelihatannya dia menekan perasaannya sendiri sehingga sakit," kata Dokter itu memecah kesunyian.
"Ya," jawab Abimanyu lemas.
"Andai saja ibunya masih hidup pasti menjadi obat yang paling mujarab baginya," ungkap Dokter itu lagi. Suasana kembali hening hanya rintihan suara Bumi saja yang terdengar.
Dokter Faisal segera menyuruh Abimanyu membawa Bumi ke ruang tindakan. Di sana dia memerintahkan Dokter yang berjaga untuk memasang infus dan memberi pengawasan bagi Bumi.
Bayu menunggu Bumi di ruangannya setelah mendapat perawatan dan dipindahkan. Sedangkan Abimanyu mengurus administrasi Bumi. Sesaat dia teringat akan perkataan Dokter Faisal jika Bumi membutuhkan Ibunya.
Mungkin maksud Bumi adalah Anjani, anak itu sering memanggil Anjani dengan Ibu saja. Akhirnya setelah selesai mengurus semuanya Abimanyu pergi ke kamar Bumi. Di sana Bayu sedang bersama Pak Slamet sopir mereka.
"Ayah ada urusan sebentar, bisakah Ayah tinggal dulu," kata Abimanyu. Pak Slamet dan Bayu saling memandang.
"Ayah, Bumi sedang sakit bisakah Ayah tinggalkan sejenak pekerjaan Ayah," pinta Bayu.
__ADS_1
"Ayah bukan mengurus pekerjaan tetapi mencari obat untuk Bumi agar lekas membaik."
Bayu terlihat tidak mengerti perkataan ayahnya. Namun, Abimanyu tetap meninggalkan semuanya tetapi sebelum itu dia mencium Sayang pada Bumi. Walau dia bukan putri kandungnya tetapi ikatan mereka sangat kuat. Dari kecil Bumi anak yang paling manja dan paling dekat dengannya. Mungkin karena dia perempuan jadi sifatnya berbeda.
Abimanyu lalu menelfon Anggun melalui air phone yang terpasang di telinganya. Dia mulai membuka pintu mobil dan masuk ke dalam.
"Anggun syukurlah kau mengangkatnya," ucap Abimanyu ketika panggilannya diangkat oleh Anggun.
"Ada apa Abi, aku sedang rapat dengan para guru," jawab Anggun dari balik telephon.
"Aku ingin tahu alamat tempat tinggal Anjani," kata Abimanyu.
"Akhirnya kau sadar juga jika anak-anak membutuhkan mereka," kata Anggun.
"Bumi sakit dia memanggil nama Anjani." Desah Abimanyu.
"Patut saja, karena selama ini mereka sangat dekat."
"Aku akan mengirimkan alamatnya lewat pesan. Pokoknya dia tinggal di sebuah kost sederhana di dalam gang setapak, dekat dengan sekolah."
Tiba-tiba hujan lebat mengguyur kota Jakarta. Abimanyu teringat jika tadi Anjani berada di jalan bersama kekasihnya. Dia tidak yakin jika wanita itu sudah pulang. Jikapun belum, dia akan menunggunya hingga datang.
Mobil Abimanyu berhenti di depan sebuah gang kecil atas petunjuk dari tukang ojek yang ada tadi dia tanyai. Abimanyu lalu membuka pintu mobil dan menembus derasnya hujan mencari
tempat kost yang dituju. Dia lalu menemukan tempat yang dituju dari tulisan di depan rumah itu. Dia mulai masuk ke dalam melewati gerbang yang di buka sedikit dan bertanya pada orang yang duduk di beranda kost.
"Lho, hujan-hujan begini nggak pakai payung?" tanya seorang wanita yang memakai baju daster ala emak.
"Iya sampai basah begitu," celetuk yang lain.
"Mau cari siapa mas ganteng," tanya wanita yang memakai tank top dan hot pants mendekati Abimanyu dan meletakkan tangannya di bahu kekar pria itu.
"Saya mencari penghuni kost bernama Anjani," kata Abimanyu.
"Oh, Anja, guru TK itu, dari kemarin yang datang nyariin cakep-cakep ya, Mbak," ujar wanita genit itu.
__ADS_1
"Hooh."
"Kamar Anjani ada di atas paling ujung sendiri." tunjuk seseorang.
"Kalau begitu saya permisi terlebih dahulu," kata Abimanyu sopan. Jika bukan demi anaknya mana mau Abimanyu di sentuh oleh perempuan tidak jelas seperti wanita tadi.
"Tidak duduk-duduk dulu di sini," kata yang lain.
Abimanyu hanya tersenyum canggung. Setelah itu dia masuk ke dalam kost itu dan langsung naik tangga ke lantai atas kamar itu. Dia berjalan menuju kamar yang ditunjuk para wanita tadi, dia akhirnya menemukan kamar itu. Abimanyu merapikan bajunya sebelum mengetuk pintu kamar Kost.
"Ya, siapa?" tanya Anjani dari dalam. Abimanyu tidak menyahut hanya mengetuknya lagi.
"Masuk saja Mba," teriak Anjani dari dalam karena biasanya hanya penghuni kost atau Anggun yang datang kemari. Tetapi kembali pintu kamar kost diketuk.
"Ih siapa sih," seru Anjani sembari membuka pintu kamar. Nafasnya tercekat ketika melihat siapa yang ada di depannya. Akal sehatnya langsung hilang seketika.
"Pak Abi?" lirih Anjani tidak sadar jika dia hanya memakai tank top dan celana kolor yang sangat minim. Abimanyu yang melihat penampilan Anjani menelan ludahnya seketika.
Anjani mengikuti arah pandang Abimanyu dan langsung menutup pintu ketika menyadari jika pria itu melihat keadaan dirinya yang minim dalam berpakaian.
Anjani langsung mencari celana training miliknya dan jaket untuk menutupi lekuk atasannya yang dia gunakan tanpa dalaman sama sekali.
Setelah di rasa cukup dia membuka kembali pintu kamarnya.
"Eh, hai," sapa Abimanyu dengan wajah datar. Tidak terlihat manis sama sekali walau wajahnya tampan. Kedua tangannya mengusap lengannya yang dingin karena bajunya
"Ada apa Bapak kemari?"
"Anjani aku datang kemari untuk meminta maaf," ucap Abimanyu membuat Anjani terpaku. Seorang Abimanyu pemilik perusahaan Kusuma grup datang jauh-jauh kemari hanya untuk meminta maaf padanya?
Hujan semakin deras angin berderu dengan hebatnya.
"Sebaiknya kita berbicara di dalam saja," ajak Anjani. Abimanyu ragu untuk melangkah masuk ke dalam namun udara di luar membuat tubuhnya menggigil.
Sesampainya di dalam Anjani lalu memberi handuk pada Abimanyu untuk mengeringkan tubuhnya. Dia juga membuka lemari plastik di kamarnya dan menemukan sebuah kaos berukuran besar milik ayahnya yang selalu dia bawa kemana saja andai dia merindukannya.
__ADS_1
"Ganti pakaian bapak dengan ini, mungkin muat," kata Anjani. Abimanyu terkejut melihat ada pakaian pria di kamar seorang gadis.