
Setelah membersihkan diri, Anjani lalu membaringkan tubuh di ranjang. Dia lalu tertidur lelap karena lelah. Jika matahari terbit dia lelah mengurus anak-anak Abimanyu jika malam tinggal melayani pria yang telah menjadi suaminya hingga waktu istirahatnya berkurang.
Dia tidak sadar ketika seseorang mulai mengendap masuk ke dalam kamarnya dan lalu naik ke atas tempat tidur dan memeluknya dari belakang.
Abimanyu mencium aroma bunga-bungaan dari kepala Anjani. Aroma yang telah dia kenal beberapa hari ini dan menjadi candu baginya.
Baru saja dekat dengan Anjani bukit gairah miliknya telah menegang membuat dia mempererat pelukannya pada Anjani. Tangannya mulai bergerak turun ke dalam bawahan wanita itu berada di balik kain tipisnya menggoda. Membuat Anjani melenguh dan membuka matanya.
"Mas," panggil Anjani serak. Abimanyu mulai memainkan perannya sebagai pemain utama dalam permainan ini. Membuat wanita itu mengeliat dan menyebut namanya dengan suara yang tertahan dan menggoda.
Hingga pemainan mereka pun berakhir membuat peluh di sekujur tubuh mereka menyatu bersama penyatuan yang mereka lakukan. Tidak ada kata puas dalam diri Abimanyu dan Anjani selalu tidak kuat menahan godaan pria itu.
"Aku ingin melakukannya lagi denganmu," ungkap Abimanyu.
"Oh, aku lelah," gumam Anjani memejamkan matanya. Dia bahkan tidak sanggup untuk mengenakan kembali pakaiannya.
__ADS_1
Dia menggesek wajahnya di dada Abimanyu mencari posisi yang nyaman, membuat pria itu merutuki gerakan wanita itu yang membuat sesuatu di bawah sana terbangun kembali.
Abimanyu tidak tega untuk membangunkan Anjani tetapi dia tidak bisa memadamkan hasrat yang kini telah naik kembali. Jika di pondok dia menahan diri hanya melakukannya sekali lalu membiarkan wanita itu kembali ke pondok untuk menemani Bumi. Namun, ini rumah mereka. Mereka bisa melakukannya sepanjang malam.
Abimanyu lalu melihat ke arah bibir Anjani yang bengkak. Dia tersenyum licik dan memulai aksinya. Mulai membangunkan Anjani dan melakukannya lagi.
Di saat semua itu terjadi Bayu berdiri di depan pintu kamar Anjani. Dia tahu jika ayahnya sedang bermain gila dengan mentornya. Ingin dia berteriak dan membangunkan semua orang. Agar mereka tahu apa yang dilakukan oleh ayah dan mentornya.
Namun, gerakannya terhenti ketika melihat pintu kamar Bumi. Dia tidak tega jika harus membuat Bumi terluka dan sakit lagi karena kehilangan Ibu Anjani. Dia juga tidak ingin mempermalukan ayahnya di depan semua orang. Dengan langkah gontai Bayu kembali lagi ke dalam kamarnya.
Dia harus bertanya langsung pada ayahnya soal ini. Entah nanti ayahnya akan marah atau tidak! Dia tidak peduli. Dia tidak ingin tindakan amoral ayahnya akan mempengaruhi psikis Tirta dan Bumi kedepannya.
Dia sendiri yang membangun Anjani dan menggendongnya ke bathtub saat dia masih memejamkan matanya. Abimanyu memandikannya lalu meninggalkan Anjani setelah wanita itu duduk di tempat tidur dengan handuk yang melingkar di tubuhnya. Abimanyu sendiri memakai baju yang sudah dia bawa ke kamar ini tadi.
Anjani tidak tahu darimana pria itu punya kekuatan lebih setelah bertempur beberapa ronde tadi malam. Dia sendiri ingin tidur lebih lama lagi.
__ADS_1
"Pakai bajumu nanti masuk angin," ucap Abimanyu seraya memasang dasinya. Anjani yang melihat lalu mendekati Abimanyu dan memasangkan dasi pria itu.
"Apa kau sedang menggodaku dengan tetap memakai handuk ini?" tanya Abimanyu memeluk pinggang Anjani.
Anjani tidak menjawab hanya menekuk wajahnya. Dia lalu melepaskan pelukan Abimanyu. "Cepat pergi keluar sebelum pelayan memergoki," kata Anjani.
"Kita ini pasangan suami istri tetapi seperti pasangan mesum saja yang takut kepergok orang lain," gerutu Abimanyu. Dia sebenarnya tidak ingin melakukan sandiwara ini. Tidak bebas untuk mengekspresikan rasa sayangnya pada Anjani.
Anjani mulai membuka kopernya dan mencari deodorant serta lotion untuk dia kenakan sebelum memakai baju.
"Ih, dimana sih," rutuk Anjani membongkar isi kopernya. Abimanyu lalu mendekat dan melihat ke koper Anjani.
"Mencari apa?" tanyanya.
"Deodorant, aku lupa menaruh di mana?"
__ADS_1
Abimanyu lalu melihat satu strip obat di pinggiran koper. Dia lalu mengambilnya. Anjani lalu meringis dan memejamkan mata saat tahu apa yang Abimanyu pegang.
"Ini Pil KB kan? Kau meminumnya?" tanya Abimanyu dengan nada tidak senang.